📑 Daftar Isi

Hypertune platform overclocking otomatis untuk gaming

Hypertune Rilis Platform Overclocking Otomatis untuk Gaming

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Hypertune rilis platform Gaming Performance Engineering setelah early access dengan 60.000+ peserta
  • Dikembangkan bersama Intel berbasis XTU SDK, klaim peningkatan frame rate hingga 60%
  • Hasil benchmark: 18,9% di Homeworld 3 dan 28,2% di Tomb Raider (Core Ultra 9 285K + RTX 5090)
  • Sistem Core i7-14700K + RTX 3080: hingga 9,8% di Rainbow Six Siege dan 4,3% di Marvel Rivals
  • Harga langganan $9,99/bulan atau $59,99/tahun, layanan expert tuning $80
  • Aman dengan anti-cheat: Riot Vanguard, Easy Anti-Cheat, BattlEye
  • Founder Austin Copeland, mantan pelatih TSM untuk Valorant

Telset.id – Hypertune resmi merilis platform Gaming Performance Engineering yang diklaim mampu meningkatkan frame rate hingga 60 persen. Alat overclocking otomatis ini dikembangkan bersama Intel dan dibangun di atas Intel Extreme Tuning Utility (XTU) SDK.

Platform ini hadir setelah melalui periode early access yang melibatkan lebih dari 60.000 peserta. Hypertune mengklaim utilitas ini dapat meningkatkan frame rate hingga 60 persen, meskipun angka tersebut tidak bisa dijadikan patokan umum untuk semua sistem.

Hypertune mencakup overclocking CPU dan GPU secara otomatis, serta pengaturan fitur Windows yang dapat disesuaikan, optimasi jaringan, dan optimasi khusus untuk game tertentu. Pendiri Hypertune, Austin Copeland, menegaskan bahwa timnya “tidak mencoba membangun alat untuk overclocker,” melainkan menyasar pengguna yang mungkin belum memahami pengaturan spesifik seperti Balanced power plan pada CPU dual-CCD X3D atau HAGS untuk DLSS Frame Generation.

The Hypertune application.

Hasil Benchmark Internal Hypertune

Hypertune mengklaim platformnya “mengevaluasi setiap sistem yang didukung secara individual” sebelum melakukan optimasi. Pendekatan ini berbeda dari alat serupa yang mengandalkan profil umum. Perusahaan juga menyebut telah berkolaborasi dengan overclocker terkenal SkatterBencher (Pieter Plaisier) untuk menyempurnakan perangkat lunaknya.

Dalam rilis resminya, Hypertune membagikan hasil benchmark internal yang menunjukkan kontribusi setiap langkah optimasi terhadap peningkatan performa. Perusahaan menguji dua sistem: satu dengan Core Ultra 9 285K dan RTX 5090, serta satu lagi dengan Core i7-14700K dan RTX 3080.

Untuk sistem dengan Core Ultra 9 285K, Hypertune mencatat peningkatan 18,9 persen di Homeworld 3 dan 28,2 persen di Tomb Raider. Sementara pada sistem Core i7-14700K, peningkatan mencapai 9,8 persen di Rainbow Six Siege dan 4,3 persen di Marvel Rivals. Perlu dicatat, hasil ini diperoleh dengan Game Hub dalam keadaan nonaktif.

Hypertune performance.

Game Hub sendiri merupakan fitur yang secara otomatis menerapkan profil pengaturan grafis untuk game tertentu, yang menghasilkan peningkatan performa signifikan. Namun, mengubah pengaturan grafis secara manual dengan cara yang sama akan menghasilkan peningkatan serupa.

Dalam pengujian Homeworld 3, terlihat bahwa tuning CPU memberikan kontribusi peningkatan performa terbesar dibandingkan langkah lainnya. Hal ini masuk akal karena Core Ultra 9 285K memiliki ruang overclocking yang luas dan Homeworld 3 sangat sensitif terhadap performa CPU.

Hypertune performance in Homeworld 3.

Sementara pada Rainbow Six Siege, kontribusi Hypertune sekitar 9,8 persen, namun sebagian besar peningkatan berasal dari Game Hub yang mengubah pengaturan dalam game. Data Hypertune juga menunjukkan bahwa beberapa game mungkin hanya mendapat sedikit atau bahkan tidak mendapat manfaat sama sekali dari alat ini.

Harga dan Ketersediaan

Berbeda dengan banyak alat optimasi gratis yang beredar, Hypertune adalah layanan berlangganan. Pengguna dapat memilih paket bulanan seharga 9,99 dolar AS atau paket tahunan seharga 59,99 dolar AS. Hypertune juga menawarkan layanan “expert tuning” seharga 80 dolar AS, di mana teknisi akan mengakses perangkat dari jarak jauh untuk melakukan tuning manual.

Perusahaan menyebut adanya uji coba gratis 7 hari, namun langganan langsung ditagih dan tidak ditemukan penawaran uji coba gratis tersebut. Hypertune juga mengklaim optimasinya bersifat non-destruktif dan dapat dikembalikan sepenuhnya. Perangkat lunak ini terutama ditargetkan untuk game kompetitif, tetapi dapat menerapkan optimasi secara global di seluruh sistem.

Hypertune at Intel overclocking lab.

Hypertune menyatakan aman digunakan dengan perangkat lunak anti-cheat, termasuk Riot Vanguard, Easy Anti-Cheat, dan BattlEye. Latar belakang Copeland sebagai mantan pelatih tim eSports TSM untuk tim Valorant dengan nama “Apex” menjelaskan fokus perangkat lunak ini pada game kompetitif.

Meski terlihat sebagai salah satu alat overclocking otomatis yang lebih kokoh, perlu digarisbawahi bahwa dalam banyak kasus, alat semacam ini tidak melakukan apa pun yang tidak bisa dilakukan sendiri oleh pengguna. Alat tuning otomatis biasanya tidak bekerja sebaik yang diiklankan, dan pada perangkat keras terbaru, peningkatan performa yang diharapkan cenderung kecil.

Kehadiran Hypertune menambah daftar alat overclocking otomatis yang tersedia di pasar. Perkembangan ini juga terjadi di tengah berbagai dinamika industri prosesor, termasuk kabar kenaikan harga CPU Intel yang dilaporkan akan naik 10 persen. Bagi pengguna yang ingin mencoba overclocking, alat ini bisa menjadi titik awal, meskipun hasil yang didapatkan akan sangat bervariasi tergantung pada kombinasi perangkat keras dan game yang dimainkan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.