📑 Daftar Isi

Ilustrasi modem fiber Openreach yang dipasang pelanggan untuk koneksi FTTP

Openreach Uji Coba Pemasangan Modem Fiber Sendiri oleh Pelanggan

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Openreach menyiapkan uji coba pemasangan mandiri Optical Network Terminal (ONT) bagi pelanggan upgrade fiber
  • Skema berlaku hanya untuk penggantian modem yang sudah terpasang, bukan instalasi fiber dari nol
  • Uji coba berlangsung tiga bulan, sekitar 200 pesanan, dimulai sebelum 2026 berakhir
  • Peserta adalah pelanggan yang upgrade dari ONT Nokia 1Gbps atau lebih lambat ke jalur multi-gig
  • Risiko mencakup penempatan perangkat di lantai, debu pada port, dan kabel fiber yang tidak menjangkau

Telset.id – Openreach tengah menyiapkan uji coba yang memungkinkan pelanggan fiber broadband di Inggris memasang sendiri modem fiber mereka, langkah yang berpotensi menekan biaya pemasangan karena prosesnya hanya berupa penggantian unit, bukan instalasi fiber dari nol. Uji coba ini menyasar pelanggan yang melakukan upgrade layanan fiber dan sudah memiliki modem di rumah, sehingga cukup mengganti perangkat lama dengan model baru.

ISPreview melaporkan bahwa Openreach, yang merupakan bagian dari BT, “secara tentatif mengusulkan” uji coba proof-of-concept untuk pemasangan mandiri Optical Network Terminal (ONT). ONT adalah perangkat yang berada di ujung koneksi broadband FTTP di dalam rumah atau kantor, yaitu modem fiber yang menempel di dinding untuk menerima kabel fiber dan mengubah sinyal optik menjadi sinyal elektrik yang dialirkan ke router rumah melalui port Ethernet.

Rencana ini menjadi bagian dari upaya efisiensi biaya setup bagi pelanggan yang ingin beralih ke jalur fiber lebih cepat. Bagi pelanggan, daya tarik utamanya adalah kemungkinan biaya pemasangan yang lebih murah karena teknisi tidak perlu dikirim ke lokasi hanya untuk mengganti perangkat.

BT's Openreach - bringing speedy broadband to the masses

Menurut ISPreview, uji coba ini dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan dan diperkirakan dimulai sebelum 2026 berakhir. Namun, cakupannya terbatas, hanya melibatkan sekitar 200 pesanan. Peserta yang masuk dalam uji coba ini adalah pelanggan yang melakukan upgrade dari ONT Nokia lama dengan kecepatan 1Gbps atau lebih lambat menuju jalur multi-gig yang lebih cepat.

Dalam skema ini, pelanggan akan menerima ONT baru melalui pos. Karena hanya berlaku untuk upgrade layanan fiber di mana modem sudah terpasang, pemilik rumah tinggal mengganti perangkat lama dengan model yang lebih baru. Pendekatan ini berbeda dengan instalasi fiber dari awal yang tetap membutuhkan teknisi.

Potensi Kendala Pemasangan Mandiri

Tujuan utama uji coba ini adalah menilai apakah pelanggan mampu menangani upgrade modem tersebut dengan baik. Meskipun sekilas terlihat sederhana, ada sejumlah komplikasi yang perlu diwaspadai. Tugas ini melibatkan pemasangan ONT baru ke dinding secara aman, tetapi seperti yang ditunjukkan ISPreview, sebagian orang mungkin tergoda mengambil jalan pintas dengan membiarkan unit tersebut tergeletak di lantai, mungkin karena menganggapnya aman jika disembunyikan di bawah meja.

Kondisi tersebut membuat koneksi berpotensi lebih rentan terhadap masuknya debu atau kotoran ke dalam port, atau menempel pada konektor saat dicolokkan. Dampaknya buruk bagi kecepatan koneksi. Salah satu solusi yang mungkin adalah memasang braket ke dinding pada instalasi ONT awal, sehingga di masa depan unit baru bisa langsung dimasukkan sebagai pengganti tanpa memerlukan keahlian DIY.

Kekhawatiran lain yang muncul dari para komentator adalah instalasi fiber yang kabelnya tidak memiliki banyak kelonggaran. Jika posisi port pada ONT baru berbeda, kabel tersebut mungkin tidak dapat menjangkau. Ada pula risiko pelanggan memaksakan kabel agar mencapai port, atau menekuknya secara kasar, yang berujung pada kerusakan kabel fiber.

Glasfaser-Kabelstränge in der Nahaufnahme

Berbagai jenis masalah inilah yang kemungkinan akan menjadi fokus pemeriksaan dalam uji coba, dengan asumsi rencana ini berjalan sesuai laporan. Uji coba ini menjadi penanda bagaimana Openreach menguji kesiapan pelanggan menangani perangkat jaringan secara mandiri, sejalan dengan tren layanan broadband yang terus bergerak ke kecepatan lebih tinggi.

Bagi pasar Indonesia, dinamika ini menjadi cermin bagaimana operator dapat mempertimbangkan efisiensi biaya instalasi di sisi pelanggan, terutama ketika adopsi fiber makin meluas. Perkembangan serupa di segmen perangkat rumah juga terlihat dari langkah vendor menghadirkan perangkat dengan spesifikasi lebih tinggi, seperti yang tampak pada kamera selfie 55 MP di perangkat mobile terbaru.

Sejauh mana uji coba Openreach ini berhasil akan bergantung pada hasil evaluasi terhadap kemampuan pelanggan. Jika pelanggan dinilai mampu melakukan penggantian modem sendiri tanpa menimbulkan masalah teknis, skema ini bisa menjadi acuan bagi operator lain dalam menyusun opsi pemasangan yang lebih hemat biaya. Namun, risiko kerusakan kabel dan penempatan perangkat yang tidak tepat tetap menjadi catatan penting yang harus dijawab dalam uji coba tersebut.

Perkembangan ini juga menegaskan bahwa peningkatan kecepatan layanan tidak hanya soal menyediakan jalur multi-gig, tetapi juga soal bagaimana perangkat di sisi pelanggan dikelola. Keputusan Openreach untuk menguji pendekatan ini sebelum 2026 berakhir akan menjadi indikator awal apakah model pemasangan mandiri layak diterapkan secara lebih luas.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.