Telset.id, Jakarta ā Sejumlah pendiri perusahaan rintisan atau startup Indonesia kembali mendapat beasiswa dari Executive Chairman dan pendiri Alibaba Group, Jack Ma. Keempat pengusaha muda tersebut adalah Agung BezharieĀ dariĀ Warung Pintar, Mario Ronaldo Andrew MawikereĀ dariĀ Bizzy Indonesia, Rade TampubolonĀ dariĀ Sociabuzz.com dan Victor Jia Hap LiewĀ dariĀ Xfers Pte. Ltd.
Agung dkk merupakan bagian dari 40 pendiri startup dari 11 negara, yang akan mengikuti program angkatan kedua kelas Asia beasiswa intensif selama 14 hari di China itu. Disini nantinya, mereka akan mendapatkan wawasan dan pengalaman langsung seputar e-dagang serta inovasi-inovasi dari China dan banyak negara lainnya.
Program ini juga menjadi salah satu bentuk komitmen Jack Ma, yang juga menjabat sebagai penasihat khusus untuk UNCTAD dalam eFounders Fellowship ā program hasil kerja sama The United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), dan Alibaba Business School untuk membina 1.000 pengusaha dari berbagai negara berkembang selama lima tahun mendatang.
Koordinator program eFounders Fellowship di UNCTAD Arlette Verploegh mengatakan program ini merupakan bagian dari kerangka Agenda 2030 untuk pembangunan yang berkelanjutan. Tujuannya adalah memastikan tidak ada negara yang tertinggal di era ekonomi digital dengan cara menjembatani kesenjangan digital berbagai perusahaan di negara berkembang.
āPengusaha muda, terutama mereka yang terlibat di program ini, menunjukkan komitmen yang sangat kuat untuk berkontribusi terhadap dunia. Kami juga mencatat bahwa memperkuat ekonomi digital, membangun daerah perdesaan dan mengikutsertakan kelompok tenaga kerja yang rentan melalui pelatihan di negara-negara berkembang adalah beberapa poin penting sejak peluncuran eFounders Fellowship tahun lalu,ā kata Verploegh dalam keterangan yang diterima Telset.id, Kamis (8/11/2018).
Selain Indonesia, 10 negara kelompok Asia lainnya yang juga menjadi penerima beasiswa Jack Ma ini adalah Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, Kamboja, Pakistan, Singapura, India, Bangladesh, dan Myanmar.
Para penerima beasiswa dipilih dan diseleksi dari 300 pendaftar yang mewakili berbagai industri termasuk e-dagang, logistik, teknologi finansial, pariwisata danĀ big data.Ā Setelah lulus, mereka akan menjadi anggota eFounders Fellows, komunitas pengusaha muda eksklusif yang mendorong transformasi digital di negaranya masing-masing.
Sebelumnya, eFounders Fellowship telah menggelar tiga kelas. Kelas pertama terdiri dari 24 pengusaha dari Afrika, kelas kedua dengan 37 pengusaha dari Asia Tenggara dan Asia Selatan, dan kelas ketiga dengan 29 pengusaha dari Afrika.
Maret lalu, 9 pengusaha rintisan dari Indonesia telah menjadi angkatan pertama dari Asia di program eFounders Fellowship. Mereka mewakili berbagai industri seperti e-dagang, teknologi finansial, logistik, dan pariwisata.
āKami sangat senang dapat melanjutkan visi kami untuk mendukung para pengusaha digital dan komunitas dari berbagai belahan dunia termasuk dari Asia. Komunitas eFounders Fellowship akan semakin berkembang seiring dengan masuknya anggota-anggota baru. Kami juga telah melihat berbagai dampak positif yang dilakukan komunitas ini di masing-masing negara,ā kata Vice President of Alibaba Group Brian A. Wong.
Dia memastikan penasihat dari lima negara di Asia juga akan bergabung untuk mengawal dan mendukung perkembangan para peserta pada saat pelaksanaan program eFounders dan setelah para peserta lulus.
Program eFounders Fellowship, kata dia, merefleksikan misi Alibaba untuk mengembangkan pengusaha kecil dan menengah agar dapat bersaing di kancah internasional. Program ini diumumkan pertama kali pada 2017 saat Jack Ma mengunjungi benua Afrika bersama Sekretaris Jendral UNCTAD Dr. Mukhisa Kituyi dalam memenuhi perannya sebagai UNCTAD Special Adviser for Young Entrepreneurs and Small Business. [WS/IF]




