Telset.id â Federal Communications Commission (FCC) resmi menerapkan aturan baru yang memungkinkan lembaga tersebut melarang perangkat yang mengandung komponen dari perusahaan tertentu, bukan hanya perangkat dari perusahaan tertentu saja. Dua gadget tanpa nama menjadi perangkat pertama yang masuk ke Covered List karena menggunakan chip HiVision di dalamnya.
HiVision merupakan anak perusahaan Huawei, yang namanya sudah lebih dulu ada dalam daftar larangan FCC. Chip HiVision umumnya digunakan pada kamera keamanan rumah dan dashcam. Menurut FCC, komponen tersebut dikategorikan sebagai âforeign surveillance chipsâ dan memiliki âbuilt-in detection algorithms for human facesâ â fitur yang biasanya dipasarkan sebagai cara mengenali orang asing di sekitar properti, bukan teman atau keluarga.
Aturan anyar yang mulai berlaku bulan ini memperluas cakupan larangan FCC. Jika sebelumnya lembaga hanya bisa memblokir perangkat dari perusahaan tertentu, kini FCC juga berwenang melarang perangkat yang berisi komponen dari perusahaan yang masuk daftar. Praktik ini langsung dijalankan lewat penambahan dua gadget tak bernama ke Covered List.

Intel Dapat Pengecualian untuk Robot Pabrik
Di sisi lain, Intel berhasil memperoleh pengecualian dari FCC. Reuters melaporkan bahwa Intel diberikan waiver agar peralatan yang digunakannya di fasilitas produksi semikonduktor tidak dimasukkan ke Covered List.
Intel berargumen bahwa âforeign-made advanced roboticsâ yang digunakannya tidak dapat dipasok dari dalam negeri. Karena itu, FCC mempertahankan peralatan tersebut di luar Covered List untuk menghindari âpotential disruptions in the availability of domestic semiconductor manufacturing servicesâ.
Namun, pengecualian ini hanya berlaku selama satu tahun. Setelah itu, Intel harus mencari robot lantai pabrik tanpa komponen asing di dalamnya, atau mengajukan permohonan ulang ke FCC agar armada pekerja otonomnya tidak ikut dilarang.
âAutomated Guided Vehiclesâ yang dimaksud telah digunakan Intel selama dua dekade. Pengecualian tersebut tidak berlaku untuk model baru, melainkan hanya untuk penyesuaian software, firmware, dan hardware pada model yang sudah beroperasi.

Baca Juga:
Dampak bagi Perangkat Keamanan Rumah dan Dashcam
Penambahan dua gadget ke Covered List menandai babak baru dalam kebijakan pengawasan perangkat di Amerika Serikat. Sebelumnya, larangan FCC menyasar merek atau perusahaan tertentu, seperti DJI. Kini, keberadaan satu komponen dari perusahaan yang masuk daftar sudah cukup untuk membuat sebuah perangkat dilarang beredar.
Bagi konsumen, perubahan ini berpotensi memengaruhi ketersediaan kamera keamanan rumah dan dashcam yang menggunakan chip HiVision. FCC menyebut komponen tersebut sebagai âforeign surveillance chipsâ yang membawa algoritma deteksi wajah bawaan.
Kebijakan ini juga memperlihatkan bagaimana FCC memperluas cakupan pengawasan terhadap rantai pasok komponen, bukan hanya produk jadi. Langkah tersebut sejalan dengan kekhawatiran terhadap perangkat yang memiliki kemampuan pengawasan dan berasal dari perusahaan yang telah masuk daftar larangan.
Di sisi lain, kasus Intel menunjukkan bahwa FCC masih membuka ruang pengecualian bagi perusahaan yang bergantung pada peralatan tertentu yang belum bisa dipasok secara domestik. Namun, sifat pengecualian itu sementara dan terbatas pada perangkat yang sudah beroperasi, bukan model baru.
Untuk memahami bagaimana kebijakan serupa bekerja di sektor lain, Anda bisa menelusuri pembahasan soal Interoperabilitas Data yang juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap perangkat dan sistem yang digunakan publik.
Perkembangan aturan FCC ini menjadi sinyal bahwa larangan berbasis komponen akan semakin sering diterapkan. Bagi pelaku industri gadget, termasuk produsen kamera keamanan dan dashcam, pemetaan asal komponen menjadi langkah yang tak terhindarkan agar produk tetap bisa beredar di pasar Amerika Serikat.
Sementara itu, bagi pengguna yang ingin mengikuti isu serupa di dalam negeri, topik seputar Digitalisasi Layanan bisa menjadi pembanding bagaimana pemerintah mengatur perangkat dan data yang menyentuh kepentingan publik.

FCC menegaskan bahwa aturan baru ini mulai berlaku bulan ini dan langsung dipraktikkan. Dua gadget tanpa nama yang mengandung chip HiVision kini resmi berada di Covered List, sementara Intel memegang pengecualian satu tahun untuk robot pabriknya. Keputusan berikutnya akan bergantung pada apakah Intel mampu menemukan peralatan pengganti tanpa komponen asing, atau harus kembali mengajukan waiver ke FCC.
[ META_DESCRIPTION]
FCC resmi larang gadget dengan chip HiVision Huawei masuk Covered List. Intel dapat pengecualian satu tahun untuk robot pabrik semikonduktor.





Komentar
Belum ada komentar.