šŸ“‘ Daftar Isi

Gladius 2, loitering munition turbojet Polandia dari WB Group dengan bodi pipih menyerupai pembom siluman B-2 Spirit

Gladius 2: Drone Jet Polandia dengan Siluet Mirip B-2 Spirit

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø8 menit membaca
Bagikan:
  • WB Group Polandia perkenalkan Gladius 2 atau Warmate 30, loitering munition dengan siluet flying wing mirip B-2 Spirit
  • Menggunakan mesin turbojet dan hulu ledak 30 kg yang dapat ditukar, lebih cepat dari varian Warmate bertenaga listrik
  • Dapat diluncurkan dari kontainer pengiriman atau kendaraan khusus
  • Terintegrasi dalam sistem Gladius dengan drone FT-5 Łoś dan platform Topaz
  • Pengembangan dimulai September 2022 dengan pelajaran dari konflik Ukraina
  • Kontrak Mei 2026 mencakup 400+ sistem Warmate, 200 drone FlyEye, dan 12 modul Gladius
  • Status Gladius 2 dalam kontrak tersebut belum dikonfirmasi WB Group
  • Data performa resmi seperti jarak jelajah dan kecepatan belum dirilis

Telset.id – WB Group, perusahaan pertahanan Polandia, memperkenalkan loitering munition baru bernama Gladius 2 yang juga disebut Warmate 30. Munisi ini memiliki bodi pipih berbentuk sayap yang menyerupai pembom siluman B-2 Spirit milik Amerika Serikat. Bentuk tersebut digunakan terutama untuk menekan jejak radar dan panas, bukan sekadar alasan estetika. Desain flying wing menyebarkan gelombang radar lebih efisien dibandingkan airframe kotak, alasan yang sama membuat pembom siluman mengadopsi siluet serupa puluhan tahun lalu.

Gladius 2 mengandalkan mesin turbojet, memberinya kecepatan menuju target yang lebih tinggi dibandingkan varian Warmate bertenaga listrik sebelumnya. Munisi ini membawa hulu ledak 30 kg (66 lb) yang dapat ditukar dan bisa diluncurkan dari kontainer pengiriman maupun kendaraan khusus. WB Group merancangnya untuk beroperasi dalam sistem reconnaissance strike Gladius yang lebih luas, bukan sebagai munisi berdiri sendiri.

Sistem tersebut memadukan drone pengintai FT-5 Łoś dengan efektor serang terpisah, semuanya dikoordinasikan melalui platform perangkat lunak bernama Topaz. Pengaturan ini memungkinkan satu operator menemukan target menggunakan pesawat pengintai, lalu menghancurkannya dengan senjata serang terpisah. Menurut perusahaan, pengembangan varian baru ini dimulai pada September 2022 dengan mengambil pelajaran dari konflik yang berlangsung di Ukraina.

Gladius 2 turbojet bomber

Polandia Genjot Belanja Sistem Nirawak

Senjata baru ini hadir saat Polandia terus membelanjakan dana besar untuk sistem nirawak dan loitering munition produksi dalam negeri. Pada Mei 2026, Armaments Agency Polandia menandatangani perjanjian yang mencakup lebih dari 400 sistem Warmate dan hampir 200 drone pengintai FlyEye. Kontrak yang sama mencakup 12 modul tembak Gladius, dengan pembiayaan sebagian dipasok melalui program pinjaman pertahanan SAFE Uni Eropa.

WB Group belum mengonfirmasi apakah Gladius 2 atau Warmate 30 termasuk dalam perjanjian pengadaan yang sudah ada tersebut. Perbedaan ini penting karena pesawat yang baru ditampilkan bisa tetap menjadi penawaran masa depan, bukan sistem militer Polandia yang langsung dikontrak. Sebelumnya WB Group mendeskripsikan beberapa varian Warmate menggunakan kategori payload, termasuk model dengan hulu ledak 5 kg, 20 kg, dan 50 kg. Warmate 30 karena itu berada di antara konfigurasi yang lebih besar dan lebih kecil sambil membawa payload 30 kg miliknya sendiri.

