Telset.id – Sebuah bar bertema AI di Beijing, China, menarik perhatian dengan cara unik: memberikan token DeepSeek gratis tanpa batas kepada pengunjung. AGI Bar, yang terletak di pusat teknologi Zhongguancun, menjalankan inferensi AI secara lokal menggunakan dua unit komputer mini Nvidia DGX Spark yang dipajang di lokasi.
Bar yang dibuka tahun lalu oleh Song De, seorang pengembang AI independen berusia tiga puluhan, ini menyajikan minuman khas seharga 9,9 yuan atau sekitar USD 1,50. Uniknya, setiap pengunjung yang terhubung ke WiFi bar dapat menggunakan agen AI milik bar tersebut secara gratis. Song De mengungkapkan kepada Reuters bahwa bar ini “benar-benar merugi,” dengan jumlah minuman yang diberikan gratis sekitar sepuluh kali lebih banyak daripada yang terjual.
Baca Juga:
Lokasi AGI Bar berada tidak jauh dari Universitas Tsinghua dan Peking, serta kantor DeepSeek dan Microsoft di Beijing. Bar ini juga pernah menjadi tuan rumah pesta untuk laboratorium AI China, termasuk Z.ai. Gong yang digunakan Z.ai saat pencatatan sahamnya di Hong Kong pada Januari lalu kini dipajang di depan pintu bar.
Nama terdaftar bar ini dalam bahasa China diterjemahkan sebagai “distilasi pengetahuan,” sebuah plesetan yang cocok untuk minuman keras maupun model bahasa besar (LLM). Menurut laporan, sebagian besar operasional bar telah diotomatisasi, dengan agen AI yang menangani inventaris, reservasi, dan keanggotaan. Pemiliknya berencana memperkenalkan robot humanoid di bar tersebut pada tahun ini.

Spesifikasi Nvidia DGX Spark di AGI Bar
Setiap unit Nvidia DGX Spark yang digunakan di bar ini menggabungkan CPU Arm 20-core dengan GPU Blackwell pada platform GB10 milik Nvidia. Perangkat ini membawa memori LPDDR5X terpadu sebesar 128GB, yang menurut Nvidia cukup untuk menjalankan model hingga 200 miliar parameter pada FP4. Ketika dua unit dihubungkan melalui NIC ConnectX-7, total memori yang terkumpul mencapai 256GB.
Model DeepSeek V3 dan R1 memiliki 671 miliar parameter, sementara V4 mencapai 1,6 triliun parameter. Artinya, model yang mengalir melalui WiFi bar ini kemungkinan merupakan versi terdistilasi atau terkuantisasi secara agresif, bukan model utuh.
Perangkat keras ini bukan barang murah. Setelah Nvidia menaikkan harga Founders Edition sebesar 18 persen menjadi USD 4.699 sebagai respons terhadap kelangkaan memori, sepasang unit ini menghabiskan biaya sekitar USD 9.400 sebelum satu token gratis pun dibagikan.
Konteks Industri AI China
Kabar tentang AGI Bar ini muncul di tengah dinamika industri AI China yang kompleks. DeepSeek menangguhkan putaran penggalangan dana keduanya pada akhir Juli, beberapa hari setelah pernyataan yang diatribusikan kepada pendirinya, Liang Wenfeng, menjadi viral di media sosial China. Putaran tersebut menargetkan valuasi pra-investasi sekitar 480 miliar yuan, atau sekitar USD 71 miliar.
Laporan yang mengutip outlet China Yicai menyebutkan bahwa notulen rapat yang bocor mencatat Liang membahas ketergantungan berkelanjutan DeepSeek pada chip Nvidia. Liang memperkirakan China tertinggal 12 hingga 18 bulan dari laboratorium AS terkemuka dengan komputasi sekitar seperduapuluh dari kapasitas mereka. Bloomberg, yang awalnya meliput transkrip bocor tersebut, mengatakan pihaknya belum memverifikasi keasliannya.
Pengakuan tersebut menjadi sorotan bagi upaya Beijing untuk melepaskan sektor AI-nya dari silikon Amerika. Tahun lalu, DeepSeek dilaporkan didesak untuk melatih model R2 pada perangkat keras Ascend milik Huawei. Namun, kegagalan berulang akhirnya membuat pelatihan kembali menggunakan GPU Nvidia.
Kehadiran dua unit Nvidia DGX Spark Amerika yang dipajang sebagai atraksi utama di sebuah bar Beijing menjadi pemandangan yang agak kontras dengan narasi kemandirian teknologi China.
Bagi pengunjung yang penasaran dengan perkembangan AI di China, AGI Bar menawarkan pengalaman langsung yang unik. Sementara itu, industri otomotif China juga terus bergerak, dengan debut Chery Arrizo X di Beijing yang menonjolkan aerodinamika 0,196 Cd.
Model bisnis AGI Bar yang mengutamakan pemberian gratis daripada penjualan menunjukkan bagaimana persaingan AI telah merambah hingga ke tingkat ritel dan hiburan. Dengan rencana menghadirkan robot humanoid, bar ini tampaknya akan terus menjadi pusat perhatian di kawasan Zhongguancun.





Komentar
Belum ada komentar.