Telset.id â Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi sorotan setelah video resminya saat melakukan voting online dalam pemilihan State Duma pada Jumat (18/9/2026) menunjukkan indikasi penggunaan salinan Windows tak berlisensi. Video tersebut memperlihatkan layar PC Dell yang ia gunakan menampilkan watermark âActivate Windowsâ yang identik dengan peringatan aktivasi sistem operasi Microsoft.
Peristiwa ini dengan cepat menyebar ke luar Rusia dan memicu perbincangan luas di kalangan pengguna teknologi global. Sebab, sebagai pejabat tertinggi Rusia, Putin semestinya menggunakan perangkat dengan tingkat lokalisasi tertentu sesuai aturan yang berlaku di negaranya. Kemunculan watermark aktivasi Windows pada layar yang ia gunakan justru membuka pertanyaan soal status lisensi perangkat tersebut.
Dalam klip tersebut, Putin terlihat mengklik pilihan kandidatnya sambil berkomentar, âYou canât go wrong.â Komentar itu lantas menuai reaksi dari warganet internasional. Video ini pertama kali diperbesar oleh agregator berita nirlaba asal Eropa Tengah, Visegrad24, yang menyoroti watermark aktivasi Windows pada layar PC yang digunakan Putin.
Detail Video dan Konteks Pemilihan
Video yang beredar memperlihatkan efek layar yang sangat mirip dengan pengingat aktivasi Windows. Namun, overlay lain pada layar tersebut jelas berasal dari komputer berbeda dan bertanggal 2018. Beberapa media Rusia mapan seperti Komsomolskaya Pravda juga memiliki rekaman video tersebut, dan watermark itu memang tampak hadir di layar komputer Putin menjelang akhir klip voting.
Menurut kantor berita resmi Rusia, TASS, pemungutan suara tersebut digelar untuk memilih anggota Duma Negara ke-9. TASS menyebut bahwa dalam beberapa tahun terakhir Putin lebih memilih memberikan suaranya secara remote. Kantor berita itu juga mengungkapkan bahwa sejumlah wilayah bekas Ukraina turut berpartisipasi dalam pemilihan ini.
âUntuk pertama kalinya, penduduk Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk yang baru bergabung, serta Wilayah Kherson dan Zaporozhye, akan berpartisipasi dalam pemilihan legislatif untuk majelis rendah parlemen Rusia,â demikian pernyataan kantor berita resmi Rusia tersebut.

Sebagai catatan, salinan legal Windows 11 dijual mulai dari $139. Sementara itu, dalam konteks aturan di Rusia, pejabat negara diwajibkan menggunakan komputer dengan tingkat lokalisasi tertentu. Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa mesin Dell yang digunakan Putin kemungkinan disiapkan khusus untuk keperluan klip publisitas voting tersebut.
Dugaan itu sekaligus menjelaskan mengapa versi Windows yang digunakan tampak belum diaktivasi dan belum teregistrasi. Kemungkinan besar perangkat tersebut menjalankan salinan sistem operasi Microsoft yang masih segar dan bersih, terpisah dari jaringan pemerintahan mana pun. Untuk konteks industri, pembahasan soal perangkat dan sistem operasi juga kerap dibahas dalam artikel seperti NEC Setop Kembangkan serta ulasan soal Chip Komputasi Reversibel.
Baca Juga:
Kemampuan Komputer dan Reaksi Publik
Selain soal lisensi Windows, perhatian publik juga tertuju pada kemampuan Putin dalam mengoperasikan komputer. Interaksinya dengan formulir voting online tampak terhambat karena ia kesulitan melihat dengan jelas, bukan karena masalah koordinasi tangan dan mata. Terdapat jeda yang cukup panjang saat pria berusia 73 tahun itu menyipitkan mata, mendekat ke layar, lalu mengklik mouse.
Sejumlah pihak menilai Putin sebaiknya mengenakan kacamata saat mengoperasikan perangkat. Komentar lain menyoroti bahwa perangkat yang ia gunakan merupakan komputer merek asing, Dell, padahal aturan di Rusia mewajibkan pejabat negara memakai komputer dengan tingkat lokalisasi tertentu. Hal ini memperkuat dugaan bahwa mesin tersebut memang disiapkan khusus untuk kebutuhan klip publisitas, bukan bagian dari jaringan resmi pemerintahan.
Di sisi lain, komentar Putin soal âyou canât go wrongâ dinilai sebagian pengamat sebagai pernyataan yang ironis. Pasalnya, hasil voting di Rusia dianggap nyaris tidak pernah menyisakan ketidakpastian. Partai berkuasa pro-Kremlin, United Russia, yang didukung Putin, diprediksi tetap meraih hasil kuat dalam pemilihan tahun ini. Diskusi soal keamanan perangkat dan sistem operasi sendiri menjadi topik yang terus berkembang, sebagaimana dibahas dalam artikel mengenai Deal Cloud Computing.
Insiden watermark aktivasi Windows pada perangkat yang digunakan seorang kepala negara ini menjadi pengingat bahwa status lisensi perangkat lunak tetap menjadi persoalan yang bisa muncul di mana saja, termasuk dalam momen yang direkam untuk publikasi resmi. Bagi pengguna biasa, kemunculan watermark âActivate Windowsâ memang sering diabaikan, namun pada konteks pejabat negara dengan aturan lokalisasi yang ketat, hal itu menjadi sorotan tersendiri.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai status lisensi Windows pada komputer yang digunakan dalam klip voting tersebut. Publik masih menantikan klarifikasi apakah perangkat itu memang disiapkan terpisah dari jaringan pemerintahan, sesuai dugaan yang beredar berdasarkan rekaman video yang tersebar luas.





Komentar
Belum ada komentar.