Telset.id ā Pollen Robotics, divisi dari perusahaan AI Hugging Face, resmi membuka pre-order robot pendidikan baru bernama Microduck. Robot berbentuk bebek imut setinggi 25 sentimeter ini dibanderol dengan harga perkenalan US$399 dan dijadwalkan mulai dikirim sebelum Natal tahun ini.
Microduck hadir dengan mobilitas, keseimbangan, dan kepribadian yang mengejutkan untuk ukuran robot edukasi. Robot ini memiliki mulut yang sekaligus berfungsi sebagai gripper, suara berupa panggilan bebek, serta 15 derajat kebebasan yang memungkinkannya berjalan, bergoyang, dan menggerakkan kepala.
Keunggulan utama Microduck terletak pada kemampuannya untuk tetap tegak meski didorong, berkat sepasang IMU (inertial movement unit). Robot ini juga dilengkapi kamera mata tunggal yang dipasangkan dengan sistem Lidar untuk navigasi lingkungan dan kemungkinan mengenali pemiliknya.
Dari segi spesifikasi, Microduck ditenagai chip ARM Rockchip RK3566 dengan RAM 1GB dan penyimpanan internal 32GB. Robot ini juga mendukung Wi-Fi, Bluetooth, NFC, dan baterai 2.600mAh yang diperkirakan mampu bertahan sekitar satu jam operasi.

Meski spesifikasinya tidak tergolong tinggi, video teaser menunjukkan robot ini sangat responsif dan menggemaskan. Salah satu kemampuan yang menarik perhatian adalah bagaimana Microduck dapat bangkit kembali setelah jatuh atau didorong.
Microduck akan hadir dengan berbagai interaksi yang sudah diprogram sebelumnya. Namun, daya tarik utamanya justru terletak pada platform open-source-nya. Kit Microduck akan disertai SDK yang mencakup lingkungan pelatihan virtual, skrip dan alat pelatihan, serta alur kerja sim-to-real yang telah teruji.
Konsepnya jelas: meskipun pengguna mungkin menyukai kepribadian bawaan Microduck, yang lebih penting adalah apa yang bisa dibangun bersama anak-anak. Robot ini memang dirancang sebagai alat pendidikan.
Baca Juga:
Microduck juga menarik perhatian karena kemiripannya dengan BDX Droid dari Disney dan Star Wars. Keduanya adalah robot bipedal dengan postur jongkok dan kepala besar yang imut. Namun, BDX Droid berukuran lebih besar, jauh lebih mahal, dan saat ini hanya beroperasi di Disney World tanpa rencana untuk dipasarkan ke konsumen.
Paket dasar Microduck seharga US$399 hanyalah permulaan. Pollen Robotics juga menawarkan paket charger opsional seharga US$39, paket pengembang berisi motor cadangan, kabel, dan baterai seharga US$119, serta paket aksesori yang mencakup laser pointer, sepatu roda yang bisa dikenakan Microduck, dan 10 tag NFC.

Ini adalah robot edukasi kedua dari Pollen Robotics setelah Reach Mini, robot pendamping desktop yang hampir sama imutnya namun relatif statis. Pollen Robotics mengklaim telah menjual 10.000 unit Reach Mini.
Kesuksesan Microduck kemungkinan besar akan bergantung pada seberapa banyak kualitas menggemaskan yang ditampilkan langsung dari kotak, dan seberapa banyak yang harus diprogram sendiri oleh pengguna. Awalnya, pengguna bisa mengendalikan Microduck dengan gaming controller, tetapi keseruan sesungguhnya muncul saat robot mulai merespons dengan cara yang tidak terduga.
Faktor X lainnya adalah seberapa banyak orang yang bersedia membayar hampir US$400 untuk robot bebek semi-otonom berbahan plastik. Microduck tersedia dalam pilihan warna Cream, Graphite, Lavender, dan Sky.
Dengan harga yang relatif terjangkau dibandingkan robot humanoid lainnya, Microduck menawarkan pintu masuk yang menarik ke dunia robotika dan pemrograman. Kombinasi antara desain yang menggemaskan, platform open-source, dan harga yang bersahabat menjadikannya pilihan menarik bagi keluarga yang ingin mengenalkan anak-anak pada teknologi robotik.
Pengumuman Microduck juga menunjukkan arah baru Pollen Robotics dalam membuat robotika lebih mudah diakses. Dengan pendekatan open-source dan SDK yang lengkap, perusahaan ini tampaknya ingin memberdayakan pengguna untuk belajar sambil bermain.
Bagi penggemar teknologi yang penasaran dengan perkembangan robotika, Microduck bisa menjadi pilihan menarik untuk dicoba. Namun, perlu diingat bahwa pengalaman terbaik akan didapatkan oleh mereka yang bersedia mempelajari pemrograman dan mengeksplorasi berbagai kemungkinan yang ditawarkan platform ini.
Dengan jadwal pengiriman sebelum Natal, Microduck bisa menjadi hadiah teknologi yang unik dan mendidik. Apakah robot bebek imut ini akan sukses seperti pendahulunya, waktu yang akan menjawab.





Komentar
Belum ada komentar.