Telset.id – Perusahaan teknologi Amerika Serikat yang berupaya memperluas kapasitas komputasi AI dengan membangun lebih banyak data center kini menghadapi pukulan baru. Sejumlah negara bagian AS mulai mencabut pengecualian pajak penjualan untuk peralatan data center, yang diperkirakan akan meningkatkan biaya proyek baru hingga lebih dari 7 persen.
Kebijakan ini dipicu oleh temuan bahwa pendapatan pajak yang hilang jauh lebih besar dari perkiraan awal. Gubernur Ohio, Mike DeWine, mengungkapkan bahwa kerugian pendapatan pajak mencapai USD 1,6 miliar, bukan USD 136 juta seperti yang diproyeksikan sebelumnya. Angka ini mendorong negara bagian lain untuk mengikuti langkah serupa.
Ohio mencabut pengecualian pajak untuk data center pada Juni 2026. Sejak Juli, Illinois dan Arizona juga menghentikan program serupa. Illinois menghentikan programnya tanpa batas waktu, sementara Arizona memberlakukan moratorium selama tiga tahun.

Sebanyak sembilan negara bagian lain juga sedang mempertimbangkan untuk menghentikan pengecualian pajak mereka. Selain itu, 28 negara bagian telah memperkenalkan rancangan undang-undang untuk membatasi dampak pengecualian pajak mereka sendiri.
Berdasarkan data Avalra, pajak penjualan di Ohio hampir mencapai 6 persen, sementara Illinois sedikit di atas angka tersebut. Pajak penjualan ini akan segera meningkatkan biaya proyek data center baru. Namun, beberapa proyek yang sudah berjalan bisa tetap menikmati pengecualian tanpa batas waktu.
Baca Juga:
## Biaya Konstruksi Data Center Terus Meningkat
Biaya konstruksi data center sebenarnya sudah meningkat akibat ekspansi kapasitas yang mendadak. Biaya listrik melonjak karena semakin banyak data center yang terhubung ke jaringan listrik tanpa ada penambahan sumber energi yang memadai.

Untuk mengatasi masalah ini, Presiden Donald Trump telah melonggarkan regulasi pada pembangkit listrik berbahan bakar fosil. Banyak data center kini dibangun dengan pembangkit listrik turbin gas alam di lokasi. Hal ini memicu keluhan dari warga sekitar yang mengalami gangguan kesehatan akibat infrasonik dan tingkat kebisingan yang memekakkan telinga, setara dengan bandara internasional.
Pendanaan dan insentif untuk sumber energi terbarukan seperti angin dan matahari juga telah dihapus oleh Trump. Padahal, sumber-sumber ini merupakan beberapa energi termurah di AS. Kebijakan ini memperparah kenaikan harga listrik konsumen dan menjadi katalis bagi penolakan data center di AS.
## Utang Tersembunyi Perusahaan Teknologi Besar
Sebuah studi dari Nikkei menemukan bahwa sejumlah perusahaan teknologi besar yang ingin memperluas kapasitas data center memiliki hampir USD 1,65 triliun dalam “utang tersembunyi”. Utang ini muncul dari kontrak yang ditandatangani antara anak perusahaan dan operator data center.
Utang tersembunyi ini tidak muncul di neraca perusahaan dan hanya akan terlihat sebagai anotasi dalam laporan keuangan kuartalan. Jumlah utang tersembunyi ini telah meledak delapan kali lipat dalam empat tahun terakhir, di samping utang neraca terlihat perusahaan teknologi besar yang mencapai USD 1,35 triliun.

Banyak bisnis masih kesulitan membenarkan ROI dari adopsi teknologi AI, terutama karena biaya token meningkat. Pengecualian pajak penjualan merupakan keuntungan yang menarik bagi proyek konstruksi data center. Negara bagian yang mempertahankan atau memberlakukan pengecualian pajak penjualan kemungkinan akan melihat ledakan aplikasi proyek baru.
Ketika biaya energi dan pajak meningkat, beberapa perusahaan mungkin beralih ke metode lain untuk mengoptimalkan infrastruktur mereka. Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua solusi alternatif aman digunakan, seperti yang dijelaskan dalam artikel tentang bahaya aplikasi BitTorrent. Sementara itu, beberapa pengguna mencari cara nonton film torrent sebagai alternatif hiburan di tengah meningkatnya biaya layanan digital.
Kebijakan pencabutan pengecualian pajak ini menjadi sinyal bahwa pemerintah negara bagian mulai lebih berhati-hati dalam memberikan insentif fiskal kepada industri data center. Dengan meningkatnya biaya operasional, keputusan investasi untuk proyek data center baru di AS akan semakin dipertimbangkan secara matang oleh para pelaku industri.





Komentar
Belum ada komentar.