Warmate 3 yang lebih awal dilaporkan membawa hulu ledak lebih kecil sambil mencapai jarak hingga 70 km, atau 43 mil. Sistem Gladius orisinal juga pernah ditawarkan dengan varian Warmate bertenaga listrik yang mampu melampaui 100 km, atau 62 mil. Namun angka-angka tersebut tidak boleh diperlakukan sebagai spesifikasi Gladius 2 sampai WB Group merilis data performanya sendiri.

Ketidakpastian soal performa ini menjadi catatan penting. Apakah Gladius 2 tampil sebaik yang disiratkan bentuknya akan tetap tidak jelas hingga WB Group merilis angka pengujian yang sebenarnya. Pesawat ini pada dasarnya meniru siluet siluman yang sudah terbukti, sebuah langkah yang masuk akal secara praktis bagi negara yang memperluas gudang senjatanya di bawah tekanan perang nyata.

Ukrainian Liutyi drone

Posisi Gladius 2 di Antara Varian Warmate

Penamaan ganda Gladius 2 dan Warmate 30 menunjukkan posisi munisi ini dalam lini produk WB Group. Dengan hulu ledak 30 kg, munisi ini mengisi celah antara varian berpayload 20 kg dan 50 kg yang telah dijelaskan perusahaan. Pendekatan kategori payload ini memudahkan calon pengguna memetakan kemampuan setiap varian sesuai kebutuhan operasional.

Yang membedakan Gladius 2 dari pendahulunya adalah pilihan propulsi. Varian Warmate sebelumnya mengandalkan tenaga listrik, sementara Gladius 2 memakai turbojet. Perbedaan ini memberi kecepatan lebih tinggi menuju target, meski konsekuensi lain dari pilihan mesin tersebut belum diungkap WB Group.

Kemampuan peluncuran dari kontainer pengiriman atau kendaraan khusus juga memperluas fleksibilitas operasional. Integrasi ke dalam sistem Gladius yang dikoordinasikan Topaz menegaskan bahwa munisi ini dirancang sebagai bagian dari ekosistem reconnaissance strike, bukan alat tunggal. Satu operator dapat memakai FT-5 Łoś untuk menemukan target, kemudian menghancurkannya dengan efektor serang terpisah.

Barracuda cruise missile

Belanja pertahanan Polandia yang agresif pada sistem nirawak mencerminkan prioritas yang jelas. Kontrak Mei 2026 untuk lebih dari 400 sistem Warmate, hampir 200 drone FlyEye, dan 12 modul tembak Gladius menunjukkan skala investasi tersebut. Program pinjaman SAFE Uni Eropa yang turut membiayai sebagian kontrak menegaskan dukungan institusional terhadap pengembangan kapasitas ini.

Namun status Gladius 2 dalam kontrak tersebut masih belum jelas. WB Group belum mengonfirmasi apakah varian terbaru ini termasuk dalam pengadaan yang sudah diteken. Ketidakjelasan ini wajar mengingat perusahaan baru menampilkan munisi tersebut tanpa merilis data performa resmi.

Bagi pengamat industri pertahanan, langkah WB Group menunjukkan pola yang konsisten: mengembangkan varian baru berdasarkan pelajaran dari medan perang nyata. Pengembangan yang dimulai September 2022 bertepatan dengan eskalasi konflik di Ukraina, yang menjadi laboratorium bagi efektivitas loitering munition. Keputusan mengadopsi siluet flying wing yang terbukti pada pembom siluman adalah pilihan pragmatis untuk menekan deteksi radar dan panas.

An Air Force B-52 Stratofortress takes off from RAF Fairford on March 19, 2026, in Fairford, England.

