Telset.id – Tim Global Government Affairs X mengidentifikasi bot farm sekitar 200.000 akun yang diduga dibuat operator China untuk memanipulasi opini publik Amerika Serikat soal AI data center. Dari jumlah tersebut, 200 akun aktif memposting konten yang dirancang untuk memengaruhi persepsi publik, terutama terkait dampak negatif AI data center terhadap harga listrik.
Tim X Safety menemukan akun-akun tersebut memakai nama-nama Amerika seperti Thomas Jackson, Patricia Robinson, Sandra Thompson, dan Kenneth Flores agar terlihat dimiliki warga AS. Mereka juga membagikan berita dari sumber legitim seperti The Southern Maryland Chronicle, namun menambahkan komentar dan gambar hasil AI yang dirancang untuk memicu emosi pembaca.

“Kami mengidentifikasi bot farm sekitar 200.000 akun. Dalam farm ini, kami menemukan 200 akun yang memposting dengan cara yang dapat memanipulasi perdebatan sah tentang kebijakan energi dan AI Amerika,” tulis tim tersebut dalam unggahannya.
“Postingan tersebut berisi klaim bahwa AI data center mendorong kenaikan harga listrik rumah tangga dan membebani jaringan listrik. Beberapa lainnya menyertakan kartun buatan AI yang menggambarkan operator data center memperkaya diri sendiri dengan mengorbankan publik.”
Salah satu narasi yang mereka dorong adalah kisah PJM Interconnection yang menaikkan harga hingga 76 persen akibat permintaan AI data center. Akun-akun bot ini menambahkan komentar dan gambar AI untuk memperkeruh suasana di linimasa pengguna.
Baca Juga:
Resistensi Data Center Tidak Sepenuhnya dari Propaganda China
Meski ditemukan operasi pengaruh dari China, resistensi terhadap data center tidak sepenuhnya didorong propaganda asing. Survei terbaru menunjukkan pendorong terbesar protes data center adalah dampak lingkungan dan ekonomi lokal yang nyata, terutama setelah banyak proyek menunjukkan efek negatif bagi komunitas sekitar.
Miliarder investor Kevin O’Leary sempat mengklaim propaganda China menjadi biang kerok sentimen anti-data center. Namun data menunjukkan kekhawatiran warga tentang pengembangan data center di area mereka memang valid dan benar.

Belum jelas siapa yang mensponsori atau mengotorisasi akun-akun terkait China di X. Namun ada laporan operasi terkait China yang dirancang untuk memecah opini AS soal AI. Negara-negara memang selalu menggunakan propaganda untuk kepentingan mereka sendiri, dan internet, media sosial, serta kecerdasan buatan membuat hal ini semakin mudah.
Kekhawatiran warga tentang pengembangan data center memang valid, tetapi ancaman intervensi asing dalam politik domestik Amerika juga nyata. Platform dan masyarakat perlu lebih waspada terhadap upaya manipulasi informasi semacam ini.

Temuan ini menjadi pengingat bahwa ancaman keamanan siber dan operasi pengaruh asing terus berkembang. Sebelumnya, jaringan kamera dan berbagai infrastruktur digital juga menjadi perhatian serius dalam hal keamanan dan privasi.
X sendiri telah mengambil tindakan dengan mengidentifikasi dan membongkar bot farm ini. Namun tantangan ke depan adalah bagaimana platform media sosial dapat lebih cepat mendeteksi dan menangkal operasi pengaruh asing yang semakin canggih dengan bantuan AI.





Komentar
Belum ada komentar.