Telset.id – Liquid Death dan Garage Beer meluncurkan kampanye iklan viral yang mengajak masyarakat mengirimkan urine ke data center AI sebagai bentuk protes terhadap konsumsi air yang besar. Iklan yang menampilkan bintang NFL Jason Kelce ini hadir di tengah meningkatnya penolakan publik terhadap pembangunan infrastruktur data center di Amerika Serikat.
Langkah berani kedua merek independen ini menyoroti isu sensitif yang menurut data menyatukan warga Amerika. Lebih dari 70% warga Amerika menentang pembangunan infrastruktur data center di dekat rumah mereka, menjadikan isu ini sebagai perhatian publik yang luas.
Konsep iklan ini berawal dari tim kreatif Liquid Death, dengan komedian Sabrina Jalees sebagai pencetus ide data center. Iklan tersebut kemudian diadaptasi menampilkan Jason Kelce yang juga merupakan pemilik Garage Beer, menunjukkan kolaborasi kedua merek untuk mempromosikan produk mereka sambil mengajak orang buang air kecil di komputer “untuk menyelamatkan umat manusia.”

Vice President Kreatif Liquid Death, Andy Pearson, menjelaskan strategi di balik kampanye ini kepada Marketing Dive. “Kami memiliki banyak afinitas dengan apa yang mereka lakukan: mereka mengerjakan komedi, dan mereka juga indie yang mencoba menembus arus utama. Kami memposisikan minuman energi kami sebagai bir ringan dari energi – lebih sedikit kalori, lebih ringan, lebih mudah diminum – jadi itulah strateginya.”
Mengenai konsep buang air kecil di data center, Pearson menambahkan bahwa ini adalah satu isu yang umum di seluruh Amerika. “Ketika Anda melihat datanya, ini benar-benar satu hal yang menyatukan semua warga Amerika saat ini, di seluruh spektrum.”
Dalam video tersebut, Kelce membuka pernyataannya dengan mengatakan “pusat data AI membuang jutaan galon air.” Video ini juga menyertakan disclaimer yang meminta penonton untuk tidak benar-benar mengirim urine mereka.

Masalah Konsumsi Air Data Center
Selain penggunaan listrik dan konsumsi yang mendorong harga bagi semua konsumen, masalah besar berikutnya yang dihadapi banyak data center adalah jumlah air yang mereka konsumsi dalam operasionalnya. Ada beberapa kasus data center yang mempengaruhi pasokan air di lingkungan sekitarnya.
Salah satu contohnya adalah kampus seluas 615 hektar di Fayetteville yang telah menyebabkan tekanan air rendah selama lebih dari 15 bulan karena diam-diam menyedot 29 juta galon air. Laporan lain menunjukkan data center Meta yang diduga mengeruhkan pasokan air di sebuah kota di Georgia.
Kekhawatiran ini mendorong raksasa teknologi seperti Microsoft dan Amazon mengeluarkan klaim bahwa data center mereka hanya mengonsumsi sedikit air, sementara Nvidia juga telah mengembangkan teknologi yang akan memangkas penggunaan air data center hingga 100%. Namun, banyak pihak merasa upaya ini belum cukup untuk mengatasi masalah yang dirasakan saat ini, sehingga memicu perlawanan yang kuat dan meluas terhadap proyek-proyek ini di seluruh negeri.
Humor sebagai Pendekatan Isu Sensitif
Kedua merek indie ini mencoba mengangkat isu tersebut dengan cara yang lebih ringan dan tidak menggurui, menggunakan humor dan sedikit kekasaran untuk menyentuh isu sensitif seperti data center. Meskipun video memiliki disclaimer yang mengatakan “tolong jangan benar-benar mengirim urine Anda,” beberapa pengembangan berencana menggunakan air limbah yang diolah alih-alih air tawar untuk kebutuhan air mereka, sehingga beberapa data center sudah menggunakan “urine” untuk mendinginkan GPU mereka.
Kampanye ini muncul di saat kesadaran publik terhadap dampak lingkungan data center semakin meningkat. Berbagai laporan menunjukkan bahwa pusat data AI baru di Amerika Serikat sebagian besar dibangun di zona kekeringan, menambah urgensi pada masalah konsumsi air ini.
Proyek data center besar seperti Project Jupiter di New Mexico juga menimbulkan kekhawatiran tentang penggunaan air di daerah pedesaan, sementara aktivis seperti Erin Brockovich mulai melacak data center AI dan meminta komunitas yang terkena dampak untuk melaporkan masalah mereka.
Dengan proyeksi AI akan mengonsumsi hingga 600 miliar galon air pada tahun 2030, kampanye kreatif Liquid Death dan Garage Beer ini menjadi bagian dari percakapan yang lebih besar tentang keberlanjutan infrastruktur digital. Melalui pendekatan humor, kedua merek ini berharap dapat menarik perhatian publik terhadap isu serius yang sering kali dianggap membosankan atau terlalu teknis untuk dibahas secara umum.
Iklan ini juga mencerminkan tren baru di mana merek-merek konsumen mulai mengambil posisi dalam isu-isu teknologi dan lingkungan, menggunakan platform mereka untuk menyuarakan keprihatinan publik. Dengan menggabungkan elemen hiburan dan pesan sosial, kampanye ini berusaha menjembatani kesenjangan antara kesadaran publik dan tindakan nyata yang diperlukan untuk mengatasi masalah konsumsi sumber daya di industri teknologi.
Meskipun pendekatan yang digunakan terbilang tidak konvensional, kampanye ini berhasil menarik perhatian pada isu yang selama ini kurang mendapat sorotan publik. Data center memang menjadi tulang punggung ekonomi digital modern, namun dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar sering kali terabaikan dalam diskusi tentang kemajuan teknologi.
Kolaborasi antara Liquid Death dan Garage Beer ini menunjukkan bahwa merek-merek independen dapat memainkan peran penting dalam mengangkat isu-isu kompleks dengan cara yang dapat diakses oleh khalayak luas. Dengan menggabungkan elemen komedi, selebriti, dan pesan sosial, kampanye ini menciptakan ruang dialog baru tentang masa depan infrastruktur digital dan tanggung jawab industri teknologi terhadap lingkungan.





Komentar
Belum ada komentar.