Telset.id – Vertu, produsen ponsel ultra-premium yang identik dengan material mewah, resmi meluncurkan perangkat lipat pertamanya bernama Vertu AlphaFold. Ponsel ini dibanderol mulai dari USD 6.880 atau sekitar Rp 110 jutaan, dan menawarkan nilai jual baru berupa asisten digital berbasis kecerdasan buatan (AI) yang diberi nama Hermes.
Alih-alih hanya mengandalkan balutan kulit eksotis atau bingkai titanium seperti pendahulunya, Vertu kali ini menyematkan agen AI yang dirancang khusus untuk para eksekutif dan petinggi perusahaan. Hermes diposisikan sebagai asisten virtual canggih yang mampu berinteraksi langsung dengan perangkat lunak Enterprise Resource Planning (ERP) perusahaan.
Hermes: Asisten AI untuk Eksekutif
Fitur utama AlphaFold terletak pada kemampuan Hermes untuk merangkum sinyal data bisnis ke dalam satu dasbor tunggal. Asisten ini juga dapat mengeksekusi alur kerja lintas aplikasi, seperti integrasi antara kalender, email, dan platform komunikasi. Dengan demikian, para eksekutif tidak perlu lagi berpindah-pindah aplikasi untuk mengecek jadwal, membalas email, atau melihat laporan bisnis.
Untuk menjawab kekhawatiran soal keamanan data, Vertu memastikan bahwa pemrosesan informasi privat dilakukan sepenuhnya secara lokal (on-device). Sementara untuk tugas berisiko tinggi seperti transfer dana atau pemberian wewenang kepada karyawan, Hermes mewajibkan konfirmasi manual dari pengguna dan tidak beroperasi secara otonom.
Selain kecanggihan AI, pengguna AlphaFold tetap mendapatkan akses ke layanan concierge ikonik khas Vertu. Lewat satu sentuhan, manajer manusia sungguhan siap melayani kebutuhan eksklusif, mulai dari menyewa jet pribadi hingga mencarikan akses VIP ke acara-acara tertutup.
Baca Juga:
Spesifikasi Vertu AlphaFold: Bodi Mewah, Dapur Pacu Nanggung
Meski dibanderol setara dengan harga mobil, spesifikasi perangkat keras AlphaFold menyisakan beberapa anomali. Kelebihan yang paling menonjol adalah baterai jumbo 6.500mAh berteknologi silikon-karbon dengan dukungan pengisian daya 68W.
Layarnya menggunakan panel LTPO OLED 120Hz berukuran 8,05 inci di bagian dalam yang ditekuk dalam bentuk tetesan air (teardrop) untuk menghindari bekas lipatan, serta 6,53 inci di layar luar. Engsel titanium dan serat karbonnya dirancang sangat tangguh hingga sanggup ditekuk 650.000 kali.
Namun, dapur pacu AlphaFold dipercayakan pada chip Snapdragon 8 Elite, bukan varian Elite Gen 5 terbaru yang memiliki performa pemrosesan AI lebih mumpuni. Bagian kamera juga terkesan nanggung: kamera utama 50MP dan ultrawide 50MP, tetapi lensa telefotonya hanya 5MP—angka yang sangat tidak lazim untuk perangkat super premium.
Bagi yang penasaran dengan ponsel premium lainnya, Vertu juga memiliki jajaran produk dengan material mewah serupa.
Harga Vertu AlphaFold
Vertu tidak pernah merancang produk untuk pasar yang mendewakan rasio harga-ke-performa. Varian paling standar dengan balutan kulit sapi dijual seharga USD 6.880. Untuk material lebih prestisius, tersedia edisi kulit buaya Italia seharga USD 8.800 (sekitar Rp 142 jutaan).
Puncaknya adalah varian kasta tertinggi dengan bagian belakang diembos pola “Cloud de Paris”, dilapisi emas Himalaya Gold IV, dan ditaburi berlian murni. Varian ini dibanderol USD 46.800 atau sekitar Rp 750 jutaan.
Dengan harga tersebut, Vertu AlphaFold jelas bukan untuk semua orang. Namun bagi para eksekutif yang membutuhkan asisten AI terintegrasi dengan sistem ERP perusahaan, perangkat ini bisa menjadi investasi yang menarik. Harga ponsel mewah lainnya dari Vertu juga tak kalah fantastis.






Komentar
Belum ada komentar.