šŸ“‘ Daftar Isi

TOPC TXA2 compact workstation berwarna tembaga dengan memori 192GB

TOPC TXA2: Workstation AI Rp113 Juta dengan RAM 192GB

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • TOPC TXA2 workstation kompak berwarna tembaga dibanderol mulai US$6.499 (2TB) hingga US$6.799 (4TB)
  • Ditenagai AMD Ryzen AI Max+ PRO 495 dengan 16 core, 32 thread, dan grafis Radeon 8065S
  • Memori LPDDR5X 192GB pada 8.533MHz yang menyatu permanen ke motherboard
  • Mendukung empat SSD M.2 NVMe serta output empat monitor hingga 8K
  • Konektivitas 10GbE, 2.5GbE, USB4, Wi-Fi 7, dan Bluetooth 5.4
  • Pendinginan empat kipas dengan garansi hanya satu tahun

Telset.id – Produsen asal China, TOPC, memperkenalkan TXA2, workstation kompak berwarna tembaga dengan harga mendekati US$7.000 atau sekitar Rp113 juta. Perangkat ini menggabungkan memori LPDDR5X 192GB, dukungan hingga empat SSD, dan kemampuan menampilkan empat monitor secara bersamaan pada resolusi hingga 8K.

TXA2 menjadi sorotan karena menawarkan kapasitas memori besar dalam bodi mungil berukuran sekitar 2,5 liter. Di jantung perangkat, TOPC menggunakan prosesor AMD Ryzen AI Max+ PRO 495 yang menggabungkan 16 core CPU dan 32 thread dengan grafis Radeon 8065S.

Arsitektur grafis terintegrasi tersebut dapat mengakses hingga 160GB memori sistem. Kapasitas sebesar itu memberi ruang signifikan untuk menjalankan model kecerdasan artifisial yang menuntut secara lokal. Memori LPDDR5X 192GB yang terpasang beroperasi pada 8.533MHz, namun karena menyatu permanen ke motherboard, pelanggan tidak bisa meningkatkan kapasitasnya di kemudian hari.

TOPC TXA2 compact workstation

Empat Slot SSD dan Konektivitas Lengkap

Untuk ekspansi penyimpanan, TXA2 menyediakan empat konektor M.2 2280 NVMe. Dua di antaranya beroperasi melalui antarmuka PCIe 4.0 x4, sementara sepasang lainnya memakai PCIe 4.0 x2. Pelanggan dapat memilih konfigurasi dengan SSD 2TB atau 4TB, meski TOPC belum memberikan detail lengkap soal spesifikasi masing-masing drive.

Dari sisi konektivitas, bagian belakang perangkat menampung koneksi jaringan 10GbE dan 2.5GbE, bersama HDMI 2.1, DisplayPort 2.1, USB4, dan empat konektor USB 3.2 Gen1 Type-A. Di bagian depan tersedia tiga soket USB 3.2 Gen2 Type-A, pembaca SDXC, dan konektor audio 3.5mm gabungan. Kemampuan nirkabel mencakup Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4, walau TOPC belum mengungkap modul internal yang bertanggung jawab atas koneksi tersebut.

Workstation ini menempati ruang sekitar 2,5 liter, dengan lebar 18cm dan ketebalan 7,8cm, serta bobot 2,319 kg meski bodinya relatif kompak. Chassis-nya mendukung penempatan horizontal maupun vertikal, dengan udara panas keluar melalui bukaan exhaust di atas panel koneksi belakang.

Untuk pendinginan, TXA2 dibekali empat kipas. Dua di antaranya ditugaskan untuk prosesor, sementara sepasang lainnya melayani komponen memori dan penyimpanan. Susunan pendingin tersebut diklaim mampu menangani 140W saat kebutuhan maksimal dan 120W secara berkelanjutan. Konfigurasi pendingin sebesar itu berpotensi menghasilkan suara yang cukup bising, namun TOPC belum mengungkap informasi apa pun soal performa akustiknya.

Harga Tinggi dan Risiko Merek Baru

Harga TXA2 dimulai dari US$6.499 sebelum pajak untuk konfigurasi 2TB, sedangkan model 4TB menaikkan biaya yang diiklankan menjadi US$6.799. Tambahan biaya pengiriman US$69 membuat total masing-masing menjadi US$6.568 dan US$6.868, di luar bea masuk dan pajak lain yang berlaku.

Pelanggan di Eropa berpotensi menghadapi biaya melebihi €7.200 setelah penerapan PPN 20 persen, ditambah komplikasi konversi mata uang dan pemrosesan pembayaran. Angka-angka ini menjadikan TXA2 salah satu perangkat dengan banderol tinggi di kelasnya.

Meski spesifikasinya rinci, TXA2 datang dari produsen yang relatif belum dikenal. Kondisi ini membuat pembelian mendekati US$7.000 menjadi pertaruhan yang cukup besar. TOPC hanya menawarkan garansi satu tahun, yang bisa menjadi kekhawatiran bagi pembeli yang mempertimbangkan investasi sebesar itu. Pembayaran diterima melalui PayPal, tetapi pelanggan tetap harus menimbang harga tinggi terhadap ketidakpastian yang menyertai pembelian dari merek yang belum mapan.

Di pasar workstation kompak berbasis AMD Ryzen AI Max+ PRO 495, TXA2 bukan satu-satunya pilihan. Beberapa perangkat lain dengan kapasitas memori serupa juga telah hadir, seperti yang terlihat pada jajaran workstation mini dari sejumlah vendor. Bagi yang memantau pergerakan pasar PC secara umum, dinamika harga laptop turut menjadi pertimbangan tersendiri.

Minisforum MS-S1 MAX-P495 workstation

Keputusan membeli TXA2 pada akhirnya bergantung pada kebutuhan. Kapasitas memori 192GB dan dukungan empat monitor 8K jelas relevan bagi pengguna yang menjalankan model AI secara lokal. Namun harga mendekati US$7.000, garansi satu tahun, dan status merek yang belum dikenal menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan begitu saja.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.