📑 Daftar Isi

Segel FCC dan Ketua FCC Brendan Carr dalam konferensi pers

FCC Resmi Larang Gadget dengan Chip HiVision Huawei, Intel Dapat Pengecualian

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • FCC resmi larang gadget berisi chip HiVision Huawei masuk Covered List
  • Dua gadget tanpa nama jadi perangkat pertama yang kena aturan baru
  • Chip HiVision dipakai di kamera keamanan rumah dan dashcam
  • FCC sebut chip itu "foreign surveillance chips" dengan deteksi wajah
  • Intel dapat pengecualian satu tahun untuk robot pabrik semikonduktor
  • Waiver hanya untuk software, firmware, dan hardware model lama

Telset.id – Federal Communications Commission (FCC) resmi menerapkan aturan baru yang memungkinkan lembaga tersebut melarang perangkat yang mengandung komponen dari perusahaan tertentu, bukan hanya perangkat dari perusahaan tertentu saja. Dua gadget tanpa nama menjadi perangkat pertama yang masuk ke Covered List karena menggunakan chip HiVision di dalamnya.

HiVision merupakan anak perusahaan Huawei, yang namanya sudah lebih dulu ada dalam daftar larangan FCC. Chip HiVision umumnya digunakan pada kamera keamanan rumah dan dashcam. Menurut FCC, komponen tersebut dikategorikan sebagai “foreign surveillance chips” dan memiliki “built-in detection algorithms for human faces” — fitur yang biasanya dipasarkan sebagai cara mengenali orang asing di sekitar properti, bukan teman atau keluarga.

Aturan anyar yang mulai berlaku bulan ini memperluas cakupan larangan FCC. Jika sebelumnya lembaga hanya bisa memblokir perangkat dari perusahaan tertentu, kini FCC juga berwenang melarang perangkat yang berisi komponen dari perusahaan yang masuk daftar. Praktik ini langsung dijalankan lewat penambahan dua gadget tak bernama ke Covered List.

The FCC seal and FCC chairman Brendan Carr

Intel Dapat Pengecualian untuk Robot Pabrik

Di sisi lain, Intel berhasil memperoleh pengecualian dari FCC. Reuters melaporkan bahwa Intel diberikan waiver agar peralatan yang digunakannya di fasilitas produksi semikonduktor tidak dimasukkan ke Covered List.

Intel berargumen bahwa “foreign-made advanced robotics” yang digunakannya tidak dapat dipasok dari dalam negeri. Karena itu, FCC mempertahankan peralatan tersebut di luar Covered List untuk menghindari “potential disruptions in the availability of domestic semiconductor manufacturing services”.

Namun, pengecualian ini hanya berlaku selama satu tahun. Setelah itu, Intel harus mencari robot lantai pabrik tanpa komponen asing di dalamnya, atau mengajukan permohonan ulang ke FCC agar armada pekerja otonomnya tidak ikut dilarang.

“Automated Guided Vehicles” yang dimaksud telah digunakan Intel selama dua dekade. Pengecualian tersebut tidak berlaku untuk model baru, melainkan hanya untuk penyesuaian software, firmware, dan hardware pada model yang sudah beroperasi.

Intel logo

Dampak bagi Perangkat Keamanan Rumah dan Dashcam

Penambahan dua gadget ke Covered List menandai babak baru dalam kebijakan pengawasan perangkat di Amerika Serikat. Sebelumnya, larangan FCC menyasar merek atau perusahaan tertentu, seperti DJI. Kini, keberadaan satu komponen dari perusahaan yang masuk daftar sudah cukup untuk membuat sebuah perangkat dilarang beredar.

Bagi konsumen, perubahan ini berpotensi memengaruhi ketersediaan kamera keamanan rumah dan dashcam yang menggunakan chip HiVision. FCC menyebut komponen tersebut sebagai “foreign surveillance chips” yang membawa algoritma deteksi wajah bawaan.

Kebijakan ini juga memperlihatkan bagaimana FCC memperluas cakupan pengawasan terhadap rantai pasok komponen, bukan hanya produk jadi. Langkah tersebut sejalan dengan kekhawatiran terhadap perangkat yang memiliki kemampuan pengawasan dan berasal dari perusahaan yang telah masuk daftar larangan.

Di sisi lain, kasus Intel menunjukkan bahwa FCC masih membuka ruang pengecualian bagi perusahaan yang bergantung pada peralatan tertentu yang belum bisa dipasok secara domestik. Namun, sifat pengecualian itu sementara dan terbatas pada perangkat yang sudah beroperasi, bukan model baru.

Untuk memahami bagaimana kebijakan serupa bekerja di sektor lain, Anda bisa menelusuri pembahasan soal Interoperabilitas Data yang juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap perangkat dan sistem yang digunakan publik.

Perkembangan aturan FCC ini menjadi sinyal bahwa larangan berbasis komponen akan semakin sering diterapkan. Bagi pelaku industri gadget, termasuk produsen kamera keamanan dan dashcam, pemetaan asal komponen menjadi langkah yang tak terhindarkan agar produk tetap bisa beredar di pasar Amerika Serikat.

Sementara itu, bagi pengguna yang ingin mengikuti isu serupa di dalam negeri, topik seputar Digitalisasi Layanan bisa menjadi pembanding bagaimana pemerintah mengatur perangkat dan data yang menyentuh kepentingan publik.

Roborock Qrevo Curv robot vacuum in reviewer's home

FCC menegaskan bahwa aturan baru ini mulai berlaku bulan ini dan langsung dipraktikkan. Dua gadget tanpa nama yang mengandung chip HiVision kini resmi berada di Covered List, sementara Intel memegang pengecualian satu tahun untuk robot pabriknya. Keputusan berikutnya akan bergantung pada apakah Intel mampu menemukan peralatan pengganti tanpa komponen asing, atau harus kembali mengajukan waiver ke FCC.

[ META_DESCRIPTION]
FCC resmi larang gadget dengan chip HiVision Huawei masuk Covered List. Intel dapat pengecualian satu tahun untuk robot pabrik semikonduktor.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.