Konsol Steam Machine Valve di atas meja dengan kontroler hitam

Steam Machine Valve Harga Tinggi, Gamer Kecewa dengan Banderol Rp 16 Juta

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Steam Machine Valve resmi dirilis dengan harga mulai $1.049 (sekitar Rp 16 juta)
  • Harga belum termasuk Steam Controller yang dijual terpisah seharga $79
  • Kenaikan harga disebabkan krisis komponen memori (RAMpocalypse)
  • Harga asli diperkirakan $729,91 sebelum kenaikan 43,72%
  • Valve tidak mensubsidi hardware dengan pendapatan toko Steam
  • Konsol ini lebih mahal dari PlayStation 5 Pro ($899,99)
  • Keunggulan: fleksibilitas desktop PC, tanpa biaya langganan online
  • Target pengguna: PC gamer dengan pustaka Steam yang luas
  • Sistem reservasi anti-scalper sudah dibuka

Telset.id – Para gamer yang menantikan kehadiran konsol terbaru Valve, Steam Machine, harus menerima kenyataan pahit. Konsol living room PC ini resmi dirilis dengan harga mulai $1.049 atau sekitar Rp 16 juta, jauh dari ekspektasi banyak pihak. Kekecewaan pun meluas karena banderol tersebut belum termasuk Steam Controller yang harus dibeli terpisah seharga $79.

Valve sebenarnya tidak bisa berbuat banyak. Kenaikan harga ini disebabkan oleh krisis komponen memori atau yang dikenal dengan istilah RAMpocalypse. Dalam wawancara dengan IGN, insinyur Valve, Pierre-Loup Griffais dan Yazan Aldehayyat, mengungkapkan bahwa mereka tidak bisa memberikan angka pasti untuk harga asli konsol ini. Namun, mereka mengonfirmasi bahwa kenaikan harga yang dialami Steam Machine “mungkin serupa” dengan yang terjadi pada Steam Deck pada Mei 2026.

Jika melihat data historis, Steam Deck 512GB mengalami kenaikan harga sebesar 43,72% dari $549 menjadi $789. Dengan pola yang sama, harga asli Steam Machine 512GB diperkirakan berada di kisaran $729,91 sebelum terkena dampak krisis komponen. Sementara itu, untuk varian 2TB, estimasi harga target Valve sebelum kenaikan berada di kisaran $950 hingga $1.000.

Valve Steam Machine

Perbandingan harga ini semakin menarik jika melihat kompetitor langsungnya, PlayStation 5 Pro yang dibanderol $899,99. Steam Machine tetap lebih mahal bahkan di harga aslinya. Hal ini karena Valve memiliki filosofi berbeda. Perusahaan tersebut menolak untuk mensubsidi penjualan hardware dengan pendapatan dari toko Steam.

“Steam Machine memiliki filosofi hardware terbuka,” demikian pernyataan yang mendasari kebijakan harga ini. Pembeli bebas melakukan apa pun dengan konsol tersebut, termasuk menginstal Windows 11 dan menggunakan PC Game Pass. Konsekuensinya, Valve tidak akan mendapatkan pendapatan dari pembelian game yang dilakukan pengguna melalui platform lain.

Perbedaan harga yang mencolok ini berpotensi membuat Steam Machine kurang diminati oleh gamer konsol yang ingin beralih ke PC gaming melalui konsol living room. Beberapa pengujian bahkan menunjukkan bahwa PlayStation 5 Pro unggul dalam sejumlah judul game tertentu, meskipun performa Steam Machine tetap terbilang mumpuni.

Lantas, apa yang sebenarnya dibayar oleh gamer dengan harga setinggi itu? Keunggulan utama Steam Machine terletak pada kemampuannya sebagai desktop PC. Pengguna dapat menginstal aplikasi apa pun tanpa harus melalui toko Steam. Selain itu, tidak ada biaya berlangganan untuk bermain online. Semua ini dikombinasikan dengan kenyamanan konsol living room, seperti dukungan HDMI-CEC dan kemampuan menyalakan atau mematikan konsol langsung dari kontroler.

Bagi gamer yang sudah memiliki pustaka game Steam yang luas, konsol ini menawarkan nilai tambah yang signifikan. Mereka bisa langsung memainkan koleksi game yang sudah dimiliki di ruang keluarga tanpa perlu repot merakit PC Small Form Factor (SFF).

Namun, para ahli memprediksi harga ini mungkin akan turun jika pasokan memori global akhirnya stabil. Sayangnya, proses stabilisasi ini diperkirakan akan memakan waktu bertahun-tahun, jika memang terjadi. Dalam jangka pendek, Steam Machine diposisikan sebagai produk yang sangat spesifik atau niche.

Valve Steam Machine

Konsol ini dirancang untuk PC gamer dengan pustaka Steam yang ekstensif. Target utamanya adalah mereka yang ingin bermain game di sofa ruang keluarga atau sambil berbaring di tempat tidur. Proses setup yang rumit untuk membangun PC SFF pun bisa dihindari.

Sebaliknya, bagi gamer yang lebih suka bermain di meja kerja atau sudah memiliki koleksi game besar di PlayStation, konsol ini mungkin bukan pilihan yang tepat. Para ahli menyarankan untuk tetap menggunakan hardware yang sudah dimiliki saat ini.

Pengumuman harga ini menjadi pengingat bahwa pasar konsol gaming sedang menghadapi tekanan inflasi komponen yang signifikan. Keputusan Valve untuk tidak mensubsidi hardware juga menunjukkan strategi bisnis yang berbeda dari kompetitor seperti Sony dan Microsoft.

Konsol ini juga memiliki keunggulan dalam hal fleksibilitas. Pengguna dapat menginstal SteamOS atau sistem operasi lain sesuai keinginan. Bahkan, Valve baru-baru ini mengumumkan rencana untuk merilis SteamOS secara umum, yang bisa diinstal di PC rakitan sendiri.

Valve Steam Machine

Bagi yang tertarik, sistem reservasi sudah dibuka. Valve menerapkan sistem anti-scalper untuk memastikan konsol sampai ke tangan gamer yang benar-benar membutuhkan. Sistem ini mirip dengan yang diterapkan pada peluncuran Steam Deck sebelumnya.

Dengan harga $1.049 untuk varian dasar, Steam Machine jelas bukan konsol untuk semua orang. Produk ini adalah pernyataan tegas dari Valve tentang masa depan PC gaming di ruang keluarga. Namun, dengan harga setinggi itu, masa depan tersebut masih harus berjuang keras untuk diterima oleh pasar massal.

Para pengamat industri menilai bahwa kesuksesan Steam Machine akan sangat bergantung pada seberapa besar komitmen Valve untuk menurunkan harga di masa depan. Jika pasokan memori pulih dan harga komponen turun, konsol ini bisa menjadi pilihan yang lebih menarik.

Sementara itu, gamer yang sudah memesan konsol ini harus bersiap dengan kenyataan bahwa mereka membayar premi yang cukup besar untuk fleksibilitas dan kebebasan yang ditawarkan. Keputusan akhir tetap ada di tangan konsumen: apakah fitur-fitur unik Steam Machine sepadan dengan harga yang harus dibayar.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.