📑 Daftar Isi

Meditation app dan pria bermeditasi dalam tampilan split screen

Cara Membuat Aplikasi Meditasi dengan AI Studio dalam 5 Menit

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Google AI Studio memungkinkan pembuatan aplikasi meditasi tanpa keahlian coding
  • Proses pembuatan aplikasi hanya memakan waktu 238 detik atau kurang dari 5 menit
  • AI Studio memberikan saran otomatis untuk melengkapi deskripsi aplikasi yang diinginkan
  • Aplikasi dapat dipublikasikan ke URL unik dan dijalankan di iPhone melalui browser
  • Safari memblokir aplikasi karena cookie pihak ketiga, solusinya mematikan Prevent Cross-Site Tracking
  • Fitur Add to Home Screen membuat aplikasi terasa seperti aplikasi standalone
  • Hasil berupa web app dengan fitur seperti tema menenangkan dan panduan pernapasan

Telset.id – Google AI Studio kini memungkinkan pengguna membuat aplikasi meditasi sendiri tanpa keahlian coding. Seorang jurnalis TechRadar berhasil membangun aplikasi timer meditasi yang dipersonalisasi hanya dalam waktu 238 detik atau kurang dari 5 menit menggunakan alat AI tersebut.

Pengalaman ini menunjukkan perubahan signifikan dalam cara pengguna berinteraksi dengan teknologi. Alih-alih terus mencari aplikasi yang sesuai di App Store, pengguna kini memiliki opsi ketiga: mendeskripsikan aplikasi yang diinginkan dan membiarkan AI mewujudkannya.

Graham Barlow, Senior Editor AI di TechRadar, awalnya kesulitan menemukan aplikasi meditasi yang ideal untuk iPhone-nya. Kebutuhannya sederhana: timer yang menghitung mundur dari 10 menit dengan tampilan menarik. Aplikasi gratis yang dicobanya memiliki terlalu banyak fitur membingungkan atau penuh iklan yang mengarahkan ke upgrade berbayar setelah 30 hari.

Dia akhirnya menggunakan fungsi Timer di aplikasi Clock bawaan iOS dari Apple, tetapi aplikasi tersebut tidak memberikan pengalaman visual yang diinginkan. Kondisi inilah yang mendorongnya untuk mencoba pendekatan berbeda dengan memanfaatkan AI.

Proses Pembuatan Aplikasi dengan AI Studio

Langkah pertama yang dilakukan Barlow adalah membuka Google AI Studio melalui MacBook-nya dan menekan tombol Get Started. Dia kemudian mengetikkan deskripsi singkat tentang aplikasi yang diinginkan: “Saya ingin timer aplikasi meditasi yang akan menghitung mundur dari 10 menit ketika saya menekan tombol. Ini akan memiliki grafis yang menenangkan dan memutar nada yang menenangkan ketika menghitung mundur.”

Menariknya, Google secara otomatis memberikan saran untuk melengkapi prompt tersebut dengan menambahkan “dan memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan latar belakang soundscape dan pengaturan durasi sesi.” Barlow menerima saran ini karena dinilai sebagai ide yang bagus.

Dalam waktu 38 detik, AI Studio mengembalikan pratinjau desain untuk disetujui atau diubah. Desain antarmuka imersif awal terlihat sempurna, sehingga langsung diterima. Setelah itu, AI Studio menampilkan aplikasi jadi yang memiliki semua elemen yang diinginkan: desain menenangkan, tombol yang jelas, pemilih durasi sesi, dan nada santai selama sesi berlangsung.

Google AI Studio in use.

AI Studio bahkan menambahkan berbagai opsi berguna seperti pilihan tema yang menenangkan, pemilih waktu lead-in, panduan pernapasan berirama, dan lonceng interval. Semua fitur tambahan ini disajikan dengan cara yang tidak mengganggu dan tetap menjaga kesederhanaan fungsi inti aplikasi.

Menjalankan Aplikasi di iPhone

Setelah aplikasi selesai dibuat, tantangan berikutnya adalah memindahkannya dari AI Studio ke iPhone. Solusinya adalah menggunakan tombol Publish yang tersedia di AI Studio. Tombol ini mempublikasikan aplikasi ke alamat situs web unik yang bersifat publik.

Salah satu opsi untuk menjalankan aplikasi di iPhone adalah dengan mengklik URL di browser web iPhone. Menariknya, aplikasi berfungsi di browser Chrome iOS, tetapi tidak di Safari bawaan. Penelitian lebih lanjut mengungkapkan bahwa ini disebabkan oleh pemblokiran cookie pihak ketiga default Safari melalui Intelligent Tracking Prevention (ITP).

Perbaikannya cukup mudah: masuk ke Settings > Apps > Safari di iPhone dan matikan toggle untuk Prevent Cross-Site Tracking. Setelah itu, aplikasi berjalan lancar di Safari maupun Chrome.

Meditation app on an iPhone.

Untuk pengalaman yang lebih mirip aplikasi standalone, pengguna dapat memilih opsi Add to Home Screen melalui menu tiga titik di Safari > Share. Opsi ini membuat aplikasi berjalan tanpa elemen browser di layar sama sekali dan menambahkan ikon baru di layar utama iPhone.

Aplikasi timer meditasi ini kini digunakan setiap hari oleh Barlow dan menempati posisi di halaman pertama Home Screen iPhone-nya. Menurutnya, Google AI Studio memungkinkan transisi dari “Saya berharap ada aplikasi yang melakukan X” menjadi “Saya akan membuatnya sendiri” dalam hitungan detik.

Meskipun hasilnya berupa web app dan bukan aplikasi native iPhone yang dipoles, serta masih ada batasan untuk membangun tanpa pengetahuan coding, untuk alat pribadi kecil seperti ini hal tersebut tidak terlalu penting. Seperti yang dikatakan Barlow, dia tidak membutuhkan jutaan unduhan, pembaruan rutin, atau model bisnis. Dia hanya membutuhkan satu aplikasi yang bekerja persis seperti yang dia inginkan.

Kemampuan membangun aplikasi dengan AI ini juga relevan dengan perkembangan teknologi AI terkini yang semakin terjangkau. Bagi pengguna yang mengalami masalah teknis pada aplikasi, panduan mengatasi force close bisa menjadi referensi tambahan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.