Awas! 99% Charger ‘KW’ Tidak Aman

Telset.id, Jakarta – Kasus ponsel yang meledak atau terbakar semakin kerap terjadi akhir-akhir ini. Kasus paling heboh yang menimpa Galaxy Note 7. Dari sekian banyak kasus ponsel yang terbakar, kebayakan disebabkan karena kecerobohan pengguna yang tidak menggunakan charger original atau memakai charger KW alias palsu

Faktor harga yang lebih murah biasanya menjadi pertimbangan para pengguna lebih memilih membeli charger palsu ketimbang yang original. Padahal penggunaan charger KW sangat beresiko. Hal ini bukan omong kosong, karena berdasarkan hasil penelitian terbaru mengungkap bahwa 99% charger non original beresiko membahayakn penggunanya.

Penelitian ini dilakukan oleh lembaga perlindungan konsumen Inggris, Chartered Trading Standards Institute (CTSI), yang mengambil sampel 400 unit charger Apple yang berbeda. Charger yang akan diuji itu dibeli dari toko online dan beberapa toko tidak resmi yang berbeda.

Hasilnya, dari 400 unit charger yang dibeli tersebut, 397 di antaranya gagal melewati uji keselamatan dasar. Tak hanya itu, tim CTSI juga meneliti beberapa unit charger Apple dari barangan lelangan atau toko barang bekas (second). Hasilnya, sekitar 15% hingga 27% di antaranya dinilai tidak aman untuk digunakan.

[Baca juga: Charger Tiruan Tak Hanya Bahayakan Ponsel, Tapi juga Nyawa]

Tapi harap diingat, meski dalam pengujian ini hanya mengambil sample charger Apple, tapi pada dasarnya semua charger KW untuk smartphone dengan merek apapun juga sama bahayanya. Menggunakan charger palsu untuk perangkat apa saja memang sangat beresiko

Itu sebabnya, bagi pabrikan ponsel, charger adalah salah satu komponen yang cukup penting. Karena jika cherger tidak dibuat dengan baik dan seuai standar, malah bisa menimbulkan kerusakan pada perangkat.

Charger asli dari pabrik biasanya sudah melewati serangkaian pengujian dan sertifikasi. Hal ini bisa Anda lihat di charger original biasanya ada lambang-lambang sertifikasi. Seperti misalnya, huruf CE yang artinya dibuat sesuai dengan regulasi standar di Eropa. Ada juga beberapa lambang lain yang tertera pada charger asli sebagai penanda telah sesuai standar aturan.

[Baca juga: Uni Eropa Wajibkan Charger Ponsel harus Sama]

Pengguna biasanya sering terkecoh dengan charger palsu karena ada yang dibuat sangat mirip dengan yang asli. Tapi namanya juga barang KW, charger palsu biasanya dibuat tidak sesuai standar keselamatan dan tidak mengantongi sertifikasi, karena menekan ongkos produksi.

[Baca juga: Peneliti AS Temukan Charger Ponsel Tenaga Manusia]

Untuk menekan ongkos produksi, banyak komponen di charger yang seharusnya untuk keamanan, kestabilan dan daya tahan, dihilangkan. Pokoknya yang penting charger KW itu saat diuji bisa mengisi ulang baterai. Kemudian diberi lambing-lambang sertifikasi agar mirip seperti charger original lengkap.

Karena dapat menekan ongkos produksi dan tidak sesuai standar pengujian, maka jangan heran jika charger KW biasanya dijual dengan harga yang jauh lebih murah dibanding charger original.

Karena harganya yang murah itulah banyak pengguna yang akhirnya tergoda untuk membelinya. Pengguna tidak menyadari resiko yang akan dihadapi justru lebih besar. Tak hanya bisa merusak perangkat, tapi juga beresiko merenggut nyawa.

[Baca juga: Samsung Patenkan Wireless Charger untuk 2 Perangkat Sekaligus]

Well, lebih baik Anda mengeluarkan biaya yang agak mahal, tapi keselamatan Anda bisa lebih terjamin bukan? [HBS]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here