πŸ“‘ Daftar Isi

Logo AI di samping ponsel yang menampilkan logo Bank of America

Bank of America Larang Nasabah Bagikan Password ke AI Agent

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Bank of America melarang nasabah membagikan username dan password ke AI agent
  • Larangan mencakup alat atau agen berbasis AI yang menawarkan transaksi atas nama nasabah
  • AI agent kini mampu melakukan pembelian agentic, tetapi transaksi bisa ditandai tidak sah
  • Nasabah berisiko terkunci dari akun atau kesulitan mengembalikan uang
  • AI agent menyerap data sensitif yang bisa bocor jika ada celah keamanan
  • Tanggung jawab akhir tetap di tangan nasabah

Telset.id – Bank of America meminta nasabahnya untuk tidak membagikan username dan password kepada siapa pun, termasuk kepada alat atau agen berbasis AI (AI agent) yang menawarkan diri untuk bertindak atas nama nasabah. Permintaan ini muncul di tengah meningkatnya tren penggunaan asisten AI untuk melakukan pembayaran, yang justru menimbulkan masalah bagi penyedia layanan perbankan.

Dalam pernyataannya, Bank of America menegaskan bahwa nasabah tidak boleh memberikan kredensial perbankan mereka kepada pihak mana pun. Permintaan tersebut mencakup larangan berbagi data sensitif dengan β€œAl-enabled tool or agent that offers to act on your behalf.” Langkah ini menjadi peringatan langsung bagi nasabah yang tergoda menyerahkan urusan transaksi kepada AI agent.

Peringatan Bank of America ini bukan tanpa alasan. AI agent kini disebut telah mampu melakukan pembelian secara agentic atau agentic purchases. Namun, kemampuan tersebut tidak serta-merta berarti transaksi itu sebaiknya dilakukan. Muncul sejumlah persoalan yang membuat bank harus mengambil sikap tegas terhadap praktik berbagi kredensial ke AI agent.

Risiko AI Agent untuk Pembayaran

Ada sisi positif yang jelas dari memiliki AI agent yang melakukan pembelian atas nama nasabah. Jika sebuah barang turun harga atau tiba-tiba tersedia setelah sebelumnya kosong, agen tersebut dapat melakukan pembelian agar nasabah tidak melewatkan kesempatan. Namun, transaksi semacam ini kadang ditandai sebagai transaksi tidak sah oleh lembaga keuangan, yang berujung pada nasabah terkunci dari akun mereka.

Selain itu, AI agent bisa saja membeli sesuatu yang tidak diinginkan nasabah. Kondisi ini menempatkan sebagian nasabah pada posisi harus berjuang bersama bank untuk mencoba mendapatkan uang mereka kembali. Dalam kasus seperti ini, tanggung jawab sebagian besar berada di tangan nasabah. Jika AI agent tidak memiliki detail perbankan nasabah, maka pembelian tersebut tidak akan pernah terjadi.

Persoalan kredensial dan akses AI agent ke rekening nasabah juga menjadi perhatian industri perbankan secara lebih luas. Sejumlah bank besar di Amerika Serikat dilaporkan telah bergerak membendung risiko ini, sebagaimana dibahas dalam artikel Risiko AI Agent. Langkah serupa juga terlihat dari upaya bank-bank yang kewalahan mencegah agen AI mengakses rekening nasabah, seperti diulas dalam Akses Rekening Nasabah.

Data Pribadi yang Diserap AI Agent

AI agent menyerap semua yang disampaikan pengguna, termasuk informasi yang sangat sensitif. Informasi tersebut dapat kembali bocor atau muncul kembali jika terjadi celah keamanan pada sistem. Karena itu, membagikan detail perbankan kepada AI agent menciptakan risiko tambahan yang tidak bisa diabaikan nasabah.

Perusahaan AI sendiri gencar memuji manfaat AI agent untuk membantu mengatur kehidupan yang sibuk atau membantu memulihkan stabilitas keuangan melalui analisis pengeluaran dan keuangan. Namun, ada batas antara memanfaatkan bantuan dan memberikan terlalu banyak detail tentang kehidupan pribadi. Bahkan aktivitas sederhana seperti mengatur rapat atau menjadwalkan hari dapat membawa konsekuensi yang merugikan.

Bank of America menegaskan bahwa pada akhirnya tanggung jawab tetap berada pada nasabah. Jika AI agent tidak memiliki detail perbankan, transaksi yang tidak diinginkan tidak akan terjadi. Cara paling aman menggunakan asisten AI adalah memperlakukannya seperti orang asing yang memiliki kekuatan untuk melakukan hampir semua hal yang diminta secara instan, dan tidak selalu sesuai dengan keinginan pengguna.

Peringatan Bank of America ini memperkuat gambaran bahwa adopsi AI agent di sektor keuangan masih menyisakan persoalan mendasar soal keamanan kredensial. Bagi nasabah, pesan bank jelas: jangan menyerahkan username dan password perbankan kepada AI agent, apa pun kemudahan yang ditawarkan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.