📑 Daftar Isi

CEO AWS Matt Garman mengumumkan penghentian NDA data center dan investasi USD1 miliar untuk komunitas

Amazon Tolak NDA Data Center, Investasi USD1 Miliar untuk Komunitas

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Amazon hentikan penggunaan NDA data center dengan instansi pemerintah
  • Investasi lebih dari USD1 miliar selama lima tahun untuk komunitas sekitar data center
  • CEO AWS Matt Garman soroti 100+ moratorium data center di AS
  • Dana dialokasikan untuk community college gratis, pelatihan kerja, dan efisiensi energi
  • Muncul setelah surat Jamie Raskin ke Amazon, Google, Meta, dan Oracle
  • Amazon bantah misinformasi soal air, energi, dan generator diesel data center

Telset.id – Amazon resmi menghentikan penggunaan perjanjian kerahasiaan atau non-disclosure agreement (NDA) dengan instansi pemerintah dalam proyek pembangunan data center AI. Keputusan ini diumumkan CEO Amazon Web Services (AWS) Matt Garman melalui unggahan blog lebih dari 3.000 kata, sebagai respons atas gelombang penolakan publik terhadap ekspansi data center AI di Amerika Serikat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen yang disebut Amazon sebagai “Data Center Commitment”. Dalam pernyataannya, Garman menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur AI ini tidak bisa ditunda karena menyangkut posisi Amerika Serikat dalam persaingan teknologi global. Amazon menyebut ada lebih dari 100 moratorium data center yang sedang dipertimbangkan di berbagai wilayah negara tersebut.

“Saat ini ada lebih dari 100 moratorium data center yang sedang dipertimbangkan di seluruh negeri,” tulis Garman. “Jika langkah-langkah ini diberlakukan, AS bisa menulis tiket kekalahannya sendiri dalam perlombaan ini, dan konsekuensinya akan bertahan selama beberapa generasi.”

Investasi USD1 Miliar dan Komitmen Komunitas

Selain menghentikan praktik NDA, Amazon mengumumkan investasi lebih dari USD1 miliar untuk mendukung komunitas yang berada di sekitar data center perusahaan. Dana tersebut akan dialokasikan selama lima tahun ke depan dan diarahkan untuk program community college gratis, pelatihan tenaga kerja, serta peningkatan efisiensi energi bagi sekolah, rumah, dan gedung komunitas.

Melalui “Data Center Commitment”, Amazon juga menyatakan akan menciptakan lapangan kerja, mencegah kenaikan tarif energi lokal, dan memperkuat keterlibatan dengan masyarakat sekitar. Langkah ini diambil di tengah survei yang menunjukkan dukungan publik terhadap data center AI terus menurun, seiring meningkatnya kekhawatiran soal keamanan AI dan dampaknya terhadap masyarakat.

Baca Juga:

Kebijakan NDA selama ini menjadi salah satu titik perselisihan utama dalam pembangunan data center. Pejabat lokal yang menandatangani NDA dengan perusahaan data center umumnya tidak dapat membagikan informasi kepada publik, termasuk soal konsumsi energi dan air proyek tersebut. Banyak NDA bahkan melarang pejabat mengungkap informasi dasar, seperti identitas perusahaan teknologi yang terlibat dalam pembangunan data center.

Amazon sendiri pernah berada di pusat kontroversi terkait NDA. Di Tucson, Arizona, Amazon terungkap sebagai penyewa sebuah data center kontroversial berkat permintaan catatan publik dari media lokal. Sebuah NDA sebelumnya melarang pejabat county membagikan identitas penyewa akhir proyek tersebut, dan Amazon dilaporkan telah keluar dari proyek itu. Di South Bend, Indiana, tempat perusahaan menginvestasikan lebih dari USD13 miliar untuk kampus data center, sejumlah pejabat terpilih mengklaim pegawai pemerintah lokal tidak dapat menjawab pertanyaan soal proyek karena menandatangani NDA dengan perusahaan.

