πŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi kawasan permukiman Colonial Hills Southaven di dekat fasilitas komputasi AI SpaceX

SpaceX Tawarkan Beli 418 Rumah Warga di Southaven, Ada Syarat Gugatan

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • SpaceX menawarkan pembelian 418 rumah di Colonial Hills, Southaven
  • Rumah berada dekat pembangkit listrik dan kompleks Colossus II milik MZX
  • Warga harus menarik diri dari gugatan kebisingan turbin gas
  • Warga keluhkan kebisingan yang mengganggu tidur
  • SpaceX bantah tuduhan, pasang penghalang suara dan turunkan daya
  • Pemantauan kota tak catat kebisingan lebih dari 70 desibel

Telset.id – SpaceX dikabarkan menawarkan pembelian 418 rumah di Colonial Hills, kawasan permukiman Southaven yang berdekatan dengan fasilitas operasi kecerdasan artifisial perusahaan. Tawaran itu muncul di tengah sengketa kebisingan yang masih berjalan, dan pemilik rumah disebut harus memenuhi sejumlah syarat agar bisa ikut dalam pembelian tersebut. Langkah ini menjadi perkembangan terbaru dari persoalan yang melibatkan warga, perusahaan, dan pemerintah kota setempat.

Rumah-rumah yang menjadi target pembelian berada dekat dengan pembangkit listrik yang memasok kebutuhan operasional perusahaan di wilayah tersebut. Kawasan itu juga berdekatan dengan Colossus II, kompleks komputasi kecerdasan artifisial yang dioperasikan MZX, anak perusahaan SpaceX. Informasi ini pertama kali dilaporkan dan dikutip dari pemberitaan TechRadar.

MZX telah memberi tahu warga bahwa pihaknya memerlukan tambahan properti untuk kegiatan perusahaan. Sementara itu, Wali Kota Southaven Darren Musselwhite menyebut sebagian rumah yang dibeli nantinya bisa digunakan untuk menampung karyawan yang akan datang. Agen properti dikabarkan telah menghubungi pemilik rumah dengan tawaran pembelian atas nama perusahaan, dengan sejumlah kondisi yang berkaitan dengan perkara hukum yang sedang berlangsung.

Syarat Pembelian Terkait Gugatan Kebisingan

Menurut laporan, pemilik rumah harus setuju menarik diri dari gugatan yang masih berjalan terkait kebisingan turbin gas agar bisa memenuhi syarat pembelian properti. Warga yang terlibat dalam gugatan menuding kebisingan dari fasilitas kelistrikan di dekat permukiman telah mengganggu kehidupan sehari-hari dan waktu tidur mereka secara serius.

Elizabeth Rose, seorang guru piano yang tinggal beberapa mil dari lokasi, mengaku suara yang terus-menerus itu berulang kali membangunkan tidurnya. β€œSuaranya seperti mesin pesawat tapi berlangsung terus-menerus, sangat keras. Saya pernah terbangun pukul 2 pagi karenanya, saya pernah terbangun pukul 3 pagi karenanya. Kadang saya harus menjauh dari situ karena membuat saya sangat marah,” kata Rose.

Jason Haley, penggugat dalam gugatan class action, juga menggambarkan kebisingan yang terus-menerus dan kesulitan tidur di dalam rumahnya. β€œAda dengung bernada tinggi lalu suara lain seperti pesawat di atas rumah Anda. Ini begitu menyiksa sampai saya tidak bisa tidur; saya keluar rumah atau menyalakan musik sampai tertidur karena kelelahan. Ini membuat Anda gila. Anda juga kehilangan harapan karena diabaikan atau tidak dianggap. Tidak ada jalan keluar,” ujarnya.

Keluhan tersebut menyangkut Colossus I dan II, di mana warga juga mengangkat tuduhan soal polusi udara dan turbin yang beroperasi tanpa izin yang diperlukan. SpaceX menyatakan pihaknya berniat menyingkirkan turbin yang tidak berizin dalam waktu satu tahun, seiring beroperasinya pembangkit listrik berkapasitas 1,2 gigawatt. Persoalan perizinan dan turbin ini juga pernah mencuat dalam gugatan soal turbin xAI yang sebelumnya bergulir.

Data centre.

SpaceX Bantah Keluhan dan Klaim Pemantauan Kota

Perusahaan menolak tuduhan tersebut dan menyatakan telah mengambil langkah untuk mengurangi gangguan di sekitar fasilitas. Langkah itu dilaporkan mencakup penurunan keluaran daya dan pemasangan penghalang suara untuk membatasi kebisingan yang mencapai kawasan permukiman.

Wali Kota Darren Musselwhite menyebut pemantauan yang dilakukan pemerintah kota belum mencatat kebisingan yang melebihi ambang batas legal Southaven sebesar 70 desibel. Namun, sejumlah spesialis memperingatkan paparan suara berkelanjutan di kisaran 50 desibel tetap dapat berdampak pada kesehatan manusia.

Warga menyikapi perkembangan ini secara berbeda. Sebagian menerima tawaran pembelian perusahaan, sementara sebagian lain tetap menolak keberadaan operasi industri di sekitar tempat tinggal mereka. Musselwhite menampik anggapan bahwa pembelian itu akan mengubah Colonial Hills menjadi kawasan permukiman yang didominasi satu pemberi kerja. Menurutnya, perusahaan bermaksud menyediakan akomodasi bagi karyawan sekaligus membantu warga yang menilai pembangunan industri di dekat mereka mengganggu.

Langkah ekspansi SpaceX di kawasan ini sejalan dengan sejumlah inisiatif perusahaan lain yang sebelumnya dilaporkan, termasuk jaringan 5G Starlink hasil kerja sama dengan Qualcomm. Sebelumnya juga muncul laporan soal langkah SpaceX incar Boost Mobile sebagai jalan masuk ke pasar seluler Amerika Serikat.

A long corridor with a sleek black floor, glowing green lights in the ceiling and rows of LEDS on either wall

Hingga laporan ini dikutip, tawaran pembelian 418 rumah di Colonial Hills masih menjadi persoalan yang menyangkut dua kepentingan sekaligus: kebutuhan lahan untuk operasi perusahaan dan keberlangsungan hidup warga yang menilai kebisingan fasilitas di dekat mereka belum terselesaikan. Keputusan warga untuk menerima atau menolak tawaran akan menentukan arah sengketa yang masih berjalan di Southaven.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.