Telset.id ā Program satelit internet broadband Rassvet milik Rusia menghadapi hambatan teknis serius. Bureau 1440, perusahaan pengembang sistem Rassvet-3, melaporkan bahwa sejumlah satelit gagal mencapai orbit yang direncanakan, bahkan satu unit sudah dinyatakan hilang setelah masuk kembali ke atmosfer Bumi.
Laporan terbaru mengungkapkan bahwa dari dua batch satelit yang diluncurkan pada 2026, beberapa unit tidak mampu menaikkan orbitnya dengan mulus. Satelit-satelit tersebut justru mengalami stagnasi, melayang, atau jatuh kembali menuju Bumi. Kondisi ini menjadi pukulan bagi ambisi Rusia untuk membangun jaringan satelit broadband yang mampu menyaingi Starlink milik SpaceX.
Satelit Hilang dan Tren Penurunan Orbit
Satu satelit dari kelompok pertama yang dikenal sebagai Rassvet-3 No. 4 tidak pernah berhasil menaikkan orbitnya setelah terpisah dari roket. Satelit yang terdaftar dengan kode NORAD 68363 ini akhirnya masuk kembali ke atmosfer pada 6 Juni dan dinyatakan hilang total dari konstelasi yang baru terbentuk.
Dua satelit lainnya dari kelompok peluncuran kedua, yaitu nomor 17 dan 23, menunjukkan pola ketidakaktifan yang serupa. Data pelacakan menunjukkan kedua satelit tersebut tidak melakukan manuver untuk menaikkan orbit sejak terpisah dari roket pembawanya pada 19 Juli. Saat ini, keduanya berada di ketinggian rata-rata sekitar 290 kilometer dengan titik terendah sekitar 277 kilometer di atas permukaan Bumi.
Tanpa aktivitas mesin untuk mengimbangi penurunan ini, kedua satelit berpotensi turun terlalu rendah sehingga masuk kembali ke atmosfer menjadi tidak terhindarkan. Meski demikian, ada kabar positif karena beberapa satelit lain berhasil mulai menaikkan orbitnya, meskipun belum ada yang mencapai ketinggian target jaringan sekitar 800 kilometer.

Satelit dari batch operasional paling awal yang diluncurkan lebih dari lima bulan lalu saat ini berada di ketinggian antara 500 hingga 550 kilometer. Beberapa unit lain dari kelompok tersebut belum mencapai kisaran menengah ini, yang berarti perusahaan belum mencapai rencana ketinggian jangka panjangnya. Bureau 1440 kini menghentikan sementara upaya menaikkan sebagian satelit Rassvet menuju orbit 800 kilometer yang direncanakan, dan perusahaan belum mengungkapkan alasan di balik penghentian tersebut.
Baca Juga:
Infrastruktur Darat Menambah Masalah Program
Rusia berencana menjadikan jaringan Rassvet sebagai pesaing Starlink dengan menawarkan internet cepat melalui ratusan satelit yang mengorbit. Pejabat setempat menyatakan layanan komersial harus dimulai pada 2027, dengan rencana 292 satelit beroperasi di orbit pada akhir tahun tersebut. Untuk memenuhi tenggat waktu itu, Bureau 1440 harus melakukan serangkaian peluncuran tambahan dalam beberapa bulan mendatang.
Komplikasi baru muncul di sisi darat, jauh dari satelit yang sudah mengorbit. Pasukan Ukraina diduga menggunakan rudal jelajah FP-5 Flamingo untuk menyerang Progress Rocket and Space Center di Samara. Fasilitas tersebut memproduksi roket Soyuz-2.1b yang digunakan untuk membawa setiap satelit Rassvet-3 yang diluncurkan tahun ini. Pabrik ini juga mendukung berbagai peluncuran Rusia lainnya, termasuk misi militer, pengintaian, dan komunikasi yang tidak terkait dengan layanan broadband.
Kapasitas produksi roket menjadi salah satu hambatan utama yang membatasi kecepatan penyebaran konstelasi secara keseluruhan. Jika kerusakan di Progress berlanjut, mempertahankan tempo peluncuran yang dibutuhkan untuk mencapai hampir 300 satelit akan menjadi sangat sulit.
Kegagalan teknis ini menjadi catatan penting bagi program antariksa Rusia yang tengah berupaya mengejar ketertinggalan di sektor internet satelit. Sementara itu, ancaman keamanan siber Rusia juga terus menjadi perhatian global, seiring dengan meningkatnya tensi teknologi antara negara-negara besar.
Dengan target komersial yang sudah ditetapkan untuk 2027, Bureau 1440 menghadapi tekanan besar untuk mengatasi masalah teknis dan infrastruktur ini. Kegagalan mencapai target orbit tidak hanya berdampak pada jadwal peluncuran, tetapi juga pada kredibilitas program Rassvet sebagai alternatif Starlink di pasar global.
Perkembangan ini juga menunjukkan bahwa persaingan teknologi antara Rusia dan negara lain semakin kompleks, tidak hanya di orbit tetapi juga di ranah digital. Kegagalan teknis seperti ini bisa memperlambat ambisi Rusia untuk menjadi pemain utama dalam layanan internet satelit komersial.





Komentar
Belum ada komentar.