📑 Daftar Isi

Ilustrasi kebijakan tarif chip AS yang berdampak pada produk teknologi

Tarif Chip AS Berlanjut: Laptop, Konsol Game, dan Server Kena Dampak

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Pemerintahan Trump pertimbangkan tarif chip putaran kedua yang mencakup produk jadi seperti laptop, konsol game, dan server data center
  • Menteri Perdagangan Howard Lutnick mendukung kuota impor chip bebas bea yang dikaitkan dengan komitmen produksi di AS
  • Pengecualian tarif Januari yang mencakup data center, R&D, dan startup mungkin tidak dilanjutkan
  • TSMC berkomitmen investasi 265 miliar dolar AS di Arizona namun hanya 30 persen kapasitas canggih yang diproyeksikan
  • Taiwan memproduksi lebih dari 90 persen chip canggih dunia
  • Masa transisi sedang dibahas dan kerangka kebijakan masih bisa berubah
  • Industri teknologi khawatir tambahan biaya membahayakan investasi pusat data

Telset.id – Pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan putaran kedua tarif semikonduktor yang akan memperluas bea masuk tidak hanya pada chip, tetapi juga produk yang menggunakan chip tersebut, termasuk laptop, konsol game, dan server pusat data. Kebijakan baru ini berpotensi mengubah lanskap industri teknologi global dan berdampak langsung pada harga perangkat yang kita gunakan sehari-hari.

Menteri Perdagangan Howard Lutnick disebut mendukung struktur yang akan membatasi impor chip bebas bea pada volume yang dikaitkan dengan komitmen produksi masing-masing perusahaan di Amerika Serikat. Delapan sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut mengungkapkan hal ini kepada POLITICO dalam laporan yang diterbitkan hari ini.

Pejabat Departemen Perdagangan juga telah mengindikasikan dalam pembicaraan tertutup bahwa pengecualian yang dilampirkan pada tarif 25 persen bulan Januari, yang mencakup pusat data, riset dan pengembangan, startup, dan perangkat konsumen, mungkin tidak akan dilanjutkan. Masa transisi (phase-in) sedang dibahas, dan kerangka kebijakan ini masih bisa berubah secara substansial dalam beberapa minggu mendatang.

Trump

Latar Belakang Proklamasi 11002

Proklamasi 11002, yang ditandatangani pada 14 Januari, memberlakukan bea masuk 25 persen pada sejumlah akselerator canggih tertentu, dengan Nvidia H200 dan AMD MI325X disebutkan dalam lembar fakta Gedung Putih yang menyertainya. Proklamasi ini secara eksplisit dilabeli sebagai Fase 1 dari kebijakan tarif yang lebih luas.

Dokumen yang sama mengarahkan Departemen Perdagangan untuk melaporkan kepada presiden pada 1 Juli mengenai pasar semikonduktor yang digunakan di pusat data AS. Laporan terpisah dari USTR dan Departemen Perdagangan pada 14 April mencakup negosiasi tarif dengan Taiwan, Korea Selatan, dan Jepang.

Kategori pengecualian yang kini dipertanyakan sesuai dengan yang tertulis dalam aksi Januari dan mencakup pusat data AS, riset dan pengembangan, startup, perbaikan, aplikasi konsumen dan industri non-pusat data, serta penggunaan sektor publik.

Perjanjian Dagang Taiwan dan Komitmen TSMC

Perjanjian dagang Taiwan pada Januari memberlakukan tarif nol persen pada chip Taiwan dalam batas 2,5 kali kapasitas manufaktur AS perusahaan saat ini selama pabrik baru sedang dibangun. Ketentuan ini diperketat menjadi 1,5 kali setelah pabrik selesai dibangun.

TSMC telah berkomitmen sebesar 265 miliar dolar AS untuk situs Arizona-nya, investasi asing langsung terbesar dalam sejarah AS. Namun demikian, perusahaan hanya memproyeksikan sekitar 30 persen dari kapasitas paling canggihnya di sana pada saat pembangunan selesai, menurut POLITICO.

