Mengenal CyanogenMod dan Apa Kelebihannya

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:

oppo-n1-cyanogenmod-install-8-645x362

JAKARTA – Anda semua yang memiliki hobi ngoprek gadget pasti tahu Custom ROM? Ya, CyanogenMod itu adalah salah satu Custom ROM yang sudah terkenal yang memungkinkan Anda untuk mengkustomisasi perangkat dengan sepenuhnya.

Dengan popularitasnya sekarang ini, CyanogenMod berhasil membawa kesuksesan bagi pengembangnya seperti Cyanogen Inc. bahkan saat ini dikabarkan sedang menjalin kerja sama dengan salah satu produsen smartphone untuk menjadikan CyanogenMod menjadi system operasi default dari perangkat tersebut. Salah satunya adalah ZUK yang pada awal Desember mendatang akan membawa seri Z1 ke pasar Indonesia melalui online store Blibli.com.

Apa itu Custom ROM?

Berawal saat Google yang merilis source code untuk Android via Android Open Source Project (AOSP) yang memungkinkan semua orang untuk mengunduh source code dari Android versi asli, untuk mengubah atau memodifikasinya sesuai keinginan.

Selanjutnya, banyak orang menambahkan fitur-fitur yang mereka inginkan yang bertujuan untuk memaksimalkan perangkatnya. Jika bicara tentang Cutom ROM, sudah pasti akan mengorbankan OS Android versi asli dari perangkat yang digunakan untuk digantikan OS Android versi modifikasi layaknya CyanogenMod.

Asal mula CyanogenMod

CyanogenMod itu awalnya adalah sebagai alternatif bagi OS Android versi asli yang ada pada HTC Dream dan HTC Magic yang mengawalinya dengan versi CyanogenMod 3.1 pada tahun 2009.

Dengan adanya sistem open source dari Android dan kemungkinan untuk melakukan root, semuanya bisa saja terjadi dan juga dengan dimulainya popularitas dari Custom ROM khususnya CyanogenMod.

Pasti semua pengguna yang memiliki hobi memodifikasi perangkatnya merasa seperti dimanja akan hal ini. CyanogenMod benar-benar diakui oleh masyarakat Custom ROM saat mereka merilis CyanogenMod 7 yang berdasarkan OS Android 2.3 Gingerbread.

Siklus dan gaya rilis dari CyanogenMod

Gaya CyanogenMod dalam memperkenalkan versinya hampir mirip dengan gaya Android, contohnya CyanogenMod A.B yang artinya “A” adalah nomor rilis utama, dan “B” adalah versi dari nomor rilis utama. Dari versi 9 sampai 10.2 ada beberapa fitur berbeda yang disajikan yaitu:

  • Nightly: dilengkapi fitur terbaru tapi sebenarnya versi ini masih belum stabil sepenuhnya.
  • Experimental: versi yang lebih stabil daripada nightly dan digunakan juga sebagai basis Custom ROM yang lainnya.
  • M Snapshot: lebih stabil dari dua versi sebelumnya tetapi masih dimungkinkan memiliki masalah kecil di dalamnya.
  • Release Candidate: sudah lebih stabil meskipun memang masih ada beberapa masalah kecil, tapi versi ini cocok digunakan sehari-hari.
  • Stable: versi yang terbaik, semua bug sudah hilang tetapi dalam proses pengembangannya memakan waktu yang cukup lama untuk akhirnya bias dirilis.

Setelah versi 10.2, CyanogenMod sudah mengubah siklus rilis setiap versinya dan lebih menyederhanakan prosesnya. Untuk kali ini hanya ada 2 pilihan saja, yaitu:

  • Development Channel: masih sama dengan versi nightly dan sangat tidak stabil.
  • Release Channel – M Snapshot versi ini masih cocok untuk digunakan sehari-hari meskipun masih ada beberapa masalah yang terjadi.

Next

Keunggulan CyanogenMod dibanding Android versi asli

ZUK-Z1-cyanogen

Keunggulan yang bisa didapat dari CyanogenMod adalah Anda bisa menambah fitur, performa atau hanya sekedar mengganti tampilan Android. Fitur pada CyanogenMod yang tidak ada di Android yaitu mengubah status bar sesuai keinginan anda atau mengganti tema yang berbeda sesuka anda.

Bagaimana menggunakannya?

Hal pertama adalah Anda mengunduh ROM dari development channel atau release channel. Selanjutnya adalah mengucapkan selamat tinggal pada garansi ponsel Anda, karena garansi tidak akan berlaku jika terjadi sesuatu pada ponsel. Untuk menggunakannya adalah sebagai berikut:

  • Unlock bootloader pada perangkat Anda, untuk beberapa kasus, hal ini susah untuk dilakukan bergantung dengan ponsel apa yang digunakan. Jika sukses, semua data yang ada akan terhapus semua, jadi sebelumnya disarankan untuk melakukan backup data.
  • Instal custom recovery seperti biasa layaknya TWRP atau CWM Recovery. Unduh data.img dari situs dan simpan data tersebut di folder yang gampang diingat.
  • Sebelumnya, pastikan Anda sudah memiliki ADB dan Android SDK yang sudah terinstall dan bekerja dengan baik di komputer Anda. Pada aplikasi atau command prompt lakukan fastboot flash recovery (lokasi dari data recovery yang ada di komputer). Sebagai contoh “fastboot flash recovery c:\recovery.img”, setelah selesai, reboot perangkat Anda dan perangkat akan melakukan boot seperti biasanya.
  • Melakukan flash data ROM berformat zip sama seperti kita melakukan recovery, hanya klik “install” dan akan langsung mengarahkan anda ke folder tempat anda menyimpan data zip tersebut atau jika anda menggunakan CWM Recovery, klik “install” lalu “Choose zip rom SDCard” dan akan diarahkan ketempat anda menyimpan data anda. Lakukan install tetapi jangan lakukan reboot terlebih dahulu diamkan saja dalam keadaan recovery mode.
  • Lakukan flash untuk GApps berformat zip, GApps adalah salah satu produk dari Google Apps, semenjak diambil alih oleh Google, CyanogenMod tidak dapat melakukan proes install dengan GApps ini, jadi anda hanya flash data zip tersebut layaknya anda saat menginstall ROM setelah menginstall CyanogenMod. Android 5.1.x Gaps dan Android 6.0 GApps dapat ditemukan disini.
  • Lakukan reboot jika proses sukses, perangkat anda sekarang sudah memakai CyanogenMod.