Telset.id – Google akhirnya memberikan kontrol lebih jelas kepada pengguna Chrome terkait unduhan model AI on-device berukuran sekitar 4GB yang sempat menjadi sorotan. Perusahaan memperbarui dokumen dukungan resmi untuk menjelaskan syarat unduhan serta menambahkan opsi untuk menghentikannya.
Pembaruan ini terjadi setelah banyak pengguna menyadari Chrome mengunduh model AI bernama Gemini Nano secara diam-diam tanpa konfirmasi terlebih dahulu pada Mei 2026. Kejadian tersebut memicu kekhawatiran publik, dan kini Google merespons dengan transparansi yang lebih besar melalui pembaruan halaman dukungan On-device AI antara 29 Juli dan 1 Agustus.
Perubahan Besar dalam Dokumentasi Chrome
Google telah memperbarui halaman dukungan On-device AI Chrome (dilaporkan via WindowsReport). Sebagai bagian dari pembaruan tersebut, Google menambahkan empat bagian baru yang mencakup persyaratan kelayakan, ketentuan unduhan, panduan untuk banyak pengguna dan perangkat, serta aturan khusus untuk lingkungan enterprise.
Pada bagian kelayakan, Chrome tidak akan mencoba mengunduh model AI apa pun kecuali perangkat memiliki hardware yang tepat untuk menjalankannya. Dengan kata lain, perangkat yang tidak mendukung atau tidak kompatibel akan dilewati sepenuhnya oleh proses unduhan.

Untuk perangkat yang memenuhi syarat, Chrome kini memeriksa koneksi internet tanpa batas (unmetered) serta ruang disk kosong sekitar 20GB, termasuk model AI 4GB. Chrome juga menganalisis apakah perangkat memiliki daya pemrosesan yang cukup sebelum mengunduh apa pun.
Seorang eksekutif Chrome sebelumnya telah mengklarifikasi bahwa model AI on-device merupakan inti dari strategi “developer & security” dan model tersebut memproses data secara lokal. Kini, dokumentasi resmi memperkuat pernyataan tersebut dengan detail teknis yang lebih spesifik.
Kontrol Pengguna atas Unduhan AI
Google juga memberikan kejelasan lebih besar soal kontrol. Dokumentasi menyatakan bahwa toggle “On-device AI” di pengaturan Chrome adalah satu-satunya cara yang didukung untuk mengelola unduhan ini. Google juga memperingatkan pengguna agar tidak menghapus file model secara manual, karena hal itu tidak akan menghentikan Chrome untuk mengunduhnya kembali.

Saat toggle dimatikan, Chrome akan menghapus file yang telah diunduh dan menonaktifkan semua fitur yang bergantung pada model tersebut. Chrome hanya akan memeriksa kelayakan dan mengunduh ulang jika pengguna mengaktifkan toggle kembali. Semua pengaturan ini bersifat per-pengguna dan per-perangkat, dengan admin IT mendapatkan kontrol terpisah melalui Chrome Enterprise Policy.
Pembaruan ini hadir berbulan-bulan setelah publik pertama kali menyadari Chrome mengunduh Gemini Nano secara diam-diam tanpa meminta izin yang jelas. Google belum secara langsung menghubungkan kedua peristiwa tersebut, namun waktu pembaruan dokumentasi ini dinilai bukan kebetulan.
Baca Juga:
Dengan pembaruan ini, pengguna Chrome kini memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kapan dan mengapa model AI diunduh ke perangkat mereka. Persyaratan hardware yang jelas juga memastikan bahwa perangkat yang tidak mendukung tidak akan terbebani oleh unduhan yang tidak diperlukan.
Bagi pengguna yang ingin menghemat ruang penyimpanan atau khawatir tentang penggunaan data, opsi untuk mematikan unduhan melalui toggle “On-device AI” memberikan solusi yang mudah diakses. Sementara itu, pengguna enterprise dapat mengandalkan kebijakan Chrome Enterprise untuk mengontrol perilaku ini di seluruh perangkat organisasi mereka.
Google juga terus mengembangkan ekosistem produknya. Perusahaan dilaporkan sedang menyiapkan peluncuran Pixel 11 dan Pixel Watch 5 di ajang Made by Google 2026. Selain itu, Google juga aktif merilis fitur baru di berbagai layanannya, termasuk fitur berbagi rekam medis di Google Health.
Langkah Google dalam memperbarui dokumentasi ini menunjukkan upaya perusahaan untuk lebih transparan dalam pengelolaan AI on-device. Meskipun belum ada pernyataan resmi yang mengaitkan pembaruan ini dengan insiden sebelumnya, perubahan kebijakan ini memberikan kepastian bagi pengguna tentang bagaimana Chrome menangani model AI di perangkat mereka.
Ke depannya, pengguna dapat mengharapkan pendekatan yang lebih jelas dari Google dalam hal pengelolaan sumber daya AI on-device. Dengan adanya opsi kontrol yang eksplisit, pengguna kini memiliki wewenang penuh untuk menentukan apakah mereka ingin menyimpan model AI tersebut atau tidak.
[CONTENT_END]





Komentar
Belum ada komentar.