Taiwan memproduksi lebih dari 90 persen chip canggih dunia. Perwakilan industri berpendapat dalam pembicaraan bahwa kuota yang dikaitkan dengan kapasitas domestik saat ini tidak dapat menutupi volume yang dibeli oleh hyperscaler selama periode belanja AI yang memecahkan rekor.

tsmc

Kekhawatiran Industri Teknologi

Jonathan McHale, kepala kebijakan digital di Computer and Communications Industry Association, yang anggotanya termasuk Amazon, Google, dan Meta, membandingkan pembangunan pusat data dengan “membangun kereta api lintas benua”. Ia mengatakan bahwa tambahan biaya dan ketidakpastian membahayakan investasi tersebut.

Pelobi teknologi telah bertemu dengan Lutnick dan Wakil Menteri Bureau of Industry and Security Jeffrey Kessler dengan frekuensi yang semakin meningkat sejak awal musim panas, menurut laporan tersebut. Namun, tiga sumber mengatakan pembicaraan terbaru justru bergerak melawan industri.

Satu orang yang terlibat memperkirakan pembangunan manufaktur domestik membutuhkan waktu lebih dari lima tahun, lebih lama dari masa transisi yang pernah diizinkan pemerintah pada putaran tarif sebelumnya.

Juru bicara Gedung Putih Kush Desai membela pendekatan ini, dengan mengatakan bahwa memindahkan kembali manufaktur chip ke AS adalah prioritas utama presiden. Departemen Perdagangan tidak menanggapi permintaan komentar dari POLITICO.

Dampak pada Konsumen dan Pasar

Jika kebijakan ini diterapkan, konsumen dapat menghadapi kenaikan harga untuk laptop, konsol game, dan perangkat elektronik lainnya yang menggunakan chip semikonduktor. Perusahaan teknologi yang mengandalkan rantai pasokan global juga akan menghadapi ketidakpastian biaya produksi yang lebih besar.

Pembahasan mengenai data center dan kebijakan terkait menjadi semakin kompleks dengan adanya rencana tarif baru ini. Sementara itu, kerangka keamanan AI yang dirahasiakan juga menambah ketidakpastian bagi industri teknologi.

Fase Transisi dan Negosiasi

Masa transisi sedang dibahas dalam pembicaraan internal. Kerangka kebijakan masih bisa berubah secara substansial dalam beberapa minggu mendatang, menurut laporan POLITICO. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan final masih jauh dari pasti.

Perwakilan industri berpendapat bahwa kuota yang dikaitkan dengan kapasitas domestik saat ini tidak dapat menutupi volume yang dibeli oleh hyperscaler selama periode belanja AI yang memecahkan rekor. Perbandingan dengan “membangun kereta api lintas benua” menunjukkan besarnya skala investasi yang dipertaruhkan.

Kebijakan tarif ini juga berpotensi mempengaruhi dinamika perdagangan dengan negara-negara mitra seperti Taiwan, Korea Selatan, dan Jepang, yang semuanya merupakan pemain kunci dalam rantai pasokan semikonduktor global.

Sementara itu, target peluncuran roket yang dicanangkan pemerintahan Trump menunjukkan agenda industri yang luas, namun kebijakan tarif chip ini tetap menjadi fokus utama perhatian industri teknologi.

Implikasi Jangka Panjang

Keputusan final mengenai tarif chip putaran kedua ini akan menentukan arah industri semikonduktor global dalam beberapa tahun ke depan. Jika pengecualian tidak dilanjutkan, biaya produksi perangkat elektronik di seluruh dunia berpotensi meningkat signifikan.

Pembahasan masih berlangsung dan kerangka kebijakan dapat berubah. Yang jelas, industri teknologi global kini berada dalam masa ketidakpastian yang signifikan terkait kebijakan tarif AS. Pelaku industri dan konsumen sama-sama menunggu keputusan final dari pemerintahan Trump.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.