Telset.id – Microsoft menyatakan Windows 11 kini menjadi “hingga 20 persen lebih responsif” dibandingkan kondisi sistem operasi pada awal 2026, dengan peningkatan yang disebut dapat terasa sejak pengguna masuk ke PC. Klaim tersebut disampaikan Microsoft melalui sebuah blog post, dan diukur dari peningkatan kecepatan pada sejumlah bagian antarmuka yang paling sering digunakan.
Angka 20 persen itu disebut Microsoft berdasarkan pengukuran pada Windows 11 search, menu klik kanan, Settings, Start menu, File Explorer, serta Snipping Tool. Peningkatan performa ini terlihat pada update Oktober terbaru untuk Windows 11 — yang diuji pada update preview September — dibandingkan dengan kondisi OS di awal 2026. Microsoft menegaskan performa tetap dapat berbeda tergantung perangkat dan konfigurasi yang digunakan.
Menurut Microsoft, sebagian besar peningkatan performa tersebut berasal dari pemanfaatan sumber daya sistem dan RAM yang lebih baik, melalui perbaikan pada manajemen dan efisiensi memori. Microsoft menyebut langkah ini “dapat membuat perbedaan yang sangat berarti pada PC dengan memori 8GB.”
Manajemen RAM dan Widget Lebih Efisien
Microsoft menjelaskan bahwa Windows kini dapat menyimpan hingga 2GB lebih banyak data aktif di memori, alih-alih memindahkannya ke penyimpanan yang lebih lambat. Langkah ini disebut membantu PC tetap responsif saat pengguna membuka lebih banyak aplikasi atau tab browser.
Selain itu, penggunaan RAM di latar belakang juga dipangkas. Pada PC dengan memori hanya 8GB atau kurang, widget kini hanya dimuat saat dibuka, sehingga mengurangi beban kerja latar belakang sebesar 200 MB.
Langkah Microsoft memangkas konsumsi memori ini melengkapi sejumlah perbaikan yang telah dilakukan sebelumnya. Sebelumnya, Microsoft juga disebut tengah mengerjakan perbaikan waktu booting yang berpotensi memberi dorongan kecepatan gratis bagi pengguna. Perubahan lain yang pernah dibahas mencakup perbaikan pada update Windows 11 26H2 yang dilaporkan memperbaiki penggunaan RAM untuk sebagian pengguna.
Baca Juga:
Dalam blog post yang sama, Microsoft juga mengingatkan kembali berbagai perbaikan yang telah dilakukan untuk Windows 11, mulai dari perubahan antarmuka pada Start menu dan taskbar hingga peningkatan pada Windows update. Microsoft juga menyoroti perubahan yang membuat pencarian lebih cepat, lebih akurat, dan lebih efisien dalam penggunaan RAM.
Photos, Viewer, dan Gallery Dibangun Ulang
Selain peningkatan performa sistem secara keseluruhan, Microsoft memperkenalkan aplikasi Photos yang baru. Microsoft menyebut aplikasi Photos ini dibangun ulang di atas WinUI 3, kerangka antarmuka modern untuk Windows 11, dan kini diluncurkan 25 persen lebih cepat dibandingkan sebelumnya.
Aplikasi Photos anyar ini membawa susunan menu dan fitur yang direorganisasi, termasuk fitur repair untuk menghilangkan objek yang tidak diinginkan, serta relight untuk menyesuaikan pencahayaan foto dengan cepat. Perubahan pada aplikasi Photos ini menjadi bagian dari rangkaian pembaruan yang menyentuh pengalaman pengelolaan foto di Windows 11.

Bukan hanya aplikasi Photos, Photo viewer juga diluncurkan lebih cepat, yaitu sekitar 15 persen lebih cepat secara rata-rata menurut klaim Microsoft. Viewer tersebut membuka foto hingga 30 persen lebih cepat dan hadir dengan desain yang lebih bersih dan ramping, sehingga pengguna dapat melihat lebih banyak bagian dari gambar.
Microsoft juga menambahkan Gallery baru yang menyatukan foto di PC dengan foto di cloud, mencakup OneDrive dan Apple iCloud. Gallery ini disebut menawarkan waktu peluncuran lebih cepat, scrolling yang lebih responsif, dan pencarian bahasa alami, sehingga pengguna dapat meminta “foto anjing saya di pantai” dan Windows akan menemukannya.
Perombakan aplikasi Photos, Viewer, dan Gallery ini sejalan dengan langkah serupa yang sebelumnya dibahas mengenai penyatuan galeri OneDrive dan iCloud dalam satu pengalaman. Perubahan tersebut menandakan fokus Microsoft tidak hanya pada performa sistem, tetapi juga pada aplikasi bawaan yang paling sering digunakan.

Di sisi lain, Microsoft juga tengah memperketat aspek keamanan dan akun pada Windows 11. Langkah ini terlihat dari upaya menutup celah bypass akun di Windows 11, yang membuat setup kini wajib login. Perubahan tersebut turut berdampak pada hilangnya opsi akun lokal bagi sebagian pengguna. Bagi pengguna yang ingin memahami konteks risiko pada Windows, ancaman seperti KGB RAT yang menargetkan Windows menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai.
Secara keseluruhan, Microsoft menegaskan adanya percepatan signifikan pada Windows 11 di seluruh bagian dengan update terbaru OS tersebut. Meski demikian, belum ada komentar dari pengguna yang merasakan peningkatan ini. Update Oktober sendiri baru tersedia beberapa hari, sehingga reaksi lanjutan masih menarik untuk dicermati.
Microsoft menyatakan bahwa peningkatan performa dan efisiensi RAM ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan, dan pengguna dapat mengharapkan penyempurnaan performa lebih lanjut sebelum 2026 berakhir.





Komentar
Belum ada komentar.