📑 Daftar Isi

Ilustrasi pusat data dengan rak server AI yang menjadi target ekspansi Foxconn

Foxconn Incar 50% Pasar Server AI Global dalam Dua Tahun

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Foxconn menargetkan 50% pasar server AI global dalam dua tahun, dari saat ini sekitar 40%
  • Pangsa pasar diperkirakan mencapai 45% tahun depan sebelum berpotensi naik ke 50%
  • Kapasitas produksi sudah terpesan penuh minimal 18 bulan ke depan
  • Infrastruktur AI diproyeksikan menyumbang 60-65% pendapatan dalam 3-5 tahun
  • Alokasi tahunan aktivitas AI Foxconn berkisar 3-5 miliar dolar AS
  • Foxconn akan bergerak ke hulu rantai pasok dan memperluas operasi di Amerika Serikat

Telset.id – Foxconn menargetkan penguasaan sekitar 50% pasar server kecerdasan buatan (AI) global dalam dua tahun ke depan. Ambisi ini muncul saat kapasitas produksi perusahaan asal Taiwan tersebut sudah terpesan penuh untuk minimal 18 bulan ke depan, menandakan permintaan infrastruktur komputasi yang terus meluas di seluruh dunia.

Saat ini Foxconn menguasai sekitar 40% pasar server AI. Perusahaan memperkirakan pangsa pasarnya akan mencapai sekitar 45% pada tahun depan sebelum berpotensi naik ke 50%. Chairman Foxconn Young Liu menyampaikan proyeksi tersebut dalam wawancara dengan CNBC bersama Christine Tan. “Saya pikir kami bisa tumbuh hingga 50 persen,” ujar Liu.

Rencana ekspansi Foxconn mencakup peningkatan kapasitas manufaktur, pengembangan operasi di Amerika Serikat, serta investasi lebih lanjut di sepanjang rantai pasok AI. Langkah ini menegaskan pergeseran fokus perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai perakit perangkat elektronik konsumen, sebagaimana tercermin dari langkah Fokus Utama yang kini beralih ke server AI.

Infrastruktur AI Jadi Sumber Pendapatan Utama

Infrastruktur AI diperkirakan menjadi sumber pendapatan yang semakin penting bagi Foxconn. Perusahaan memproyeksikan server, rak, dan infrastruktur terkait akan menyumbang antara 60% hingga 65% pendapatan dalam tiga sampai lima tahun. Proyeksi tersebut belum memasukkan perangkat edge AI, yaitu perangkat yang memproses beban kerja AI langsung pada perangkat keras lokal.

Saat ini, pesanan Foxconn terutama berasal dari pengembang AI dan penyedia layanan cloud. Sementara itu, lembaga pemerintah dan bisnis konvensional belum mengadopsi teknologi ini secara luas. Kapasitas manufaktur yang sudah terpesan penuh untuk setidaknya 18 bulan ke depan menunjukkan besarnya permintaan akan perangkat komputasi tambahan.

Karena itu, Foxconn berniat memperluas keterlibatannya di luar perakitan elektronik konvensional untuk memasok lebih banyak komponen dan infrastruktur yang dibutuhkan pusat data. Perusahaan juga berencana meningkatkan operasi manufakturnya di Amerika Serikat dengan mengambil aktivitas tambahan yang lebih jauh ke hulu dalam rantai pasok.

Data centre.

“Apa yang akan kami lakukan adalah kami akan bergerak ke hulu rantai pasok,” kata Liu. Biaya operasional yang lebih tinggi di Amerika Serikat membuat perusahaan pada awalnya berkonsentrasi pada produk yang menawarkan margin keuntungan lebih kuat. Rak server AI dan peralatan pusat data termasuk kategori yang diperkirakan mendapat perhatian selama ekspansi ini.

Foxconn meyakini volume manufaktur yang lebih besar pada akhirnya dapat menurunkan biaya produksi, meskipun hasil tersebut memerlukan investasi berkelanjutan. Alokasi tahunan perusahaan untuk aktivitas AI saat ini berada di kisaran 3 miliar hingga 5 miliar dolar AS. Belanja tersebut dapat meningkat seiring meluasnya keterlibatan produsen di berbagai tahap produksi infrastruktur.

Risiko Komitmen Berlebih

Meski optimistis, komitmen yang berlebihan tetap menjadi kekhawatiran seiring perusahaan teknologi terus berinvestasi besar-besaran dalam kapasitas komputasi. Foxconn memperkirakan pesanan yang lebih lemah dari pelanggan individual dapat diimbangi oleh pembelian yang lebih kuat di tempat lain di pasar.

Namun, penurunan belanja secara simultan di seluruh industri AI akan menciptakan kesulitan yang lebih besar bagi para produsen di sepanjang rantai pasok. Di sisi lain, Foxconn memiliki rekam jejak dalam memperluas bisnis di luar perakitan, termasuk melalui langkah Bisnis Suku Cadang yang memperlihatkan upayanya masuk ke segmen komponen yang lebih bernilai tambah.

Ambisi Foxconn di pasar server AI juga menjadi bagian dari perjalanan panjang perusahaan dalam rantai pasok global. Sebelumnya, Foxconn sempat menghadapi tantangan produksi, seperti yang tergambar dalam laporan soal Yield Rate Foxconn yang baru mencapai 60 persen pada produksi iPhone Duo.

Dengan kapasitas yang sudah terpesan penuh dan target pangsa pasar yang agresif, langkah Foxconn memperluas keterlibatan di rantai pasok infrastruktur AI akan menentukan posisinya sebagai pemasok utama bagi pengembang AI dan penyedia layanan cloud di seluruh dunia.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.