šŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi driver grafis RADV Valve untuk Windows

Valve Porting Driver Vulkan RADV ke Windows, CS2 Sudah Jalan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • Valve memporting driver Vulkan Mesa RADV ke Windows melalui kontraktor Collabora
  • Driver RADV Windows sudah mampu menjalankan Counter-Strike 2
  • Upaya ini berawal dari utilitas logging WDDM 2.0 karya Faith Ekstrand pada 2024
  • Collabora melakukan reverse-engineering struktur data untuk menghubungkan RADV dengan kernel driver AMD
  • RADV dikenal lebih stabil dibanding driver proprietary AMD di Windows, terutama pada kartu grafis lama
  • Driver open-source ini memudahkan debugging masalah grafis dan memungkinkan kontribusi dari siapa saja
  • Valve dapat meningkatkan lapisan kompatibilitas Windows dengan optimasi yang bisa dibawa ke Linux
  • Collabora meminta AMD atau Microsoft menyediakan antarmuka terdokumentasi untuk kernel driver
  • Langkah ini bagian dari upaya Valve memperkuat Linux sebagai platform gaming

Telset.id – Valve kembali menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan open-source dengan memporting driver Vulkan Mesa RADV ke Windows. Driver tersebut dilaporkan sudah mampu menjalankan Counter-Strike 2, sebuah langkah yang berpotensi mengubah lanskap driver grafis di ekosistem Windows.

Upaya ini digarap oleh para kontraktor di Collabora yang disponsori Valve. Dalam blog post-nya, Collabora membeberkan berbagai tantangan teknis yang harus diatasi untuk mewujudkan porting RADV ke sistem operasi Windows. Keberhasilan ini menjadi kabar baik bagi para pengembang game lintas platform yang selama ini kesulitan menghadapi perilaku driver yang berbeda antara Linux dan Windows.

Kehadiran RADV di Windows berpotensi memberikan alternatif yang lebih stabil dibandingkan driver proprietary AMD. Driver Vulkan AMD untuk Windows sendiri memiliki reputasi yang kurang baik terkait stabilitas, sementara RADV di Linux justru dikenal stabil dan kadang lebih cepat, terutama pada kartu grafis generasi lama.

Langkah Valve ini juga sejalan dengan upaya mereka memperkuat ekosistem gaming berbasis Linux. Sebelumnya, Valve juga telah merilis driver Windows resmi untuk perangkat keras mereka, menunjukkan keseriusan perusahaan dalam mendukung fleksibilitas platform.

Tantangan Teknis di Balik Porting RADV

Proses porting driver dari Linux ke Windows bukanlah perkara sederhana. Collabora menjelaskan bahwa dengan hadirnya Windows 10 dan WDDM 2.0, Microsoft berhasil memperbaiki pemisahan antara kode userspace driver grafis dengan bagian kernel yang berkomunikasi langsung dengan kartu grafis. Hal ini membuka peluang untuk menghubungkan RADV dengan kernel driver AMD.

Namun, komunikasi antara kedua bagian tersebut kerap membawa data non-standar yang harus dipahami oleh RADV. Untuk memahami ā€œpercakapanā€ tersebut, data perlu direkam dan dianalisis secara mendalam. Upaya awal pada 2024 oleh Faith Ekstrand menghasilkan utilitas logging untuk merekam panggilan WDDM 2.0 yang menjadi dasar pengembangan lebih lanjut.

Collabora kemudian membangun dan mengembangkan karya Ekstrand tersebut, meningkatkan logger hingga mampu menganalisis penuh aplikasi Vulkan yang berjalan dengan driver resmi AMD. Setelah melalui proses reverse-engineering struktur data yang kompleks, tim akhirnya berhasil membuat RADV berjalan di Windows dan memainkan beberapa game, termasuk Counter-Strike 2.

Meski demikian, Collabora mengingatkan bahwa driver userspace dan kernel adalah pasangan yang harus cocok. Perubahan pada salah satu bagian tidak dijamin kompatibel ke belakang, sehingga RADV yang berfungsi penuh pun bisa rusak sewaktu-waktu. Karena itu, Collabora meminta AMD atau Microsoft untuk menyediakan antarmuka terdokumentasi ke kernel driver atau lapisan kompatibilitas perantara.

Upaya Valve ini merupakan bagian dari strategi besar mereka untuk memperkuat Linux sebagai platform gaming. Sebelumnya, Valve juga dikabarkan tengah menyiapkan SteamOS sebagai platform gaming masa depan, yang tentunya akan diuntungkan oleh hadirnya driver open-source yang matang di Windows.

Dampak Potensial bagi Gamer dan Pengembang

Keberadaan RADV di Windows bisa membawa sejumlah keuntungan signifikan. Pertama, gamer akan mendapatkan alternatif driver yang lebih stabil dan aktif dikembangkan. RADV dikenal memiliki siklus pengembangan cepat dengan perbaikan dan peningkatan performa yang rutin, terutama pada kartu grafis lawas.

Kedua, masalah grafis pada game bisa menjadi lebih mudah di-debug dan diperbaiki berkat sifat RADV yang open-source. Para pengembang yang menargetkan Linux dapat fokus pada satu platform tanpa harus menghadapi dua perilaku driver yang berbeda. Selain itu, siapa pun bisa berkontribusi pada proyek ini, mempercepat inovasi dan perbaikan.

Ketiga, Valve bisa meningkatkan lapisan kompatibilitas Windows mereka, dengan optimasi yang bisa dibawa ke kedua sistem operasi. Ini menjadi salah satu bagian penting untuk meningkatkan Linux—dan tentu saja Steam Deck, Steam Machine, serta perangkat keras mendatang—sebagai platform gaming yang layak.

Bahkan, bukan tidak mungkin di masa depan para gamer akan menginstal RADV di Windows demi mendapatkan peningkatan performa atau stabilitas. RADV di Windows juga dapat membantu menjaga kartu grafis yang sudah dihentikan produksinya tetap bisa digunakan, sebuah nilai tambah di tengah harga GPU yang sedang tinggi saat ini.

Langkah Valve ini menunjukkan arah pengembangan yang menjanjikan bagi ekosistem gaming secara keseluruhan. Dengan semakin matangnya RADV di Windows, para pengembang dan gamer akan memiliki lebih banyak pilihan dalam mengoptimalkan pengalaman bermain mereka, baik di Linux maupun Windows.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.