Tekanan Regulasi dan Isu Misinformasi

Keputusan Amazon ini muncul setelah anggota parlemen dari Partai Demokrat Jamie Raskin, salah satu sponsor RUU No Secrets for Data Centers Act, mengirim surat kepada Amazon, Google, Meta, dan Oracle untuk meminta informasi soal penggunaan NDA data center. Amazon kemudian menyatakan kepada The Wall Street Journal bahwa perusahaan tidak lagi menggunakan NDA. Google, Meta, dan Oracle tidak menanggapi permintaan komentar dari The Wall Street Journal.

Sejumlah gubernur di Amerika Serikat juga telah memperketat praktik NDA data center melalui perintah eksekutif, termasuk Gubernur Pennsylvania Josh Shapiro, Gubernur Massachusetts Maura Healey, dan Gubernur Delaware Matt Meyer. Beberapa negara bagian seperti New York, New Jersey, Indiana, dan Ohio turut mempertimbangkan legislasi yang melarang praktik tersebut. Di tingkat federal, sekelompok anggota parlemen bipartisan baru-baru ini memperkenalkan RUU No Secrets for Data Centers Act di DPR.

Chief Global Affairs and Legal Officer Amazon David Zapolsky, dalam wawancara yang dilaporkan The Wall Street Journal, menyebut industri data center berasal dari sejarah kerahasiaan. “Industri ini berasal dari sejarah kerahasiaan, jadi sebagian dari itu hanyalah refleks,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pemimpin komunitas perlu berbagi informasi dengan konstituennya, dan menurutnya permintaan kerahasiaan sudah “tidak masuk akal” lagi.

Sebagian besar blog Garman juga diarahkan untuk membantah apa yang ia sebut sebagai “misinformasi dan kebohongan terang-terangan” soal data center, termasuk penggunaan air, energi, generator diesel, dan dampaknya terhadap komunitas. “Pembangunan ini begitu penting secara geopolitik sehingga ada laporan luas tentang berbagai negara yang sengaja menyebarkan misinformasi di AS tentang data center untuk menipu kita agar melambat,” tulisnya.

Namun, para ahli menilai narasi bahwa China sengaja menyebarkan perpecahan dan misinformasi seputar data center sebagai hal yang berlebihan. Menurut laporan, gagasan tersebut merupakan pesan konsisten yang datang dari Gedung Putih dan para pemimpin teknologi, tetapi bukti bahwa misinformasi China memicu penolakan terhadap data center dinilai sangat minim. Isu kerahasiaan dan transparansi proyek data center ini menambah daftar panjang sorotan publik terhadap praktik bisnis Amazon, termasuk saat perusahaan menguji kacamata pintar kurir yang merekam ribuan foto tiap shift.

Di sisi lain, kompleksitas pembiayaan dan konstruksi data center membuat penyewa akhir seperti Amazon sering kali bukan pihak yang berhadapan langsung dengan pejabat pemerintah. Seperti dilaporkan Houston Chronicle bulan lalu, seorang pejabat tinggi di Wharton County, Texas, menandatangani NDA bukan dengan Amazon, melainkan dengan kontraktor VisionFirst Advisors, yang melarangnya membagikan detail proyek Amazon. Amazon tidak menanggapi pertanyaan mengenai apakah janji seputar NDA juga berlaku bagi para kontraktornya.

Langkah Amazon menghentikan NDA dan menggelontorkan investasi komunitas menjadi sinyal bahwa tekanan publik dan regulasi mulai mengubah cara perusahaan teknologi membangun infrastruktur AI. Kebijakan ini juga menyoroti bagaimana transparansi proyek data center kini menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi bisnis perusahaan, sejalan dengan berbagai inisiatif keberlanjutan yang sebelumnya diumumkan, seperti alokasi USD20 juta untuk konservasi air Sungai Colorado.

Bagi publik, perdebatan ini menyangkut pertanyaan mendasar soal siapa yang menanggung dampak pembangunan data center AI dan sejauh mana perusahaan wajib terbuka soal konsumsi energi serta air proyek mereka. Amazon memilih mengubah pendekatannya, tetapi sejumlah pihak masih menunggu apakah komitmen serupa juga berlaku bagi kontraktor yang menjadi perantara perusahaan di tingkat lokal.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.