📑 Daftar Isi

Balon cuaca WindBorne Systems mengumpulkan data atmosfer untuk model prakiraan AI

WindBorne Systems Raih Pendanaan $37 Juta untuk AI Cuaca

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • WindBorne Systems mengumpulkan pendanaan Series B senilai $37 juta untuk ekspansi bisnis prakiraan cuaca AI
  • Putaran pendanaan dipimpin Khosla Ventures dan Galvanize, dengan nilai perusahaan mencapai $250 juta
  • Startup mengoperasikan 600 balon cuaca dari 20 lokasi peluncuran di seluruh dunia
  • Pelanggan utama saat ini adalah lembaga pemerintah AS, termasuk National Weather Service, Angkatan Udara, dan Angkatan Laut
  • Fokus berikutnya adalah ekspansi ke sektor komersial, terutama dana investasi yang memprediksi harga komoditas
  • AI disebut mampu mengubah persamaan ekonomi pasar cuaca swasta yang selama ini sulit ditembus

Telset.id – WindBorne Systems, startup yang mengoperasikan balon cuaca terbang terlama di dunia, berhasil mengumpulkan pendanaan Series B senilai $37 juta. Pendanaan ini bertujuan untuk memperluas penggunaan prakiraan cuaca berbasis AI di sektor komersial, sebuah tantangan yang selama ini sulit ditembus oleh banyak perusahaan sejenis.

CEO WindBorne Systems, John Dean, mengungkapkan kepada TechCrunch bahwa putaran pendanaan ini dipimpin bersama oleh Khosla Ventures dan Galvanize. Investasi tambahan datang dari TransLink Capital, Lux Capital, serta sejumlah investor sebelumnya. Setelah putaran pendanaan ini, nilai perusahaan diperkirakan mencapai $250 juta.

Sejak didirikan pada 2019, WindBorne berfokus pada pengumpulan data cuaca menggunakan sensor murah dan balon tahan lama. Perkembangan model prakiraan cuaca AI dalam empat tahun terakhir memungkinkan perusahaan membuat prakiraan sendiri, sesuatu yang sebelumnya sulit dilakukan perusahaan swasta karena biaya superkomputer yang mahal untuk simulasi atmosfer.

Saat ini, WindBorne memiliki 20 lokasi peluncuran di seluruh dunia dan sekitar 600 balon di udara setiap saat. Balon-balon ini mengumpulkan data di area yang sulit dijangkau, seperti di tengah pusaran topan. Perusahaan juga mulai mengerahkan paket sensor udara yang bisa jatuh ke laut dan terus mengumpulkan pengukuran sebagai pelampung mengambang.

Data kepemilikan yang dihasilkan oleh apa yang Dean sebut sebagai “sistem saraf planet” ini menjadi keunggulan kompetitif bagi model cuaca mereka. Model tersebut juga menyerap data dari badan meteorologi pemerintah di berbagai negara.

“Kami menunjukkan bahwa ketika Anda menambahkan balon ke prakiraan cuaca, Anda mendapatkan prakiraan yang lebih akurat, dan nilai per titik data jauh lebih kuat daripada satelit,” kata Dean. “Kami juga telah meningkatkan pendapatan sambil melakukan itu, sehingga mengurangi risiko sinyal permintaan kepada VC.”

Pelanggan Pemerintah dan Ekspansi ke Sektor Komersial

Pelanggan utama perusahaan saat ini adalah lembaga pemerintah. National Weather Service Amerika Serikat membeli data WindBorne, sementara Angkatan Udara AS dan Angkatan Laut AS membayar WindBorne melalui kemitraan penelitian. Salah satu upaya yang sedang berlangsung adalah mengembangkan model prakiraan yang bisa dijalankan di atas kapal dengan koneksi internet yang terputus-putus.

Langkah berikutnya adalah bisnis komersial. Saat ini, fokus utama diarahkan pada dana investasi yang menggunakan data cuaca untuk memprediksi harga komoditas dan hasil bisnis lainnya. Selain membiayai komputasi dan upaya mengganti komunikasi satelit jaringan balon dengan jaringan radio mesh, putaran pendanaan ini akan digunakan WindBorne untuk membangun tim go-to-market guna memperluas basis pelanggan di sektor swasta.

Ekspansi ke sektor swasta bukanlah perkara mudah. Dalam dekade terakhir, berbagai startup mencoba mengembangkan bisnis penginderaan seperti jaringan satelit pengamat bumi, tetapi kesulitan menembus sektor swasta karena mengekstraksi nilai dari data tersebut membutuhkan pengalaman dan alur kerja yang mapan. Sebagian besar akhirnya beralih ke lembaga pemerintah yang sudah terbiasa menggunakan data tersebut.

Perusahaan prakiraan cuaca swasta memang ada, tetapi sebagian besar menghasilkan uang dengan mengemas ulang atau menyempurnakan prakiraan pemerintah untuk media berita, kebutuhan khusus seperti penghilangan es pesawat dan rute kapal, atau untuk spekulan komoditas. Kondisi ini mungkin akan berubah seiring efisiensi pengolahan data oleh alat AI.

Saloni Multani, partner di Galvanize yang ikut memimpin putaran pendanaan, mengatakan pasar cuaca swasta selama ini terbatas karena “mengintegrasikan prakiraan cuaca ke dalam pengambilan keputusan bisnis yang lebih luas secara tradisional mahal dan sulit. Kami pikir AI mengubah persamaan itu. Prakiraan yang lebih baik membuat upaya itu layak dilakukan, dan AI memudahkan menghubungkan prakiraan tersebut dengan keputusan yang ingin diambil bisnis.”

Inovasi AI memang sedang mengubah berbagai industri, termasuk cara kita mengakses informasi dan teknologi. Perkembangan model cuaca ini menjadi contoh bagaimana AI dapat diterapkan pada tantangan nyata yang berdampak luas pada sektor bisnis dan pemerintahan.

Dengan pendanaan baru ini, WindBorne berencana memperkuat posisinya di pasar prakiraan cuaca berbasis AI. Kombinasi data unik dari balon cuaca dan model AI yang efisien menjadi fondasi utama perusahaan untuk bersaing di industri yang selama ini didominasi lembaga pemerintah.

Keberhasilan WindBorne mengumpulkan pendanaan menunjukkan bahwa investor mulai percaya pada potensi AI untuk mengubah industri cuaca. Teknologi prakiraan yang lebih akurat dan efisien dapat membuka peluang baru bagi bisnis di berbagai sektor, dari pertanian hingga logistik dan energi.

Langkah WindBorne untuk memperluas basis pelanggan di sektor swasta akan menjadi ujian penting. Jika berhasil, perusahaan ini dapat menjadi pionir dalam komersialisasi data cuaca berbasis AI, membuktikan bahwa nilai data tidak hanya terletak pada pengumpulannya, tetapi juga pada kemampuan mengolahnya menjadi keputusan bisnis yang lebih baik.

[CONTENT_END]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.