MacBook Neo dengan harga baru akibat krisis RAM

Apple Resmi Naikkan Harga MacBook dan iPad Akibat Krisis RAM

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Apple resmi mengkonfirmasi kenaikan harga MacBook dan iPad akibat krisis RAM global
  • Kenaikan harga bervariasi dari $30 hingga $1.300 tergantung model
  • Kenaikan tertinggi terjadi pada M3 Ultra Mac Studio yang naik $1.300
  • MacBook Neo naik $100 dari $599 menjadi $699, berpotensi menjauhkan pembeli budget
  • Harga iPhone belum berubah dalam penyesuaian kali ini
  • Apple menyebut ini sebagai tantangan terbesar industri elektronik konsumen

Telset.id – Apple secara resmi mengkonfirmasi bahwa krisis RAM global telah memaksa perusahaan untuk menaikkan harga jual lini MacBook dan iPad. Kenaikan harga ini bervariasi, mulai dari puluhan dolar hingga lebih dari seribu dolar untuk model-model tertinggi.

Keputusan ini diumumkan Apple melalui pernyataan resmi kepada publikasi seperti CNBC. Perusahaan menjelaskan bahwa industri elektronik konsumen sedang menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat lonjakan permintaan dari pusat data AI.

“Ekspansi cepat pusat data AI telah menciptakan lonjakan permintaan yang luar biasa untuk memori dan penyimpanan. Kami belum pernah melihat kenaikan harga komponen sebesar ini, secepat ini,” demikian pernyataan resmi Apple.

Kenaikan harga langsung terlihat di toko online Apple yang sempat offline beberapa saat sebelum akhirnya menampilkan harga-harga baru yang lebih tinggi. Dampak paling signifikan dirasakan pada lini Mac Studio dengan kenaikan hingga $1.300 untuk model M3 Ultra.

Daftar harga baru untuk lini MacBook menunjukkan kenaikan yang cukup tajam. MacBook Neo yang sebelumnya dibanderol $599 kini naik menjadi $699. Sementara itu, 13-inch MacBook Air naik dari $1.099 menjadi $1.299, dan 15-inch MacBook Air naik dari $1.299 menjadi $1.499.

macbook neo

Untuk lini profesional, M5 MacBook Pro naik dari $1.699 menjadi $1.999. Model M5 Pro MacBook Pro naik dari $2.199 menjadi $2.499, sementara M5 Max MacBook Pro melonjak dari $3.599 menjadi $4.099. Kenaikan paling ekstrem terjadi pada M3 Ultra Mac Studio yang kini dibanderol $5.299, naik $1.300 dari harga sebelumnya $3.999.

Lini iPad juga tidak luput dari dampak krisis ini. iPad standar naik dari $349 menjadi $449. iPad Air 11-inch naik dari $599 menjadi $749, dan versi 13-inch naik dari $749 menjadi $949. iPad Pro 11-inch naik dari $999 menjadi $1.199, sementara versi 13-inch naik dari $1.299 menjadi $1.499. iPad mini juga mengalami kenaikan dari $499 menjadi $599.

Produk lain seperti Apple TV 4K naik dari $129 menjadi $199, HomePod dari $299 menjadi $349, dan HomePod mini dari $99 menjadi $129. Vision Pro juga mengalami kenaikan dari $3.499 menjadi $3.699.

Meskipun kenaikan harga MacBook Neo sebesar $100 bukan yang terbesar, dampaknya justru paling terasa. MacBook Neo merupakan produk Apple yang ditargetkan untuk konsumen dengan anggaran terbatas yang biasanya memilih laptop Windows murah atau Chromebook. Kenaikan $100 berpotensi membuat laptop ini sulit dijangkau sebagian pembeli.

Untungnya, harga iPhone belum berubah dalam penyesuaian kali ini. Namun, tidak ada jaminan berapa lama situasi ini akan bertahan. Kemungkinan Apple akan menahan kenaikan hingga peluncuran iPhone 18 Pro.

Krisis RAM ini merupakan dampak langsung dari ekspansi besar-besaran pusat data AI yang membutuhkan memori dalam jumlah sangat besar. Permintaan yang melonjak ini telah menciptakan tekanan harga yang belum pernah terjadi sebelumnya di industri komponen.

Fenomena ini juga tidak hanya berdampak pada Apple. Beberapa perusahaan teknologi lain juga telah menyesuaikan harga produk mereka akibat kenaikan biaya komponen yang signifikan.

Bagi konsumen yang berencana membeli produk Apple, kenaikan harga ini tentu menjadi pertimbangan penting. Kenaikan hingga $1.300 untuk model tertinggi Mac Studio jelas bukan jumlah yang kecil.

Dengan kondisi pasar yang terus berubah, Apple belum memberikan indikasi kapan harga akan kembali normal. Yang jelas, krisis komponen ini diprediksi akan berlangsung dalam jangka waktu yang cukup panjang.

Kenaikan harga ini menjadi pengingat bahwa rantai pasok global masih sangat rentan terhadap perubahan permintaan yang drastis, terutama di era di mana kecerdasan buatan menjadi prioritas utama bagi banyak perusahaan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.