📑 Daftar Isi

Logo OpenAI dengan latar belakang bendera Amerika Serikat

OpenAI Incar Patagonia: Rencana Data Center di Argentina Terungkap

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • OpenAI menjajaki pembangunan data center di Patagonia, Argentina melalui letter of intent dengan Sur Energy sejak Oktober 2025
  • Pampa Energia bernegosiasi untuk mengembangkan situs data center 500 megawatt dengan pasokan listrik dari pembangkit Loma de la Lata
  • Google dan Apple juga dikabarkan tertarik pada Patagonia sebagai lokasi data center alternatif
  • Argentina menawarkan insentif RIGI, energi gas serpih Vaca Muerta, dan resistensi minimal terhadap proyek besar
  • Tantangan utama: keterbatasan infrastruktur koneksi data, ketidakpastian politik Presiden Javier Milei, dan potensi konflik dengan komunitas Mapuche
  • Alternatif energi terbarukan seperti hidroelektrik, angin, dan surya juga sedang dipertimbangkan

Telset.id – OpenAI tengah memimpin eksplorasi pembangunan data center di wilayah Patagonia, Argentina, sebagai respons atas meluasnya penolakan terhadap fasilitas AI di Amerika Serikat. Perusahaan energi Argentina, Pampa Energia, dikabarkan sedang dalam tahap negosiasi untuk mengembangkan situs data center berkapasitas 500 megawatt di kawasan tersebut.

Langkah ini menarik perhatian karena Patagonia menawarkan suhu rendah yang mendukung sistem pendinginan serta sumber energi bersih dari formasi gas serpih Vaca Muerta. Pembangkit listrik tenaga panas Loma de la Lata akan memasok listrik untuk data center tersebut dengan membakar gas dari Vaca Muerta.

Logo OpenAI ditampilkan di layar dengan latar belakang bendera Amerika Serikat

Eksplorasi OpenAI di Patagonia

OpenAI telah menandatangani letter of intent dengan Sur Energy pada Oktober 2025 untuk menjajaki pengembangan data center di Patagonia. Namun, hingga saat ini belum ada pergerakan signifikan menuju pemilihan lokasi, apalagi memulai konstruksi. Kemitraan ini tampaknya memicu perhatian yang lebih luas terhadap kawasan tersebut.

Selain OpenAI, perusahaan hyperscaler lain seperti Google dan Apple juga dikabarkan menunjukkan minat terhadap Patagonia sebagai lokasi pengembangan fasilitas cloud dan AI mereka. Ketertarikan ini muncul di tengah penolakan luas terhadap pembangunan data center di AS yang mendorong perusahaan-perusahaan teknologi mencari lokasi alternatif.

Pampa Energia dan Sur Energy bukanlah pesaing langsung. Pampa Energia merupakan perusahaan energi independen besar, sementara Sur Energy adalah pengembang khusus di industri energi. Kedua organisasi biasanya akan terlibat dalam pengembangan data center di Patagonia, baik untuk proyek Stargate Argentina milik OpenAI maupun pembangunan dari perusahaan pesaing.

Banyak perusahaan lain yang berpotensi terlibat dalam pengembangan ini. FlexDomes, misalnya, dilaporkan sedang mencari investor untuk data center di Patagonia. Perkembangan di kawasan ini tidak terbatas pada energi dari ladang gas serpih Vaca Muerta saja.

Sam Altman sedang berbicara

Tantangan Komunikasi dan Faktor Lokal

Meskipun Argentina menawarkan insentif pajak dan stabilitas regulasi melalui skema RIGI yang menarik investor, energi gas serpih, serta resistensi minimal terhadap proyek besar berdampak ekologis, negara ini belum memiliki koneksi data yang memadai untuk membuat data center modern menjadi layak. Hal ini membutuhkan investasi besar dalam peningkatan dan pemasangan jalur serat optik.

Keterbatasan komunikasi ini dapat menjadi kendala yang sulit diatasi. Selain itu, ada ketidakpastian mengenai masa depan jangka panjang Presiden Javier Milei, faktor-faktor yang mungkin menjelaskan lambatnya perkembangan proyek OpenAI di kawasan tersebut.

Tantangan lain muncul dari komunitas lokal. Kawasan Patagonia dihuni oleh keluarga Indigenous Mapuche yang dikenal lebih bersikap “anti-pembangunan” daripada sekadar “anti-data center”. Komunitas ini sebelumnya pernah menggugat raksasa minyak Exxon, perusahaan Prancis Total, dan Pan American Energy milik BP terkait kontrak dengan perusahaan Argentina yang membuang limbah secara ilegal.

Alternatif Energi Terbarukan

Pengembangan di Patagonia tidak terbatas pada pemanfaatan energi dari ladang Vaca Muerta. Energi hidroelektrik dapat dipilih sebagai alternatif. Di tempat lain, Green Capital sedang menjajaki pembangkit listrik tenaga angin dan surya untuk kemungkinan lokasi di provinsi Chubut.

Keputusan untuk memindahkan pengembangan data center ke Argentina memang menawarkan opsi daya dan pendinginan yang lebih menarik, namun tetap tidak lepas dari tantangan bagi OpenAI dan para pesaingnya. Keberadaan sumber energi yang melimpah dan iklim yang mendukung menjadi nilai jual utama, tetapi infrastruktur digital dan dinamika sosial-politik lokal tetap menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.

Pusat data dengan rak server dan banyak lampu menyala

Minat terhadap Patagonia juga menunjukkan pergeseran strategi perusahaan teknologi besar dalam mencari lokasi data center di luar Amerika Serikat. Penolakan yang meluas di AS terhadap pembangunan fasilitas AI telah mendorong OpenAI, Google, Apple, dan Meta untuk mencari lokasi alternatif di berbagai belahan dunia.

Kehadiran potensial OpenAI di Patagonia menjadi bagian dari tren yang lebih luas dalam ekspansi infrastruktur AI global. Perusahaan terus mencari lokasi dengan kombinasi ideal antara biaya operasional rendah, dukungan regulasi, dan akses energi bersih. Perkembangan di Argentina ini akan menjadi indikator penting bagaimana perusahaan teknologi menyeimbangkan kebutuhan ekspansi dengan tantangan lokal. Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan terkini dari OpenAI, kamu dapat membaca ChatGPT Images 2.5 atau menyimak analisis tentang Klaim GPT-6 Astra.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.