Telset.id ā OpenAI dikabarkan akan memperluas kerja samanya dengan Samsung, tidak hanya sebatas pasokan memori dan perangkat lunak enterprise, tetapi juga produksi prosesor AI generasi terbaru di Samsung Foundry. Pernyataan ini diungkapkan langsung oleh Harrison Kim, General Manager OpenAI Korea, dalam konferensi pers di Seoul pekan ini.
Jika informasi ini akurat, OpenAI akan mendatangkan AI accelerator dari dua sumber sekaligus, yaitu TSMC dan Samsung Foundry. Langkah ini mengindikasikan kebutuhan volume produksi yang sangat besar untuk chip kecerdasan buatan mereka. āSalah satu area di mana kami membuat kemajuan paling signifikan dan mendapatkan pengakuan paling besar dengan Samsung Electronics adalah produksi bersama dan riset pada chip generasi berikutnya yang sedang kami kembangkan,ā ujar Harrison Kim, seperti dikutip Reuters.
Kabar ini menjadi perkembangan penting dalam industri semikonduktor global. Saat ini, OpenAI sebenarnya sudah memiliki program AI ASIC sendiri yang mengandalkan layanan desain dari Broadcom serta pemrosesan wafer dan layanan pengemasan canggih dari TSMC. Perusahaan tersebut baru saja memperkenalkan AI accelerator inferensi pertamanya yang diberi nama JalapeƱo.

Chip JalapeƱo ini didefinisikan oleh para insinyur OpenAI, kemudian dirancang bersama Broadcom, dan akhirnya diproduksi oleh TSMC. Seluruh proses tersebut berhasil diselesaikan dalam waktu kurang dari 18 bulan, sebuah pencapaian yang cukup cepat untuk ukuran industri semikonduktor.
Spekulasi Produksi Generasi Kedua di Samsung
OpenAI belum menjelaskan secara rinci apakah partisipasi Samsung berkaitan dengan sumber produksi kedua untuk JalapeƱo, prosesor lain yang sedang dikembangkan, chip yang dikembangkan bersama Samsung dan OpenAI, atau aspek lain dari produksi dan pengembangan chip. Namun, analisis menunjukkan bahwa JalapeƱo generasi pertama kemungkinan besar tidak akan diproduksi ganda di TSMC dan Samsung.
Alasannya sederhana: chip tersebut sudah dalam tahap produksi massal di TSMC, sementara OpenAI secara spesifik menyebut āchip generasi berikutnyaā dalam pernyataannya. Selain itu, pengembangan penerus JalapeƱo dikabarkan sudah mendekati tahap tapeout, yang berarti produksi massalnya juga tidak akan lama lagi.
Karena pernyataan OpenAI jelas merujuk pada āchip generasi berikutnyaā, sangat mungkin perusahaan yang dipimpin Sam Altman ini akan memproduksi AI ASIC inferensi generasi kedua di Samsung Foundry. Langkah ini sejalan dengan strategi diversifikasi sumber produksi untuk mengurangi ketergantungan pada satu pabrik pengecoran saja.
Baca Juga:
Konteks lain yang memperkuat kemungkinan ini adalah kemitraan strategis antara Samsung Electronics dan Broadcom yang diumumkan pada akhir Juli lalu. Kedua perusahaan tersebut menjalin kerja sama senilai lebih dari US$200 miliar hingga 2030 untuk berkolaborasi dalam teknologi foundry canggih, memori, dan pengemasan untuk infrastruktur AI.

Mengingat OpenAI memiliki perjanjian dengan Broadcom untuk pengadaan 10GW custom AI accelerator, perusahaan ini berpotensi memproduksi accelerator tersebut di Samsung dan TSMC sekaligus. Tentu saja, ini membutuhkan proses design porting yang sesuai, dan OpenAI perlu membayar Broadcom untuk layanan tersebut.
Belajar dari Strategi Tesla
Ada kemungkinan OpenAI akan meniru pendekatan Tesla dalam mendatangkan chip dari dua sumber produksi. Tesla diketahui melakukan double-sourcing untuk chip AI5 mereka di TSMC dan Samsung Foundry demi mendapatkan volume produksi yang lebih tinggi.
Tesla membutuhkan volume AI5 yang luar biasa besar karena prosesor tersebut digunakan di tiga aplikasi berbeda yang semuanya bervolume tinggi: pusat data AI, kendaraan, dan robot Optimus. Tesla berpotensi membutuhkan jutaan chip AI5 untuk mobil saja, di luar kebutuhan robot dan pusat data. Dengan membayar untuk implementasi fisik terpisah di TSMC dan Samsung, Tesla mendapatkan ketahanan rantai pasokan sekaligus kapasitas agregat yang diperlukan.
Namun, kebutuhan volume OpenAI bisa jadi berbeda dari Tesla. Accelerator pusat data cenderung jauh lebih intensif silikon per unitnya dibandingkan ASIC untuk kendaraan atau robot. Jika ASIC generasi berikutnya dari OpenAI/Broadcom adalah prosesor leading-edge besar dengan banyak die, dan OpenAI menginginkan gigawatt prosesor tersebut, kebutuhan wafer bisa menjadi terlalu besar untuk ditangani TSMC sendirian.
TSMC saat ini sudah sepenuhnya dipesan oleh berbagai perusahaan besar seperti AMD dan Nvidia. Dalam situasi seperti ini, OpenAI mungkin membutuhkan foundry tambahan untuk mendapatkan ASIC dalam jumlah yang cukup. Meski demikian, semua analisis ini masih bersifat spekulatif dan belum ada konfirmasi resmi dari OpenAI maupun Samsung.
Samsung dan SK hynix sebelumnya memang sudah memasok memori untuk inisiatif pusat data Stargate milik OpenAI. Namun, pengembangan dan produksi chip bersama hampir tidak memiliki hubungan langsung dengan pasokan DRAM. Kerja sama baru ini menunjukkan dimensi yang berbeda dalam hubungan antara raksasa AI asal Amerika Serikat dengan konglomerat teknologi asal Korea Selatan tersebut.
Perkembangan ini juga menarik untuk dicermati mengingat persaingan ketat di industri chip AI global. Sementara itu, OpenAI juga terus mengembangkan berbagai inisiatif lain, termasuk pembaruan layanan ChatGPT dan berbagai riset lainnya yang sempat memicu kontroversi di kalangan akademisi.
Jika realisasi produksi di Samsung Foundry benar terjadi, ini akan menjadi perubahan signifikan dalam peta produksi chip AI global. OpenAI akan memiliki fleksibilitas lebih besar dalam memenuhi permintaan komputasi AI yang terus meningkat, sementara Samsung Foundry akan mendapatkan klien besar tambahan di luar Tesla yang sudah lebih dulu bekerja sama.
Keputusan final OpenAI untuk menggunakan Samsung Foundry sebagai mitra produksi chip AI generasi berikutnya masih menunggu konfirmasi lebih lanjut. Namun, pernyataan dari General Manager OpenAI Korea tersebut memberikan sinyal kuat bahwa diversifikasi produksi sedang menjadi pertimbangan serius perusahaan.





Komentar
Belum ada komentar.