Perbandingan dengan B-2 Spirit bukan kebetulan. Pembom siluman Amerika Serikat itu mengadopsi desain flying wing untuk alasan yang sama: menyebarkan gelombang radar secara efisien. Gladius 2 menerapkan prinsip tersebut pada skala munisi, dengan bentuk pipih yang berfungsi mengurangi signature, bukan untuk penampilan.

Hulu ledak 30 kg yang dapat ditukar memberi fleksibilitas misi. Operator dapat menyesuaikan konfigurasi sesuai target, sesuatu yang penting dalam operasi yang menuntut respons cepat. Kombinasi turbojet dan payload 30 kg menempatkan Gladius 2 di segmen menengah lini Warmate.

Peluncuran dari kontainer pengiriman menawarkan mobilitas dan kesederhanaan logistik. Sementara peluncuran dari kendaraan khusus memberi opsi tambahan bagi unit yang membutuhkan pergerakan cepat. Kedua metode ini mencerminkan perhatian pada kebutuhan operasional lapangan.

Drone interceptor: The Ukrainian Alexa Spatium UAS

Integrasi dengan platform Topaz menghubungkan seluruh elemen sistem Gladius dalam satu jaringan koordinasi. FT-5 Łoś berperan sebagai mata, sementara efektor serang menjadi tinju. Pembagian peran ini memungkinkan operator tunggal menjalankan siklus temukan-dan-hancurkan tanpa harus mengoperasikan beberapa platform secara manual.

WB Group belum merilis spesifikasi performa Gladius 2. Jarak jelajah, kecepatan maksimum, dan akurasi masih belum diketahui. Angka 70 km untuk Warmate 3 dan lebih dari 100 km untuk varian listrik Gladius orisinal tidak dapat diterapkan pada Gladius 2. Data resmi dari perusahaan masih ditunggu.

Polandia berada di garis depan ekspansi kapasitas pertahanan nirawak di Eropa. Investasi besar pada sistem produksi dalam negeri menunjukkan keinginan mengurangi ketergantungan pada pemasok asing. WB Group sebagai produsen lokal memainkan peran sentral dalam strategi tersebut.

F-35 fighter jet

Program SAFE Uni Eropa yang membiayai sebagian kontrak menunjukkan dimensi blok dalam belanja pertahanan Polandia. Dukungan ini memperkuat posisi Polandia sebagai salah satu negara dengan belanja pertahanan terbesar relatif terhadap PDB di NATO. Fokus pada sistem nirawak mencerminkan pelajaran dari konflik modern.

Bagi pasar pertahanan global, kemunculan Gladius 2 menambah opsi dalam kategori loitering munition berpayload menengah. Negara-negara yang mencari sistem dengan propulsi turbojet dan kemampuan peluncuran fleksibel mungkin melihat varian ini sebagai kandidat. Namun tanpa data performa resmi, penilaian komparatif belum bisa dilakukan.

WB Group belum mengumumkan jadwal produksi, harga, atau ketersediaan ekspor Gladius 2. Informasi tersebut akan menentukan apakah munisi ini menjadi produk yang benar-benar dipasarkan atau tetap sebagai demonstrasi teknologi. Hingga saat itu, Gladius 2 tetap menjadi penawaran yang menjanjikan namun belum terverifikasi.

A Tupolev Tu-95 captured flying over Moscow

Pelajaran dari Ukraina menjadi fondasi pengembangan Gladius 2. Konflik tersebut memperlihatkan nilai loitering munition dalam peperangan modern, terutama untuk menyerang target bernilai tinggi dengan biaya relatif rendah. Polandia sebagai tetangga Ukraina merasakan langsung urgensi memperkuat kemampuan pertahanannya.

Desain flying wing Gladius 2 mengorbankan sebagian kapasitas internal demi signature yang lebih rendah. Trade-off ini umum pada platform siluman. Keputusan WB Group mencerminkan prioritas pada kemampuan bertahan hidup di lingkungan yang dipenuhi radar dan sensor panas.

