📑 Daftar Isi

Sam Altman CEO OpenAI memberikan pernyataan dalam wawancara podcast David Senra

Altman Khawatir AI Dikuasai Segelintir Perusahaan Besar

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • CEO OpenAI Sam Altman khawatir AI dikuasai segelintir perusahaan besar
  • Altman ingin masyarakat dan model AI berevolusi bersama
  • Pandangan Altman bertentangan dengan CEO Anthropic Dario Amodei soal keamanan model AI
  • Altman menolak regulasi pemerintah terhadap AI, lebih memilih kebebasan
  • OpenAI telah merilis dua model open-weight: gpt-oss-120b dan gpt-oss-20b
  • Altman prediksi ledakan bisnis kecil yang didukung AI
  • Perkembangan AI tidak secepat yang diperkirakan sejak GPT-4 rilis 2023

Telset.id – CEO OpenAI Sam Altman mengungkapkan kekhawatirannya bahwa terlalu sedikit perusahaan yang memiliki pengaruh besar terhadap arah perkembangan kecerdasan buatan (AI). Dalam wawancara dengan podcast David Senra, Altman memperingatkan skenario di mana masyarakat tidak memiliki suara dalam bagaimana AI mengubah dunia.

Altman menyatakan keinginannya agar “masyarakat dan model… berevolusi bersama”. Ia menegaskan bahwa pendekatan yang tepat adalah memberi kendali mendalam kepada masyarakat atas masa depan teknologi ini. Pernyataan ini muncul di tengah perdebatan global mengenai regulasi dan tata kelola AI.

Sam Altman/Photo Agency

Kekhawatiran Altman ini diyakini merujuk pada rivalnya, CEO Anthropic Dario Amodei. Keduanya memiliki pandangan yang bertolak belakang mengenai bagaimana AI seharusnya dikembangkan dan dikendalikan. Altman juga memperluas pandangannya bahwa pemerintah seharusnya tidak mengatur AI, dengan preferensi yang mengutamakan kebebasan di atas kemungkinan keamanan.

Pandangan Altman Soal Evolusi AI

Dalam wawancara tersebut, Altman memaparkan visinya tentang AI yang berkembang seiring dengan penerimaan manusia terhadap teknologi tersebut. “Masyarakat dan model akan berevolusi bersama,” ujarnya. “Pendekatan yang tepat adalah orang-orang mengendalikan masa depan secara mendalam.”

Namun, Altman mengakui bahwa perkembangan tidak berjalan secepat yang ia perkirakan saat OpenAI pertama kali merilis GPT-4 pada 2023. “Saya pikir ketika kita mencapai GPT-4, yang terjadi pada 2023, bahwa segera setelah itu akan ada lebih banyak gangguan,” katanya.

Salah satu ekspektasi Altman saat itu adalah bisnis perangkat lunak yang lebih luas dan langsung terdampak oleh AI. Meskipun inersia ekonomi telah mengurangi dampak tersebut untuk saat ini, Altman tetap antusias dengan kemampuan AI dalam membuka peluang usaha kecil.

“Kita akan segera melihat ledakan terbesar dalam hal orang memulai bisnis kecil daripada yang pernah kita lihat… AI memberdayakan itu,” ujarnya.

Sam Altman smiling.

Kebebasan versus Keamanan Model AI

Pandangan Altman tentang kebebasan dan kebutuhan akan model terbuka menempatkannya dalam oposisi langsung dengan CEO Anthropic Dario Amodei. Pada Juni 2026, Amodei menyatakan bahwa model Mythos terbaru dapat menjadi risiko bagi sektor keuangan dan infrastruktur serta menghadirkan tantangan bagi keamanan siber.

Bagi Altman, hal ini justru terbalik. “Ada banyak orang yang sangat gugup tentang besarnya risiko tersebut dan sangat terbawa oleh itu serta merasa perlu melindungi dunia,” katanya. “Seperti, ‘Kita harus menukar banyak kebebasan dengan keamanan.'”

Menariknya, sebagian besar perusahaan AI besar China merilis model open-weight, memungkinkan mereka menyaingi Anthropic dan OpenAI. Sementara Anthropic belum merilis model open-weight, OpenAI telah merilis dua: gpt-oss-120b dan gpt-oss-20b.

Altman adalah pendiri teknologi terbaru yang muncul di podcast mingguan David Senra, yang dimulai pada 2025 dengan Daniel Ek dari Spotify sebagai tamu pertama.

Pertarungan Dua Filosofi AI

Perdebatan antara Altman dan Amodei mencerminkan dua filosofi yang berbeda dalam pengembangan AI. Altman meyakini bahwa model terbuka dan kebebasan adalah kunci untuk memastikan masyarakat memiliki kendali atas teknologi ini. Sementara itu, Amodei menekankan risiko keamanan yang mungkin timbul dari pengembangan AI yang terlalu cepat.

Sam Altman and ChatGPT logo.

Altman juga mengungkapkan bahwa ia telah lama mengkhawatirkan potensi AI untuk bertindak secara otonom dan kemungkinan lepas dari kendali manusia. Namun, ia tetap percaya bahwa kebebasan dan keterbukaan adalah pendekatan yang lebih baik dibandingkan pembatasan ketat.

Pernyataan Altman ini muncul di tengah meningkatnya perhatian global terhadap tata kelola AI. Berbagai negara dan perusahaan teknologi sedang berdebat mengenai bagaimana menyeimbangkan inovasi dengan keamanan.

Masa Depan Kendali AI

Pertanyaan yang kini muncul adalah apakah masyarakat dan bisnis kecil akan mendapatkan keuntungan jangka panjang dari model terbuka berbasis kebebasan ala OpenAI, atau justru memilih model tertutup yang “aman” dari Anthropic.

Altman meyakini bahwa pendekatan kebebasan akan memberdayakan lebih banyak orang untuk berpartisipasi dalam perkembangan AI. Ia melihat potensi besar dalam kemampuan AI untuk membuka peluang baru bagi usaha kecil dan individu.

Sementara itu, kekhawatiran tentang konsentrasi kekuasaan AI di tangan segelintir perusahaan besar terus menjadi perdebatan hangat. Pandangan Altman menunjukkan bahwa bahkan di dalam industri AI sendiri, terdapat kekhawatiran tentang bagaimana teknologi ini akan membentuk masa depan manusia.

Komentar Altman ini menjadi bagian dari diskusi yang lebih luas tentang peran perusahaan teknologi dalam menentukan arah perkembangan AI. Dengan semakin banyaknya perusahaan yang terlibat dalam pengembangan AI, pertanyaan tentang siapa yang seharusnya mengendalikan teknologi ini menjadi semakin relevan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.