Pemutar Blu-ray Panasonic DMR-4X1010 berwarna hitam di atas permukaan putih dengan latar pink

Panasonic DMR-4X1010 Meluncur, Pemutar Blu-ray 4K Rp45 Jutaan

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Panasonic DMR-4X1010 resmi diperkenalkan sebagai pemutar Blu-ray 4K premium untuk pasar Jepang
  • Dibanderol 434.500 yen atau sekitar Rp45 juta, lebih murah dari Magnetar Ultima seharga US$12.000
  • Dilengkapi tuner siaran 4K, hard drive 10TB, dan dukungan cloud 10TB via Google Drive atau OneDrive
  • Mendukung perekaman ke BD-R/RE hingga 100GB serta sistem AI Viera untuk gambar dan audio
  • Meluncur 22 Oktober 2026 secara eksklusif di Jepang melalui dealer resmi

Telset.id – Panasonic resmi memperkenalkan DMR-4X1010, pemutar Blu-ray 4K terbaru yang menyasar pasar Jepang dengan harga 434.500 yen atau sekitar Rp45 juta. Perangkat ini bukan sekadar pemutar cakram, melainkan mesin perekam lengkap dengan tuner siaran 4K dan penyimpanan lokal raksasa 10TB. Kehadirannya menjadi sinyal bahwa Panasonic masih serius merawat pasar physical media, meski segmen yang dibidik jelas bukan pengguna arus utama.

Peluncuran DMR-4X1010 ini menjadi kabar yang ditunggu penggemar Blu-ray. Pasalnya, September 2026 menghadirkan dua pemutar Blu-ray 4K baru sekaligus, meski keduanya tidak benar-benar ditujukan untuk penikmat film rata-rata. Selain Panasonic DMR-4X1010, ada pula Magnetar Ultima yang dibanderol jauh lebih mahal, yakni US$12.000 atau setara Rp188 jutaan. Perbedaan harga keduanya menunjukkan bahwa pasar pemutar Blu-ray 4K premium kini terbelah menjadi segmen niche dengan daya beli sangat spesifik.

Dari sisi spesifikasi, Panasonic DMR-4X1010 mampu memutar 4K Blu-ray, Blu-ray reguler, dan DVD. Perangkat ini juga dilengkapi tuner siaran 4K serta hard drive internal berkapasitas 10TB untuk merekam acara dan film. Panasonic menambahkan opsi perekaman cloud hingga 10TB melalui Google Drive atau Microsoft OneDrive, sehingga pengguna bisa mengakses rekaman dari ponsel atau menyimpan image cakram Blu-ray di cloud. Untuk pengguna yang masih setia pada media fisik, perangkat ini bahkan mendukung perekaman ke cakram BD-R/RE berkapasitas hingga 100GB.

The Panasonic DMR-4X1010 Blu-ray player on a white surface with a pink background

Fitur perekaman dari siaran langsung memang tidak terlalu populer di banyak negara. Namun di Jepang, kemampuan ini cukup diminati sehingga Panasonic menghadirkan DMR-4X1010 sebagai mesin “own your copies” yang lengkap. Pendekatan ini sejalan dengan langkah Panasonic lain di pasar perangkat keras, seperti yang terlihat pada Panasonic Toughbook A3 yang menyasar segmen pengguna dengan kebutuhan spesifik.

Untuk urusan kualitas gambar, Panasonic DMR-4X1010 bekerja dengan sistem AI Viera. Sistem ini dapat menyesuaikan kualitas gambar secara otomatis sesuai adegan yang ditonton. Saat menonton olahraga, tampilan dibuat cerah dan vivid, sementara untuk film noir kontrasnya dibuat lebih kaya. AI yang sama juga menyesuaikan audio agar terasa lebih imersif. Dari sisi perekaman, perangkat ini menggunakan encoder AVC untuk merekam definisi tinggi. Panasonic menyebut encoder tersebut mampu mengompresi sinyal 24Mbps menjadi sekitar 1,6Mbps guna memaksimalkan ruang penyimpanan, meski kapasitas 10TB yang tersedia membuat kebutuhan kompresi agresif sebenarnya tidak terlalu mendesak.

Panasonic DMR-4X1010 Blu-ray recorder rear view on white background

Dari sisi harga, Panasonic DMR-4X1010 diposisikan sebagai perangkat premium dengan banderol 434.500 yen, setara sekitar US$2.800, £2.080, atau AU$3.930. Angka ini memang lebih murah dibanding Magnetar Ultima yang menembus US$12.000. Namun keduanya tetap berada di kelas yang jauh dari jangkauan konsumen biasa. Panasonic DMR-4X1010 rencananya baru akan tersedia melalui dealer resmi pada 22 Oktober 2026 dan secara eksklusif hanya untuk pasar Jepang.

Keputusan Panasonic menghadirkan DMR-4X1010 tidak lepas dari kekhawatiran soal masa depan 4K Blu-ray. Model yang beredar saat ini sudah cukup lama di pasaran, dan Panasonic baru saja menaikkan harga opsi pemutarnya. Namun kehadiran model baru ini bersama Magnetar Ultima menunjukkan bahwa produsen tidak menutup mata terhadap permintaan akan opsi baru. Langkah Panasonic ini juga melengkapi jejak panjang perusahaan di segmen perangkat keras konsumen, termasuk ketika Panasonic sempat menggugat Oppo dan Xiaomi dalam sengketa paten teknologi.

The Magnetar Ultima 4K Blu-ray player, which consists of two large silver units stacked on top of each other

Meski demikian, harga yang tinggi membuat DMR-4X1010 maupun Magnetar Ultima tetap berada di luar jangkauan pengguna umum. Keduanya lebih tepat disebut sebagai perangkat untuk kolektor dan pengguna yang memang ingin memiliki salinan fisik dari konten favorit mereka. Panasonic DMR-4X1010 hadir sebagai jawaban bagi segmen tersebut, dengan kombinasi pemutar 4K, tuner siaran, dan kapasitas penyimpanan besar dalam satu perangkat.

Bagi pasar Indonesia, Panasonic DMR-4X1010 kemungkinan besar tidak akan hadir secara resmi mengingat statusnya sebagai perangkat eksklusif Jepang. Namun peluncurannya tetap relevan sebagai indikator arah industri, terutama bagi penggemar physical media yang mengikuti perkembangan perangkat pemutar Blu-ray 4K. Setidaknya, masih ada produsen yang mau merilis perangkat baru di segmen yang semakin menyusut ini.

[WIDGET_FEATURED_IMAGE]
https://cdn.mos.cms.futurecdn.net/htuMjEoKqbKTEhVHwkGHNV.jpg

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.