📑 Daftar Isi

Ilustrasi bot farm 200 ribu akun yang ditemukan tim keamanan X

X Temukan Bot Farm 200 Ribu Akun China Manipulasi Isu AI Data Center

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • X menemukan bot farm sekitar 200.000 akun yang diduga dibuat operator China
  • 200 akun aktif memposting konten manipulatif soal AI data center dan harga listrik
  • Akun menggunakan nama Amerika seperti Thomas Jackson dan Patricia Robinson
  • Narasi yang didorong termasuk kenaikan harga PJM Interconnection sebesar 76 persen
  • Resistensi data center tidak sepenuhnya dari propaganda China, tapi juga dampak lingkungan lokal
  • Kevin O'Leary sempat mengklaim propaganda China di balik sentimen anti-data center
  • Belum jelas siapa sponsor di balik akun-akun terkait China tersebut

Telset.id – Tim Global Government Affairs X mengidentifikasi bot farm sekitar 200.000 akun yang diduga dibuat operator China untuk memanipulasi opini publik Amerika Serikat soal AI data center. Dari jumlah tersebut, 200 akun aktif memposting konten yang dirancang untuk memengaruhi persepsi publik, terutama terkait dampak negatif AI data center terhadap harga listrik.

Tim X Safety menemukan akun-akun tersebut memakai nama-nama Amerika seperti Thomas Jackson, Patricia Robinson, Sandra Thompson, dan Kenneth Flores agar terlihat dimiliki warga AS. Mereka juga membagikan berita dari sumber legitim seperti The Southern Maryland Chronicle, namun menambahkan komentar dan gambar hasil AI yang dirancang untuk memicu emosi pembaca.

Bot Farm
Bot farm 200 ribu akun ditemukan di platform X

“Kami mengidentifikasi bot farm sekitar 200.000 akun. Dalam farm ini, kami menemukan 200 akun yang memposting dengan cara yang dapat memanipulasi perdebatan sah tentang kebijakan energi dan AI Amerika,” tulis tim tersebut dalam unggahannya.

“Postingan tersebut berisi klaim bahwa AI data center mendorong kenaikan harga listrik rumah tangga dan membebani jaringan listrik. Beberapa lainnya menyertakan kartun buatan AI yang menggambarkan operator data center memperkaya diri sendiri dengan mengorbankan publik.”

Salah satu narasi yang mereka dorong adalah kisah PJM Interconnection yang menaikkan harga hingga 76 persen akibat permintaan AI data center. Akun-akun bot ini menambahkan komentar dan gambar AI untuk memperkeruh suasana di linimasa pengguna.

Baca Juga:

Resistensi Data Center Tidak Sepenuhnya dari Propaganda China

Meski ditemukan operasi pengaruh dari China, resistensi terhadap data center tidak sepenuhnya didorong propaganda asing. Survei terbaru menunjukkan pendorong terbesar protes data center adalah dampak lingkungan dan ekonomi lokal yang nyata, terutama setelah banyak proyek menunjukkan efek negatif bagi komunitas sekitar.

Miliarder investor Kevin O’Leary sempat mengklaim propaganda China menjadi biang kerok sentimen anti-data center. Namun data menunjukkan kekhawatiran warga tentang pengembangan data center di area mereka memang valid dan benar.

Kevin O'Leary
Kevin O’Leary sempat mengklaim propaganda China di balik sentimen anti-data center

Belum jelas siapa yang mensponsori atau mengotorisasi akun-akun terkait China di X. Namun ada laporan operasi terkait China yang dirancang untuk memecah opini AS soal AI. Negara-negara memang selalu menggunakan propaganda untuk kepentingan mereka sendiri, dan internet, media sosial, serta kecerdasan buatan membuat hal ini semakin mudah.

Kekhawatiran warga tentang pengembangan data center memang valid, tetapi ancaman intervensi asing dalam politik domestik Amerika juga nyata. Platform dan masyarakat perlu lebih waspada terhadap upaya manipulasi informasi semacam ini.

A data center under construction
Protes data center didorong dampak lingkungan dan ekonomi lokal

Temuan ini menjadi pengingat bahwa ancaman keamanan siber dan operasi pengaruh asing terus berkembang. Sebelumnya, jaringan kamera dan berbagai infrastruktur digital juga menjadi perhatian serius dalam hal keamanan dan privasi.

X sendiri telah mengambil tindakan dengan mengidentifikasi dan membongkar bot farm ini. Namun tantangan ke depan adalah bagaimana platform media sosial dapat lebih cepat mendeteksi dan menangkal operasi pengaruh asing yang semakin canggih dengan bantuan AI.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.