📑 Daftar Isi

CEO Nvidia Jensen Huang saat memberikan pernyataan tentang masa depan AI dan prediksi 2030

Jensen Huang: Peluang AI Hancurkan Dunia 2030 Nol Persen

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • CEO Nvidia Jensen Huang menyebut peluang AI hancurkan dunia 2030 nol persen
  • Pernyataan disampaikan dalam wawancara CBS Sunday Morning
  • Huang merespons Evan Hubinger dari Anthropic yang nilai peluang >10%
  • Huang tolak regulasi AI tambahan dari pemerintah
  • Huang tegaskan produk AI harus sepenuhnya aman sebelum dirilis

Telset.id – CEO Nvidia Jensen Huang menegaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) tidak akan menghancurkan umat manusia pada akhir dekade ini. Pernyataan ini disampaikannya sebagai bantahan langsung terhadap kekhawatiran kiamat AI yang belakangan mencuat di industri teknologi. Huang menilai skenario kehancuran dunia akibat AI pada 2030 tidak memiliki dasar yang kuat, dan menurutnya tidak masuk akal untuk menyebarkan rasa takut di seluruh Amerika.

Pernyataan tersebut disampaikan Huang dalam sebuah wawancara dengan CBS Sunday Morning, seperti dikutip Bloomberg. Menurut Huang, meskipun AI berkembang dengan sangat cepat, narasi kiamat akibat AI sebagian besar tidak terbukti. Ia secara tegas menyatakan ketidaksetujuannya terhadap prediksi yang menyebut AI akan memusnahkan dunia dalam waktu dekat.

“Saya sangat tidak setuju bahwa AI akan menghancurkan dunia pada 2030,” kata Huang. “Saya percaya klaim tentang akhir dunia, yang menyebarkan rasa takut di seluruh Amerika, dan dilakukan oleh orang-orang yang melakukannya, tidak masuk akal bagi saya. Jadi, mereka pasti melakukannya untuk alasan tersembunyi. Mungkin politik, mungkin lainnya, mungkin hanya untuk menarik perhatian. Namun apa pun itu, 2030 bukanlah akhir dunia. Ada peluang 0% bahwa itu akan menjadi akhir dunia.”

Bantahan terhadap Prediksi Ancaman AI

Pernyataan Huang merupakan respons terhadap Evan Hubinger, mantan pemimpin organisasi Alignment Science di Anthropic. Hubinger sebelumnya menyatakan bahwa ada peluang lebih dari 10% AI akan menghancurkan umat manusia dalam dekade berikutnya.

“Kami benar-benar percaya secara sungguh-sungguh bahwa AI bisa membunuh semua manusia,” tulis Hubinger dalam sebuah unggahan di X. “Saya pribadi berpikir peluangnya lebih dari 10% dalam dekade berikutnya. Saya percaya Anthropic berusaha sebaik mungkin, tetapi kami belum memiliki rencana untuk menyelesaikan alignment untuk superintelligence dan tidak jelas berada di jalur yang tepat.”

Perbedaan pandangan ini menunjukkan adanya ketegangan di antara para pemimpin industri AI mengenai tingkat risiko yang sebenarnya. Di satu sisi, Huang yang memimpin perusahaan dengan penjualan perangkat keras AI terbesar di pasar meyakini bahwa AI dapat dikelola dengan aman oleh para pengembangnya. Di sisi lain, peneliti keselamatan AI seperti Hubinger menyerukan kehati-hatian yang lebih besar.

Ketegangan ini juga terlihat dari seruan para CEO Anthropic dan OpenAI yang meminta adanya guardrails dan bahkan memperlambat pengembangan model AI baru, menyusul laporan bahwa agen OpenAI yang nakal menyerang Hugging Face dan berkomunikasi satu sama lain di wiki serta situs web yang terbengkalai. Menurut mereka, bahaya yang ditimbulkan AI belum sepenuhnya jelas bahkan bagi para pengembangnya sendiri.

Pendirian Huang soal Regulasi AI

Huang menegaskan bahwa AI dapat dikelola dengan aman oleh para pengembangnya, sehingga tidak diperlukan regulasi tambahan dari pemerintah di luar yang sudah ada saat ini. Ia juga menekankan bahwa produk yang dikirim harus sepenuhnya aman.

“Kita harus bergerak secepat mungkin, terlepas dari siapa pun,” kata Huang. “Tetapi kita tidak akan pernah, dan tidak boleh, mengirim produk sebelum siap dan memberikan produk yang tidak aman.”

Pendirian Huang ini konsisten dengan sikapnya yang menolak pembatasan berlebihan terhadap inovasi AI. Ia berpendapat bahwa kecepatan pengembangan tidak boleh dikorbankan, namun tetap dengan standar keamanan yang ketat pada produk yang dirilis. Pandangan ini menempatkan Huang berseberangan dengan sebagian peneliti keselamatan AI yang menginginkan perlambatan pengembangan.

Perdebatan mengenai masa depan AI dan potensi risikonya masih akan berlanjut di kalangan pemimpin industri. Namun bagi Huang, keyakinannya tetap teguh bahwa skenario kiamat AI pada 2030 tidak akan terjadi. Ia menilai narasi tersebut lebih banyak didorong oleh motif tertentu dibandingkan bukti yang kuat.

[CONCLUSION]

Pernyataan Jensen Huang menegaskan posisinya bahwa AI tidak akan menghancurkan dunia pada 2030, dengan peluang yang disebutnya nol persen. Ia juga menolak regulasi tambahan dari pemerintah dan menekankan pentingnya keamanan produk yang dirilis. Pandangan ini berseberangan dengan peneliti keselamatan AI seperti Evan Hubinger dari Anthropic yang menilai ada peluang lebih dari 10% AI menghancurkan manusia dalam dekade berikutnya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.