πŸ“‘ Daftar Isi

Modul memori RAM DDR5 Samsung 128GB RDIMM berkapasitas tinggi

Harga RAM Melonjak, Kapasitas Memori PC Turun untuk Pertama Kali

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Data CPU-Z mencatat penurunan kapasitas memori PC tahun ke tahun untuk pertama kalinya
  • Konfigurasi 32GB turun 2,5% dan 64GB anjlok 18% akibat lonjakan harga RAM imbas permintaan DRAM industri AI
  • 32GB masih memimpin dengan 37,2%, diikuti 16GB (33%) dan 8GB (11%)
  • Kit kecil bangkit: 16GB naik 12,9%, 8GB naik 5,5%, dan 24GB naik 19,7%
  • DDR4 masih dominan 54,5%, DDR5 baru 32,9%; chip Zen 3 seperti Ryzen 5 5500 melonjak hingga 67,3%
  • Data CPU-Z hanya merepresentasikan basis pengguna aktif, bukan angka penjualan ritel

Telset.id – Data survei perangkat keras CPU-Z mencatat penurunan kapasitas memori PC tahun ke tahun untuk pertama kalinya. Konfigurasi 32GB turun 2,5 persen dan 64GB anjlok 18 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, imbas lonjakan harga RAM yang dipicu perebutan pasokan DRAM global oleh industri AI.

Penurunan ini menjadi sinyal pergeseran perilaku pengguna PC. Kapasitas memori besar yang dulu jadi target utama perakitan kini berubah menjadi barang mahal. Harga modul DDR4 dan DDR5 melambung setelah permintaan chip memori dari sektor AI menyedot pasokan dunia, sehingga konsumen mulai menghitung ulang untung-rugi membeli kit berkapasitas tinggi.

Perlu dipahami, data CPU-Z bukan angka penjualan ritel bulanan. CPU-Z adalah program gratis yang menampilkan rincian perangkat keras di dalam sistem, dan survei hanya melacak perangkat yang benar-benar memasang serta menjalankan aplikasi tersebut. Angka ini merepresentasikan basis pengguna aktif CPU-Z, bukan laporan penjualan.

16GB dan 32GB Masih Mendominasi

Meski terjadi penurunan, konfigurasi 32GB masih memimpin basis pengguna CPU-Z dengan pangsa 37,2 persen. Konfigurasi 16GB mengikuti di posisi kedua dengan 33 persen. Posisi ini wajar karena aplikasi dan game kian haus memori. Selama bertahun-tahun 16GB menjadi patokan minimum, sementara 32GB kini jadi titik ideal bagi banyak orang, termasuk gamer.

Samsung DDR5 128GB RDIMM

Di sisi lain, konfigurasi 8GB terus menyusut dan hanya menyumbang 11 persen dari sistem yang disurvei. Sistem 8GB kini jarang ditemui. Kapasitas ini masih muncul di perangkat lama, komputer kantor dasar, atau rakitan dengan anggaran sangat ketat yang mengorbankan performa. Sementara itu, konfigurasi kelas atas seperti 64GB dan 24GB masih minoritas dengan pangsa 7,3 persen dan 2,3 persen.

Pengembang CPU-Z untuk pertama kalinya mencatat penurunan signifikan pada konfigurasi berkapasitas tinggi. Konfigurasi 32GB turun 2,5 persen secara tahun ke tahun, sedangkan opsi 64GB merosot 18 persen. Penyebabnya diduga kuat karena lonjakan tajam harga memori yang memaksa konsumen menimbang ulang nilai ekonomis kapasitas besar. Ketika harga per gigabyte naik, pembeli beralih ke kapasitas yang lebih terjangkau.

Kit Kapasitas Kecil Mulai Bangkit Kembali

Sebaliknya, kit memori berkapasitas kecil mengalami kebangkitan. Konfigurasi 16GB yang sering dianggap sebagai batas minimum naik 12,9 persen. Konfigurasi 8GB yang sebelumnya menurun tajam justru tumbuh 5,5 persen. Menariknya, konfigurasi 24GB meningkat 19,7 persen dan menjadi jalan tengah bagi konsumen yang butuh lebih dari 16GB tetapi enggan merogoh kocek untuk kit premium 32GB.

Distribusi jenis memori DDR4 dan DDR5 juga menunjukkan pola serupa. DDR4 masih mendominasi sebagai standar memori dengan pangsa 54,5 persen, sementara DDR5 yang merupakan teknologi terbaru baru berada di fase adopsi awal dengan 32,9 persen. DDR4 telah menjadi standar de facto hampir satu dekade, sehingga DDR5 butuh waktu untuk menyalip.

Kenaikan DDR4 sebesar 6 persen dan penurunan DDR5 sebesar 2,9 persen mengindikasikan konsumen yang peka anggaran tetap bertahan di platform yang masih mendukung DDR4. Contohnya prosesor AMD Zen 3 seperti Ryzen 5000 dengan kode Vermeer, atau prosesor Intel Generasi ke-13 Raptor Lake. Grafik prosesor CPU-Z juga menunjukkan lonjakan signifikan pada chip Zen 3, termasuk Ryzen 7 5700X, Ryzen 5 5600, dan Ryzen 5 5500 dengan angka masing-masing hingga 42,8 persen, 36,1 persen, dan 67,3 persen.

Meski DDR4 dan DDR5 sama-sama naik harga, DDR4 tetap sedikit lebih terjangkau. Sejumlah perusahaan turut mendukung tren ini, seperti AMD yang merilis ulang Ryzen 7 5800X3D, vendor yang kembali memproduksi DDR4 dan motherboard DDR4, serta Intel yang menyiapkan chip Raptor Lake Next untuk 2027.

Bagi pembaca yang mengikuti perkembangan tren industri perangkat keras, data ini memperlihatkan bagaimana tekanan pasokan global bisa mengubah keputusan teknis di level pengguna. Pola serupa juga kerap muncul di sektor lain, seperti kebijakan langganan yang membatasi Sinkronisasi Data Kesehatan pada perangkat konsumen.

Penurunan kapasitas memori PC tahun ke tahun ini menegaskan bahwa harga komponen menjadi penentu utama dalam perakitan sistem. Selama pasokan DRAM masih tersedot kebutuhan AI, konsumen cenderung memilih kapasitas yang paling masuk akal dengan anggaran yang tersedia, bukan yang paling besar.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.