Ilustrasi SSD dengan latar belakang sirkuit elektronik

Pasar SSD Retail Hampir Hilang Akibat AI

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Pasar SSD retail hampir hilang di paruh pertama 2026 karena pasokan NAND dialihkan ke pusat data AI
  • Produsen PC seperti Acer, Asus, Dell, dan HP kesulitan mendapatkan NAND langsung dari pabrikan memori
  • Pembuat modul SSD yang dulu fokus ke ritel kini memasok langsung ke OEM PC
  • Silicon Motion dan Phison diuntungkan dengan meningkatnya permintaan pengontrol untuk server
  • Kelangkaan NAND diprediksi semakin parah pada 2027
  • Harga SSD di beberapa pasar melonjak hingga 300%, seperti 8TB Samsung 9100 seharga $3.500 di Jepang

Telset.id – Pasar solid-state drive (SSD) untuk konsumen ritel hampir lenyap pada paruh pertama 2026 karena produsen memori mengalihkan pasokan NAND ke sektor pusat data kecerdasan buatan (AI). Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Nelson Duann, wakil presiden di Silicon Motion, salah satu pembuat pengontrol SSD terbesar di dunia, dalam wawancara dengan Tom’s Hardware di ajang Computex 2026.

Fenomena ini bukan sekadar isu sesaat. Menurut Duann, perubahan struktural di pasar memori telah mengubah secara fundamental bagaimana rantai pasok SSD bekerja. Produsen PC seperti Acer, Asus, Dell, dan HP kini kesulitan mendapatkan pasokan NAND langsung dari pabrikan memori karena sebagian besar alokasi telah dialihkan ke produk pusat data. Akibatnya, mereka terpaksa membeli SSD dari pembuat modul yang sebelumnya fokus melayani pasar ritel.

“Pasar SSD ritel hampir menghilang,” ujar Duann dalam wawancara tersebut. “Pengontrol yang kami jual ke pembuat modul kini sebagian besar berakhir di SSD yang dikirim ke OEM PC. Alasannya adalah OEM tidak bisa mendapatkan cukup NAND langsung dari produsen memori, sehingga mereka semakin banyak mencari SSD dari pembuat modul.”

Pergeseran ini dimulai sejak akhir tahun lalu dan semakin intensif di tahun 2026. Pembuat modul yang dulu mengandalkan penjualan eceran kini harus memenuhi permintaan besar dari pabrikan PC. Duann menambahkan, “Sejak akhir tahun lalu dan memasuki tahun ini, hal itu telah berubah. Permintaan OEM menjadi jauh lebih kuat, dan pembuat modul kini memasok sebagian besar produksi mereka langsung ke pabrikan PC.”

Bagi pengembang pengontrol SSD independen seperti Phison dan Silicon Motion, situasi ini justru menguntungkan. Permintaan akan drive kelas server meningkat, sementara penjualan perangkat penyimpanan klien secara unit belum tentu menurun. Duann memproyeksikan bahwa kelangkaan NAND akan semakin parah pada tahun 2027 seiring dengan terus bertambahnya permintaan pusat data AI yang menyerap pasokan memori flash.

Dampak dari realokasi pasokan NAND ini tidak hanya dirasakan oleh konsumen ritel yang kesulitan mendapatkan SSD dengan harga wajar, tetapi juga mengubah peta persaingan di industri penyimpanan data. Perusahaan seperti Biwin bahkan terpaksa melakukan kesepakatan NAND senilai $1,86 miliar untuk mengamankan pasokan SSD mereka. Sementara itu, harga SSD di beberapa pasar seperti Jepang melonjak hingga 300%, membawa drive 8TB Samsung 9100 ke harga yang mencengangkan yaitu $3.500.

Silicon Motion sendiri melaporkan peningkatan penjualan pengontrol SSD di tengah kelangkaan NAND. Namun, perusahaan tersebut memperkirakan bahwa kelangkaan akan semakin memburuk pada 2027 karena pusat data AI terus menyerap pasokan. Duann juga mengungkapkan bahwa pengontrol PCIe 6.0 untuk SSD konsumen akan hadir tahun depan, tetapi kondisi kelangkaan NAND yang parah diperkirakan belum akan mereda.

Perubahan ini menandai era baru di mana kebutuhan infrastruktur AI mendominasi alokasi sumber daya memori global, meninggalkan pasar konsumen ritel dalam posisi yang semakin terpinggirkan. Dengan proyeksi bahwa tren ini akan berlanjut, konsumen mungkin harus bersiap untuk harga SSD yang lebih tinggi dan ketersediaan yang lebih terbatas di toko ritel.

Silicon Motion SM2508 SSD

Duann menjelaskan bahwa dalam skema baru ini, pembuat modul yang dulu menjual produk aftermarket dengan performa dan pendinginan yang ditingkatkan kini lebih banyak melayani pabrikan PC. “Di masa lalu, sebagian besar pembuat modul fokus pada pasar ritel,” katanya. “Sejak akhir tahun lalu dan memasuki tahun ini, itu telah berubah. Permintaan OEM menjadi jauh lebih kuat, dan pembuat modul kini memasok sebagian besar produksi mereka langsung ke pabrikan PC.”

Implikasi dari perubahan ini sangat luas. Pertama, konsumen ritel yang ingin membeli SSD secara eceran akan menghadapi pilihan yang lebih sedikit dan harga yang lebih tinggi. Kedua, inovasi di segmen konsumen mungkin akan melambat karena fokus pengembangan beralih ke produk untuk pusat data. Ketiga, pabrikan PC harus menyesuaikan strategi pengadaan mereka dengan realitas baru di mana pasokan NAND tidak lagi melimpah untuk segmen konsumen.

Meskipun demikian, bagi perusahaan seperti Silicon Motion dan Phison, situasi ini membuka peluang baru. Permintaan akan pengontrol SSD untuk server dan pusat data meningkat, dan ini menjadi sumber pendapatan yang lebih stabil dibandingkan pasar ritel yang fluktuatif. Duann optimistis bahwa permintaan untuk drive kelas server akan terus tumbuh seiring dengan ekspansi infrastruktur AI global.

Dengan proyeksi bahwa kelangkaan NAND akan semakin parah pada 2027, industri penyimpanan data diprediksi akan terus mengalami perubahan struktural. Konsumen dan pelaku industri harus bersiap untuk era baru di mana ketersediaan SSD ritel menjadi semakin langka dan harganya semakin mahal. Sementara itu, pusat data AI akan terus menjadi prioritas utama dalam alokasi pasokan memori global.

Komentar

Belum ada komentar.