📑 Daftar Isi

Ilustrasi Garmin Cirqa fitness tracker tanpa layar

Tiga Fitur Kunci Garmin Cirqa untuk Kalahkan Fitbit Air

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Garmin dikabarkan sedang menyiapkan fitness tracker tanpa layar bernama "Cirqa" untuk menyaingi Fitbit Air.
  • Tiga fitur utama yang harus dimiliki Garmin Cirqa: GPS bawaan, deteksi latihan otomatis yang andal, dan daya tahan baterai dua minggu atau lebih.
  • GPS bawaan menjadi fitur penting karena belum ada smart ring atau tracker tanpa layar yang memilikinya.
  • Deteksi latihan otomatis perlu diperluas agar bisa mendeteksi lebih banyak jenis olahraga dalam durasi singkat.
  • Daya tahan baterai minimal dua minggu diperlukan agar Garmin Cirqa bisa bersaing dengan Whoop 5.0.
  • Garmin Cirqa berpotensi menjadi challenger utama Fitbit Air di tahun 2026 jika ketiga fitur ini terpenuhi.

Telset.id – Garmin dipastikan tengah menyiapkan pesaing terberat bagi Fitbit Air di segmen fitness tracker tanpa layar. Perangkat yang dirumorkan bernama “Cirqa” ini telah terdaftar sebagai merek dagang di beberapa pasar, menandakan keseriusan Garmin untuk memasuki kategori yang tengah naik daun pada 2026.

Kehadiran Garmin Cirqa menjadi semakin relevan setelah Google sukses meluncurkan Fitbit Air seharga USD 99, serta Oura yang merilis Oura Ring 5 yang lebih tipis dan nyaman. Tak ketinggalan, Whoop 5.0, Polar Loop, dan Amazfit Helio Strap juga sudah lebih dulu menguasai pangsa pasar.

Agar mampu unggul dalam persaingan ketat ini, Tom’s Guide mengidentifikasi tiga fitur utama yang wajib dimiliki Garmin Cirqa. Berdasarkan analisis dari Dan Bracaglia, Senior Writer bidang Fitness & Wearables, ketiga fitur ini menjadi pembeda krusial yang bisa membuat Garmin Cirqa menjadi challenger utama Fitbit Air di tahun 2026.

1. GPS Bawaan

Fitur pertama dan paling vital adalah onboard GPS. Saat ini, belum ada smart ring atau tracker tanpa layar yang memiliki GPS internal. Baik Oura Ring 5 maupun Fitbit Air masih bergantung pada data lokasi dari ponsel yang terhubung saat merekam latihan di luar ruangan.

Dengan memiliki GPS bawaan, Garmin Cirqa dapat melacak aktivitas seperti jalan kaki, lari, hiking, atau bersepeda tanpa perlu membawa ponsel. Ini menjadi keunggulan kompetitif yang signifikan, terutama bagi pengguna yang ingin berolahraga dengan lebih ringan dan praktis. Saat ini, satu-satunya cara mendapatkan GPS internal adalah dengan memakai smartwatch atau fitness tracker berlayar seperti Fitbit Charge 6.

The sensors on the Garmin Vivosmart 4 fitness tracker

Dengan menghadirkan GPS onboard, Garmin Cirqa bisa menjadi perangkat pertama di kelasnya yang menawarkan kemandirian penuh dalam pelacakan lokasi. Fitur ini sangat relevan bagi pelari atau pengendara sepeda yang tidak ingin direpotkan membawa ponsel saat berolahraga.

2. Deteksi Latihan Otomatis yang Andal

Fitur kedua yang harus dimiliki adalah wide-ranging, reliable auto-workout detection. Salah satu kelemahan terbesar Fitbit Air adalah fitur deteksi latihan otomatisnya yang hanya mendukung sedikit jenis olahraga. Selain itu, fitur tersebut baru aktif setelah pengguna berolahraga minimal 15-20 menit.

Garmin sebenarnya sudah unggul dalam hal jumlah jenis latihan yang didukung di jam tangan pintarnya. Namun, untuk fitur deteksi otomatis, Garmin masih memiliki keterbatasan yang sama dengan Fitbit Air, yaitu hanya mendeteksi sekitar lima jenis olahraga umum seperti jalan kaki, lari, dan berenang.

Untuk mengalahkan Fitbit Air, Garmin Cirqa perlu memperluas daftar latihan yang bisa terdeteksi secara otomatis dan memastikan deteksi berfungsi meskipun durasi olahraga singkat. Tom’s Guide bahkan menyarankan Garmin untuk belajar dari Oura, yang generasi terbarunya mampu mendeteksi 40 jenis latihan berbeda secara otomatis tanpa input pengguna. Ini akan menjadi nilai jual yang sangat kuat bagi Garmin Cirqa.

3. Daya Tahan Baterai Dua Minggu atau Lebih

Fitur ketiga yang tak kalah penting adalah daya tahan baterai. Dalam pengujian Tom’s Guide, Fitbit Air mampu bertahan hingga tujuh hari per pengisian daya. Namun, angka tersebut masih kalah jauh dibandingkan Whoop 5.0 yang bisa bertahan hingga dua minggu.

Close-up of the Fitbit Air on a person's wrist

Jika Garmin ingin Cirqa dianggap sebagai perangkat premium, sebagaimana harga yang dirumorkan, maka menyamai atau melampaui daya tahan baterai Whoop 5.0 adalah suatu keharusan. Baterai yang tahan lama menjadi faktor krusial bagi pengguna yang tidak ingin repot mengisi daya setiap minggu, terutama bagi mereka yang menggunakan tracker untuk pemantauan tidur dan aktivitas harian secara 24/7.

Ketiga fitur ini – GPS bawaan, deteksi latihan otomatis yang andal, dan daya tahan baterai panjang – menjadi pilar utama yang dapat membedakan Garmin Cirqa dari kompetitor seperti Fitbit Air. Jika Garmin berhasil mengimplementasikan ketiganya, bukan tidak mungkin Cirqa akan menjadi screen-free fitness tracker paling diminati di tahun 2026.

Garmin sendiri sudah memiliki rekam jejak panjang dalam menghadirkan perangkat fitness berkualitas. Untuk informasi lebih lanjut mengenai ekosistem Garmin, kamu bisa membaca artikel tentang Garmin Forerunner terbaru atau spesifikasi Garmin Approach G82.

Dengan strategi yang tepat, Garmin Cirqa berpotensi menjadi game changer di segmen fitness tracker tanpa layar. Pertanyaannya sekarang, apakah Garmin akan benar-benar menghadirkan ketiga fitur ini? Kita tunggu saja pengumuman resminya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.