Telset.id ā Amazon resmi menyatakan tidak lagi mewajibkan perjanjian kerahasiaan atau non-disclosure agreement (NDA) dengan instansi pemerintah yang terlibat dalam proyek pusat data perusahaan. Kebijakan itu merupakan bagian dari program baru bertajuk Data Center Commitment yang diumumkan Amazon pada Jumat melalui sebuah unggahan blog. Langkah ini menjadi respons langsung atas gelombang penolakan terhadap infrastruktur AI di Amerika Serikat, di mana lebih dari 100 moratorium pusat data tengah dipertimbangkan di berbagai wilayah.
Keputusan Amazon menghapus kewajiban NDA menyasar salah satu keluhan utama warga dan pemerintah daerah, yakni tertutupnya informasi proyek pusat data yang dibangun di lingkungan mereka. Lewat program Data Center Commitment, Amazon berjanji menyelenggarakan open house bersama komunitas, mengungkap informasi proyek sedini mungkin, serta mendengarkan kekhawatiran lokal seiring berjalannya pembangunan. Amazon juga berkomitmen mengungkapkan secara tahunan konsumsi dan efisiensi energi, konsumsi dan efisiensi air, serta proporsi listrik yang dipasok dari sumber bebas karbon.
Kebijakan transparansi ini melengkapi langkah serupa yang sebelumnya diambil perusahaan, seperti yang tercatat dalam laporan Amazon Tolak NDA terkait komitmen perusahaan terhadap warga di sekitar fasilitasnya. Amazon tampak berupaya membangun kepercayaan publik di tengah meningkatnya resistensi terhadap ekspansi pusat data AI yang dinilai boros sumber daya.
Efisiensi Energi dan Air Jadi Sorotan
Dalam pengungkapan datanya, Amazon melaporkan power usage efficiency (PUE) global sebesar 1,14 untuk tahun 2025. Angka itu lebih rendah dibandingkan rata-rata industri yang mencapai 1,25 dan 1,63 untuk pusat data perusahaan yang dikelola sendiri atau on-premises. Amazon juga mengklaim fasilitasnya tujuh kali lebih efisien dalam penggunaan air dibandingkan rata-rata industri, serta telah mencapai 75% dari target menjadi water-positive pada 2030.
Meski demikian, komitmen perusahaan dinilai masih ambigu dalam beberapa hal. Amazon menyatakan situs baru akan menggunakan generator cadangan yang sesuai dengan standar emisi EPA Tier 4, namun spesifikasi batas emisi tersebut bervariasi tergantung daya mesin dan kelas generator, sementara Amazon tidak merinci kelas generator yang akan digunakan. Amazon juga menyebut rata-rata pusat data di Amerika Serikat mengonsumsi sekitar 170.000 galon air per hari, sedangkan fasilitas Amazon rata-rata menggunakan kurang dari 13.000 galon, setara dengan konsumsi 42 rumah tangga. Perusahaan tidak membedakan konsumsi air antara pusat data AWS untuk beban kerja cloud umum dan pusat data AI baru yang dipenuhi akselerator AI berdaya besar dengan kebutuhan pendinginan yang jauh berbeda.

Baca Juga:
Investasi USD1 Miliar dan Program Built Together
Selain komitmen transparansi, Amazon mengumumkan rencana investasi lebih dari USD1 miliar selama lima tahun untuk komunitas yang menjadi lokasi fasilitasnya. Lewat inisiatif Built Together, dana tersebut akan menambah pengeluaran komunitas Amazon yang sudah berjalan. Perusahaan memperkirakan akan memberikan akses pendidikan community college gratis kepada lebih dari 300.000 siswa dalam lima tahun.
Saat ini Amazon mengoperasikan tiga Modular Training Center, dengan enam unit dalam tahap pengembangan dan 16 unit lainnya direncanakan. Setiap fasilitas mampu melatih sekitar 2.000 hingga 4.000 orang per tahun. Amazon menargetkan hingga 100.000 pekerja terlatih per tahun pada akhir 2028, sejalan dengan langkah perusahaan yang juga tengah mengembangkan teknologi operasional lain seperti yang dibahas dalam artikel Kacamata Pintar Kurir.
Amazon juga merencanakan peningkatan efisiensi energi untuk lebih dari 300 sekolah dan gedung komunitas serta 30.000 rumah. Targetnya, tagihan energi turun 20% hingga 40% dengan penghematan sekitar USD700 per rumah tangga setiap tahun. Secara terpisah, lebih dari 65 proyek air yang dikontrak diperkirakan mengembalikan lebih dari 8 miliar galon air per tahun, lebih dari dua kali lipat jumlah air yang diklaim Amazon dikonsumsi pusat datanya pada 2025.

Langkah Amazon ini muncul di tengah tekanan publik yang meningkat terhadap industri pusat data. Lebih dari 100 moratorium pusat data sedang dipertimbangkan di seluruh Amerika Serikat, dan oposisi lokal dilaporkan memblokir proyek pusat data senilai USD68 miliar pada kuartal kedua 2026. Amazon berupaya meredam kekhawatiran soal kebutuhan sumber daya pusat data, meski sejumlah perbandingan yang disampaikannya masih dinilai ambigu.
Upaya Amazon untuk lebih terbuka terhadap publik juga sejalan dengan pengujian teknologi operasional yang tengah berjalan, seperti yang dijelaskan dalam laporan Uji Kacamata Pintar yang merekam ribuan foto setiap shift. Dengan kombinasi transparansi, investasi komunitas, dan efisiensi sumber daya, Amazon berharap dapat membuat pusat datanya lebih diterima warga setempat.

Melalui Data Center Commitment, Amazon secara eksplisit menempatkan keterbukaan informasi dan manfaat langsung bagi komunitas sebagai fondasi ekspansi infrastruktur AI-nya. Bagi warga yang tinggal di sekitar proyek pusat data, kebijakan tanpa NDA dan janji investasi USD1 miliar menjadi indikator awal tentang seberapa besar dampak yang bisa mereka rasakan, mulai dari penghematan tagihan energi hingga akses pelatihan kerja dan pendidikan.





Komentar
Belum ada komentar.