Telset.id – Elon Musk secara resmi mengumumkan bahwa SpaceX dan xAI akan secara eksklusif menggunakan GPU Nvidia untuk kebutuhan komputasi kecerdasan buatan (AI). Keputusan ini diumumkan langsung oleh Musk dalam panggilan pendapatan SpaceX, menegaskan bahwa arsitektur Vera Rubin dari Nvidia dianggap sebagai yang terbaik yang tersedia saat ini.
“Ke depannya, kami telah memutuskan untuk membangun secara eksklusif di atas Nvidia, karena kami pikir arsitektur Vera Rubin adalah arsitektur terbaik,” ujar Elon Musk dalam panggilan pendapatan SpaceX pada Selasa lalu. “Kami pikir ini adalah komputer AI terbaik, dan kami sangat menghargai kerja sama dan kemitraan erat kami di banyak level dengan Nvidia. Kami eksklusif ke Nvidia.”
Keputusan ini menjadi pengakuan kuat terhadap dominasi Nvidia di pasar akselerator AI, sekaligus menjadi sinyal yang kurang baik bagi pengembang akselerator AI komersial lainnya seperti AMD. Meskipun AMD pernah menggunakan Grok-1 pada akselerator Instinct MI300X mereka, tidak pernah ada pengumuman publik atau bukti kredibel bahwa xAI pernah mengevaluasi atau menggunakan AMD Instinct dalam produksi.
Komitmen Penuh pada Arsitektur Vera Rubin
Elon Musk secara spesifik memuji desain sistem rack-scale Nvidia Vera Rubin NVL72 VR200. Menurutnya, desain komputer NVL72 VR200 jauh lebih baik dibandingkan desain rack standar yang umum digunakan. Pujian ini terutama ditujukan pada desain compute tray tanpa kabel yang dinilai mampu meningkatkan kemudahan perawatan, kecepatan perakitan, dan keandalan sistem secara signifikan.
Desain tanpa kabel ini memang menjadi nilai jual utama Vera Rubin NVL72. Dengan menghilangkan sejumlah besar koneksi kabel dan selang manual yang sering menjadi sumber kesalahan instalasi dan kegagalan sistem, arsitektur ini menawarkan efisiensi operasional yang lebih tinggi meskipun dibanderol dengan harga yang mahal.
Keputusan eksklusivitas ini sebenarnya bukanlah keputusan yang sulit bagi Musk. Secara historis, xAI telah menggunakan GPU Nvidia Hopper dan Blackwell secara eksklusif untuk melatih beberapa generasi model Grok. Superkomputer Colossus milik xAI juga telah menggunakan akselerator Nvidia selama bertahun-tahun. Dengan demikian, pengumuman resmi ini lebih terlihat seperti formalitas yang memberikan kesaksian kuat bagi Nvidia.
Baca Juga:

Rencana Penerapan di Luar Angkasa
Hal yang paling menarik dari pengumuman ini adalah rencana Musk untuk menerapkan Vera Rubin tidak hanya di pusat data miliknya dan xAI, tetapi juga di luar angkasa. Musk mengungkapkan rencana peluncuran satelit AI bernama Starmind yang akan menjadi komputer Vera Rubin NVL72 yang dioptimalkan.
“Terkait satelit AI Starmind, yang pada dasarnya akan menjadi komputer Vera Rubin NVL72 yang dioptimalkan, ini bukanlah sesuatu yang jauh di masa depan; kami berharap mulai meluncurkannya tahun depan,” kata Musk. “Kami pikir desain komputer NVL72 VR[200] jauh lebih baik daripada desain rack standar. Kami berharap benar-benar menerapkannya di darat maupun di orbit, karena kami pikir ini akan menjadi penyederhanaan radikal dari rack NVL72 normal.”
Proyek ini jauh lebih ambisius dibandingkan modul Space-1 Vera Rubin Module yang dirancang Nvidia. Modul tersebut hanya dirancang untuk menerbangkan beberapa hingga sekitar selusin akselerator Rubin AI ke luar angkasa. Sementara itu, Starmind akan membawa 36 CPU Vera dan 72 GPU Rubin AI yang menawarkan performa luar biasa.

Meskipun ambisius, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab mengenai sistem pendinginan dan keandalan rack semacam itu di luar angkasa. Lingkungan luar angkasa memiliki tantangan unik seperti radiasi, suhu ekstrem, dan gravitasi mikro yang dapat memengaruhi kinerja komponen elektronik.
Keputusan eksklusif ini juga memperkuat posisi Nvidia sebagai pemimpin pasar akselerator AI. Sebelumnya, Musk juga pernah mengungkapkan kekhawatirannya tentang perkembangan AI. Dalam berbagai kesempatan, ia menyebut AI sebagai ancaman serius bagi peradaban manusia. Namun, komitmennya terhadap teknologi Nvidia menunjukkan bahwa ia tetap serius mengembangkan kapabilitas AI di perusahaannya.
Bagi industri teknologi, langkah ini menegaskan bahwa Nvidia tetap menjadi pilihan utama untuk komputasi AI skala besar. Dengan dukungan penuh dari salah satu tokoh paling berpengaruh di industri teknologi, posisi Nvidia di pasar kemungkinan akan semakin kuat di masa mendatang.





Komentar
Belum ada komentar.