Telset.id β Pasar router Wi-Fi global mengalami penurunan signifikan pada kuartal pertama 2026. Menurut laporan terbaru dari Counterpoint, pengiriman router Wi-Fi konsumen global turun 6 persen year-on-year (YoY) pada Q1 2026. Penurunan ini menjadi sinyal perlambatan belanja konsumen di sektor perangkat keras jaringan.
Laporan tersebut mencatat bahwa pasar router Wi-Fi global mencapai puncaknya pada tahun 2021, saat puncak belanja perangkat keras konsumen selama pandemi COVID-19. Kala itu, banyak konsumen meningkatkan perangkat Wi-Fi mereka untuk mendukung kemampuan bekerja dari rumah. Namun, sejak puncak tersebut, pengiriman global telah menurun hampir 34 persen.
Counterpoint mengidentifikasi beberapa faktor utama yang menjelaskan penurunan ini. Pertama, banyak konsumen yang sudah meningkatkan perangkat Wi-Fi mereka pada 2021 atau 2022 merasa tidak perlu beralih ke teknologi yang lebih baru. Meskipun router Wi-Fi 7 (802.11be) terbaik menawarkan kecepatan multi-gig di pita 6 GHz dan 5 GHz, manfaat kinerja tersebut tidak cukup menarik bagi konsumen karena kenaikan biaya barang-barang kebutuhan pokok.
Kedua, penyedia layanan internet (ISP) menjadi semakin mahir dalam menggabungkan perangkat keras jaringan kelas atas dengan layanan mereka. Baik pelanggan mendaftar untuk layanan fiber, kabel, atau internet rumah 5G baru, ISP kini menyertakan router dengan konektivitas nirkabel Wi-Fi 6, 6E, atau 7. Bagi pelanggan dengan kebutuhan jaringan yang tidak terlalu berat, perangkat keras yang disediakan ISP ini sudah memadai. Sebagai contoh, T-Mobile menyediakan gateway Wi-Fi 7 dengan paket internet rumah 5G seharga $60 per bulan dan gateway Wi-Fi 7 plus extender mesh dengan paket $70 per bulan.
Meskipun pasar secara keseluruhan menurun, beberapa vendor justru mencatatkan pertumbuhan. Asus dan Google mencatat peningkatan pengiriman global masing-masing sebesar 3,8 persen dan 1,2 persen selama Q1 2026. Sementara itu, Xiaomi mengalami penurunan 1,3 persen, Netgear turun 3 persen, dan TP-Link turun 5,4 persen. Counterpoint juga mencatat bahwa kategori βLainnyaβ, yang mencakup puluhan vendor perangkat keras lainnya, turun sebesar 10,4 persen.
Sistem Mesh dan Router Gaming Jadi Titik Cerah
Salah satu titik terang dalam pasar yang lesu ini adalah sistem Wi-Fi mesh. Counterpoint mencatat bahwa sistem mesh telah mengalami pertumbuhan signifikan karena konsumen berusaha menjangkau setiap area rumah mereka dengan jangkauan nirkabel. Hal ini untuk mendukung sejumlah besar perangkat yang terhubung. Sistem router Wi-Fi mesh Amazon Eero dan Google Nest disebut secara khusus karena kinerja mereka yang kuat, didorong oleh pengakuan merek yang tinggi dan promosi penjualan yang besar.
Segmen router gaming juga berhasil melawan penurunan pasar router Wi-Fi yang lebih luas. Para penggemar game online mencari keunggulan kompetitif dengan latensi lebih rendah dan bandwidth jaringan yang lebih tinggi, sehingga mereka tetap bersedia mengeluarkan uang untuk perangkat khusus ini.
Baca Juga:
Menariknya, ada kemungkinan pemulihan penjualan pada paruh kedua 2026 dan awal 2027 seiring masuknya perangkat keras Wi-Fi 8 pertama ke pasar. Namun, Counterpoint memandang Wi-Fi 8 lebih sebagai peningkatan kualitas hidup daripada lompatan kinerja lain dibandingkan generasi Wi-Fi sebelumnya. Tren penurunan ini juga sejalan dengan fenomena serupa di sektor lain, seperti yang terlihat pada penurunan pasar ponsel akibat faktor ekonomi global.
Dampak pada Konsumen dan Masa Depan Pasar
Penurunan pengiriman router Wi-Fi global ini mencerminkan perubahan perilaku konsumen yang lebih hati-hati dalam membelanjakan uang mereka. Dengan meningkatnya biaya hidup dan inflasi, konsumen cenderung menunda upgrade perangkat yang tidak mendesak. Kehadiran router berkualitas dari ISP juga mengurangi kebutuhan untuk membeli router terpisah.
Bagi para penggemar teknologi dan gamer, segmen router gaming dan sistem mesh tetap menjadi pilihan menarik yang menawarkan peningkatan kinerja nyata. Sementara itu, vendor seperti Asus dan Google berhasil mempertahankan pertumbuhan berkat strategi produk dan pemasaran yang tepat, termasuk penawaran diskon besar-besaran seperti yang terlihat pada lini ZenWiFi. Tren konsolidasi pasar ini mirip dengan dinamika yang terjadi di industri lain, seperti pencapaian rekor penjualan oleh merek-merek tertentu di tengah persaingan ketat.
Kedepannya, pasar router Wi-Fi diperkirakan akan terus menghadapi tantangan hingga munculnya teknologi baru yang benar-benar dapat mendorong siklus upgrade. Wi-Fi 8 mungkin menjadi katalis, tetapi dampaknya diperkirakan tidak akan sebesar ledakan permintaan selama pandemi. Bagi konsumen yang tidak memiliki kebutuhan spesifik, router yang disediakan ISP saat ini sudah lebih dari cukup untuk aktivitas sehari-hari seperti streaming, browsing, dan bekerja dari rumah.
Laporan Counterpoint ini menjadi indikator penting bagi para pemangku kepentingan di industri jaringan untuk menyesuaikan strategi mereka. Fokus pada segmen niche seperti gaming dan mesh, serta inovasi pada teknologi Wi-Fi 8, akan menjadi kunci untuk bertahan dan tumbuh di tengah tekanan pasar global yang sedang berlangsung.





Komentar
Belum ada komentar.