Fasad toko Apple dengan logo apel putih ikonik.

Apple Uji Coba Chip DRAM CXMT untuk Pasar China

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Apple uji coba chip DRAM CXMT untuk perangkat pasar China
  • CXMT masuk daftar hitam Pentagon 1260H sejak Juni 2026
  • Apple lobi pemerintahan Trump untuk dapatkan izin resmi
  • CXMT produsen DRAM keempat terbesar global
  • Langkah ini bantu Apple atasi kelangkaan memori dan kenaikan harga

Telset.id – Apple dikabarkan telah mulai menguji coba chip DRAM buatan ChangXin Memory Technologies (CXMT), perusahaan China yang masuk dalam daftar hitam Departemen Pertahanan AS. Langkah ini diambil Apple untuk perangkat yang ditujukan bagi pasar domestik China, di tengah kelangkaan pasokan memori global yang mendorong kenaikan harga di lini iPad dan Mac.

Menurut laporan Financial Times, Apple telah maju ke tahap pengujian chip memori CXMT dengan perangkat-perangkatnya. Perusahaan asal Cupertino itu juga terus melobi pemerintah AS untuk mendapatkan izin resmi menggunakan produk dari perusahaan yang kini masuk dalam daftar 1260H tersebut.

CXMT sendiri baru ditambahkan Pentagon ke dalam daftar hitam 1260H pada awal Juni 2026. Daftar ini berisi perusahaan-perusahaan yang diyakini memiliki keterkaitan dengan Tentara Pembebasan Rakyat China. Reuters sebelumnya melaporkan bahwa pemerintahan Trump sempat menunda memasukkan CXMT dan DeepSeek ke dalam daftar hitam untuk menghindari eskalasi ketegangan dengan Beijing. Namun, salinan terbaru daftar 1260H di situs Departemen Pertahanan AS sudah jelas mencantumkan ChangXin Memory Technologies.

Secara teknis, Apple tidak dilarang berbisnis dengan perusahaan dalam daftar 1260H, termasuk CXMT. Namun, perusahaan bisa menghadapi konsekuensi jika tidak mendapatkan restu dari pemerintahan Trump. Apple dilaporkan telah mendekati pemerintah AS pada akhir Mei atau awal Juni 2026 untuk membahas penggunaan produk CXMT.

Laporan Financial Times menjelaskan bahwa CXMT sebelumnya hampir tidak dikenal secara global dan mengalami kerugian miliaran dolar sebelum masalah kelangkaan memori industri mendorongnya menjadi sorotan. Saat ini, CXMT menjadi produsen DRAM terbesar keempat di dunia setelah Samsung, SK Hynix, dan Micron. Perusahaan tersebut memiliki setidaknya 15 pemegang saham milik negara, dan sebagian besar dana milik swastanya didukung oleh mitra milik negara. CXMT dilaporkan berencana mengumpulkan dana sebesar $4,3 miliar dalam IPO yang akan datang.

Bagi Apple, membeli chip dari CXMT dapat membantu perusahaan mengatasi kelangkaan memori saat ini. Apple memang sudah mendapatkan pasokan DRAM dari Micron, Samsung, dan SK Hynix. Namun, perusahaan tetap harus menaikkan harga di seluruh lini iPad dan Mac. Keputusan Apple untuk bekerja sama dengan CXMT diperkirakan akan menghadapi tentangan dari Kongres jika presiden menyetujui rencana tersebut. Anggota DPR AS John Moolenaar bahkan menyebut potensi kemitraan ini sebagai “kesalahan besar.”

Langkah Apple ini menunjukkan strategi ganda perusahaan di tengah ketegangan geopolitik antara AS dan China. Di satu sisi, Apple perlu memastikan pasokan komponen untuk memenuhi permintaan pasar China yang sangat besar. Di sisi lain, perusahaan harus menjaga hubungan baik dengan pemerintah AS dan menghindari sanksi yang dapat mengganggu operasional globalnya. Keputusan akhir masih menunggu lobi intensif Apple di Washington.

Fasad toko Apple.

Apple diketahui telah memperkuat rantai pasokannya dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan baru-baru ini memperpanjang kemitraan Broadcom untuk pasokan chip hingga 2031, memastikan ketersediaan komponen kunci untuk iPhone. Langkah diversifikasi pemasok DRAM ke CXMT dapat dilihat sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok Korea Selatan dan AS.

Pengujian chip CXMT oleh Apple juga menyoroti dinamika industri semikonduktor global. Meskipun CXMT berada dalam daftar hitam Pentagon, perusahaan China itu tetap menjadi pemain penting di pasar DRAM. Dengan kapasitas produksi yang terus berkembang, CXMT menawarkan alternatif bagi perusahaan teknologi yang membutuhkan pasokan memori stabil di tengah fluktuasi pasar global.

Keputusan Apple untuk menguji chip CXMT khusus untuk perangkat yang dijual di China menunjukkan pendekatan hati-hati perusahaan. Dengan membatasi penggunaan chip tersebut hanya untuk pasar domestik China, Apple berharap dapat meminimalkan risiko regulasi dari pemerintah AS. Strategi serupa sebelumnya diterapkan Apple dengan memproduksi iPhone khusus untuk pasar China dengan fitur dan komponen tertentu.

Analis industri memperkirakan bahwa jika Apple berhasil mendapatkan izin dari pemerintahan Trump, langkah ini dapat membuka pintu bagi perusahaan teknologi AS lainnya untuk bermitra dengan CXMT. Namun, tentangan dari Kongres seperti yang disuarakan John Moolenaar menunjukkan bahwa jalan menuju kerja sama tersebut masih panjang. Moolenaar menggambarkan potensi kemitraan Apple-CXMT sebagai “kesalahan besar” yang dapat membahayakan keamanan nasional AS.

Di sisi lain, kelangkaan memori global yang berkepanjangan membuat Apple harus mencari solusi kreatif. Kenaikan harga di lini iPad dan Mac menunjukkan betapa seriusnya masalah pasokan ini bagi Apple. Dengan menguji chip CXMT, Apple menunjukkan bahwa perusahaan bersedia mengambil risiko politik demi memastikan pasokan komponen yang cukup untuk produk-produknya.

Pengembangan ini juga menjadi indikator penting bagi industri teknologi global. Jika Apple berhasil menjalin kemitraan dengan CXMT, hal itu dapat mengubah peta persaingan di pasar DRAM. Posisi CXMT sebagai produsen DRAM terbesar keempat dunia akan semakin kuat, dan perusahaan China itu dapat menjadi pemasok utama bagi perangkat elektronik konsumen global.

Sementara itu, Apple terus melobi pemerintahan Trump melalui koneksinya di Washington. Perusahaan berharap dapat meyakinkan Gedung Putih bahwa kerja sama dengan CXMT tidak akan membahayakan keamanan nasional AS. Dengan pangsa pasar China yang signifikan bagi Apple, izin untuk menggunakan chip CXMT dapat menjadi faktor kunci dalam mempertahankan pertumbuhan perusahaan di pasar terbesar kedua di dunia itu.

Keputusan akhir masih menunggu hasil lobi Apple dan perkembangan hubungan AS-China. Namun, satu hal yang jelas: Apple siap mengambil langkah berani untuk memastikan pasokan komponennya tetap stabil di tengah ketidakpastian geopolitik dan kelangkaan memori global.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.