Mesin turbojet memberi keunggulan kecepatan dibanding varian listrik. Namun turbojet juga membawa konsekuensi pada konsumsi bahan bakar dan kompleksitas logistik. WB Group belum mengungkap bagaimana trade-off ini dikelola dalam desain Gladius 2.

Google logo on a black background next to text reading 'Click to follow TechRadar'

Keluarga Warmate telah menjadi tulang punggung penawaran WB Group di segmen loitering munition. Varian dengan payload 5 kg, 20 kg, dan 50 kg menunjukkan strategi produk yang terstruktur. Gladius 2 atau Warmate 30 melengkapi lini tersebut di segmen 30 kg.

Penggunaan nama ganda menunjukkan keterkaitan antara Gladius 2 sebagai bagian dari sistem Gladius dan Warmate 30 sebagai anggota keluarga Warmate. Penamaan ini membantu calon pengguna memahami posisi produk dalam portofolio perusahaan.

Kontrak Mei 2026 menjadi bukti komitmen Polandia pada sistem nirawak. Lebih dari 400 sistem Warmate dan hampir 200 drone FlyEye adalah angka signifikan. Tambahan 12 modul tembak Gladius memperkuat infrastruktur reconnaissance strike negara tersebut.

Efosa Udinmwen

Apakah Gladius 2 termasuk dalam pengadaan tersebut masih menjadi pertanyaan terbuka. WB Group belum memberikan konfirmasi. Ketidakpastian ini berarti munisi yang baru ditampilkan bisa jadi masih dalam tahap penawaran masa depan.

Bagi Polandia, pengembangan kapasitas produksi dalam negeri mengurangi risiko gangguan pasokan dari luar. WB Group sebagai produsen domestik menjadi aset strategis. Investasi pada loitering munition produksi lokal sejalan dengan tujuan kemandirian pertahanan.

Program pinjaman SAFE Uni Eropa menambah dimensi multilateral pada belanja pertahanan Polandia. Dukungan pembiayaan ini memungkinkan percepatan pengadaan tanpa membebani anggaran nasional sepenuhnya. Mekanisme ini mencerminkan solidaritas pertahanan Eropa.

Hingga WB Group merilis data performa resmi, Gladius 2 tetap menjadi subjek spekulasi terbatas pada aspek teknis. Yang jelas, perusahaan telah menunjukkan munisi dengan siluet flying wing, mesin turbojet, hulu ledak 30 kg yang dapat ditukar, dan kemampuan peluncuran ganda. Integrasi dengan sistem Gladius dan platform Topaz menegaskan posisinya sebagai bagian dari ekosistem yang lebih besar.

Bagi pengamat industri pertahanan, langkah WB Group mencerminkan tren yang lebih luas: adopsi desain siluman pada platform yang lebih kecil dan lebih terjangkau. Siluet B-2 Spirit yang ikonik kini menginspirasi munisi yang jauh lebih kecil, menandakan demokratisasi teknologi stealth ke segmen taktis.

Polandia dengan belanja pertahanannya yang agresif menjadi pasar uji bagi pendekatan ini. Jika Gladius 2 terbukti efektif dalam pengujian, varian ini bisa memperkuat posisi WB Group di pasar loitering munition global. Namun semua bergantung pada data performa yang belum dirilis.

Yang pasti, kemunculan Gladius 2 menunjukkan bahwa inovasi dalam loitering munition terus berlanjut. Kombinasi propulsi turbojet, desain siluman, dan integrasi sistem menjadi arah pengembangan yang menarik. Polandia melalui WB Group berada di garis depan tren tersebut.

[ META_DESCRIPTION]
WB Group memperkenalkan Gladius 2, loitering munition turbojet Polandia dengan siluet mirip B-2 Spirit dan hulu ledak 30 kg yang dapat ditukar.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.