📑 Daftar Isi

Ilustrasi tangan robot mengetik di laptop melambangkan konten buatan AI

35% Halaman Web Baru Terdeteksi Konten Buatan AI, Ini Temuan Pew Research

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Pew Research Center menemukan 35% halaman web baru sejak ChatGPT menunjukkan tanda AI
  • Studi menganalisis 10.000 halaman web dari proyek Common Crawl
  • 9,6% dari seluruh sampel diduga ditulis oleh AI
  • Mayoritas konten AI berasal dari domain .com yang bersifat komersial
  • Hanya 1% dari domain .edu dan 0,8% dari domain .gov
  • Em dash muncul 2x lebih sering sejak 2023, Oxford comma naik 63%
  • Kata "delve," "interplay," dan "testament" meningkat 2x lipat penggunaannya

Telset.id – Sebanyak 35% halaman web yang diterbitkan sejak peluncuran ChatGPT menunjukkan tanda-tanda ditulis oleh kecerdasan buatan (AI). Temuan ini berasal dari riset terbaru Pew Research Center yang menganalisis sampel 10.000 halaman web.

Studi berjudul “How Much of the Internet Is Written With AI?” ini menggunakan alat otomatis untuk menilai sampel halaman web. Dari seluruh sampel yang diambil dari proyek Common Crawl, hampir 10% dari semua halaman memiliki tanda-tanda dibuat oleh AI. Angka ini dianggap signifikan mengingat sampel Common Crawl mencakup data sejak awal World Wide Web, lebih dari 30 tahun lalu.

Laporan yang disusun menggunakan model machine learning untuk mencari tanda-tanda kepenulisan AI ini menemukan bahwa 9,6% dari seluruh halaman dalam sampel 10.000 tampaknya ditulis oleh AI. Meski terlihat kecil, angka ini mencerminkan tren besar dalam konten web terbaru.

Sejalan dengan penelitian lain, data ini mengindikasikan bahwa “sebagian besar halaman yang baru diterbitkan di internet kemungkinan ditulis atau diedit secara substansial oleh AI.” Temuan ini memperkuat kekhawatiran tentang dominasi konten buatan mesin di dunia digital.

Sebuah tangan robot mengetik di keyboard laptop

Dominasi Domain Komersial dalam Konten AI

Data yang menenangkan menunjukkan bahwa mayoritas halaman web yang diduga dihasilkan AI pada 2026 berasal dari domain .com yang biasanya bersifat komersial. Sebaliknya, hanya 1% yang berasal dari domain .edu (lembaga pendidikan AS) dan 0,8% dari domain .gov (pemerintah).

Hal ini menunjukkan bahwa adopsi AI dalam pembuatan konten lebih banyak terjadi di sektor komersial dibandingkan sektor pendidikan atau pemerintahan. Ini juga menjadi indikator bahwa motivasi komersial menjadi pendorong utama penggunaan AI untuk menghasilkan konten web.

Fenomena ini juga berdampak pada cara mesin pencari dan pengguna internet memandang kredibilitas konten. Halaman dari domain .edu atau .gov secara keseluruhan lebih mungkin ditulis oleh manusia, memberikan sinyal kepercayaan bagi pembaca.

Ciri Khas Teks yang Ditulis AI

Dengan mengevaluasi 490.000 halaman web berbahasa Inggris, Pew Research Center juga menetapkan beberapa indikator umum dari teks yang dihasilkan AI. Em dash atau garis panjang sering dianggap sebagai contoh tulisan AI, begitu juga penggunaan Oxford comma.

Em dash muncul “dua kali lebih sering” di halaman yang diterbitkan sejak 2023, sementara Oxford comma mengalami peningkatan 63%. Para penulis laporan mencatat bahwa ini bukan indikator tunggal karena manusia juga menggunakannya dalam tulisan.

Beberapa “penanda” lain menawarkan indikasi yang lebih andal tentang tulisan yang dihasilkan AI. Kata-kata tertentu seperti “delve,” “interplay,” dan “testament” disebut telah “lebih dari dua kali lipat penggunaannya.” Laporan ini mencantumkan banyak contoh “kosakata khas AI.”

Selain itu, pola negatif parallelism yang sering terlihat sebagai “ini bukan hanya X, ini Y” hampir tiga kali lipat penggunaannya. Pola bahasa seperti ini menjadi ciri yang semakin mudah dikenali dari konten buatan AI.

Tangan pria menggunakan laptop untuk mencari informasi dan konsep optimasi mesin pencari

Meskipun semakin sulit mengidentifikasi halaman web yang dihasilkan AI, tanda-tanda ini membantu peneliti dan pengguna untuk membedakan konten otomatis dari tulisan manusia. Temuan ini juga relevan dengan perkembangan AI yang semakin terintegrasi dalam berbagai platform digital.

Pew Research Center menegaskan bahwa meskipun identifikasi konten AI semakin menantang, halaman dari domain pendidikan dan pemerintahan secara keseluruhan lebih mungkin ditulis manusia. Ini menjadi panduan bagi pembaca yang ingin memverifikasi keaslian konten yang mereka baca.

Riset ini juga memperkuat temuan sebelumnya tentang konten buatan AI yang semakin meluas di internet. Dengan semakin banyaknya alat AI yang tersedia, tren ini diperkirakan akan terus meningkat.

Bagi pengguna internet, temuan ini menjadi pengingat untuk lebih kritis dalam menyikapi informasi yang beredar. Kemampuan membedakan konten AI dari tulisan manusia menjadi keterampilan penting di era digital saat ini.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.