Surge S1

Xiaomi Resmikan Prosesor Buatan Sendiri ā€œSurge S1ā€

Penulis:Muhammad Faisal Hadi Putra
Terbit:
ā±ļø2 menit membaca
Bagikan:

Telset.id, Jakarta – Jika Samsung punya Exynos, Apple dengan chipset A series, sedangkan Huawei mengandalkan chipset Kirin, maka Xiaomi pun bisa mengikuti jejak mereka dengan menjagokan chipsetĀ buatan sendiri, yakni Surge S1.

Dengan diresmikannya Surge S1, maka Xiaomi menjadi perusahaan ke empat yang membuat prosesor denganĀ chipset sendiri untuk jajaranĀ smartphone-nya. Perangkat pertama yang menjadi ā€œbahan uji cobaā€ untuk menggunakanĀ chipset Surge S1 adalah Xiaomi Mi 5c.

Nantinya,Ā smartphone tersebut akan menggunakan prosesor Octa-core (empatĀ core 2.2GHz Cortex A53 dan empatĀ core 1.4GHz Cortex A53) Surge S1 yang dibantu dengan adanya GPU dari Mali T-860 MP4.

[Baca juga:Ā Xiaomi Mi Max 2 Bawa RAM 6GB dan Layar Super Besar]

Mi 5c

Xiaomi Mi 5c sendiri selain menggunakan prosesor denganĀ chipset Surge S1, juga membawa layar berukuran 5.15Ā inch dengan resolusi 1600 x 2560 piksel. Tak hanya itu saja, kamera utama 12MP serta fiturĀ fast charging pun disematkan Xiaomi padaĀ smartphoneĀ ini.

[Baca juga:Ā Mirip Mi Mix, Ini Bocoran Wujud Asli dari Xiaomi Mi 6]

ā€œKemampuan untuk membuatĀ chipset sendiri merupakan prestasi tertinggi bagi setiap perusahaanĀ smartphone. Bagi kami, langkah tersebut merupakan langkah penting dalam pengembangan kami berikutnya,ā€Ā jelas Lei Jun, CEO Xiaomi.

ā€œDalam rangka memenuhi janji kami untuk mempersembahkan inovasi untuk semua orang, kami perlu menguasai teknologi inti dari industri ini, dan terus mengembangkan integrasi antaraĀ hardware dan jugaĀ software yang dapat membantu kami untuk membuatĀ smartphone yang lebih baik lagi dan juga untuk menyenangkan konsumen,ā€ sambungnya, seperti dilansirĀ Telset.id dari PhoneArenaĀ (28/02/2017).

Xiaomi Mi 5c sendiri akan diluncurkan di China pada 3 Maret mendatang dengan perkiraan harga USD 218 atau sekitar Rp 2,9 jutaan.Ā So, tunggu saja kehadirannya dan berharap semogaĀ Mi 5c hadir di Indonesia. (FHP/HBS)