Ilustrasi Samsung Galaxy S26 yang dipegang tangan, menunjukkan desain premium dan layar berkualitas tinggi

Samsung Ganti Komponen Kunci Galaxy S27 Demi Tekan Biaya

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • Samsung akan mengganti komponen Display Driver IC (DDI) di Galaxy S27 dan S27 Plus dengan pemasok pihak ketiga
  • Langkah ini diambil untuk menekan biaya produksi akibat krisis DRAM global
  • Model Galaxy S27 Ultra dan S27 Pro tetap akan menggunakan DDI in-house Samsung
  • Samsung mengevaluasi pemasok seperti Anapass, DB Global Chip, Wonik D2I, dan Novatek
  • Keputusan final akan mempertimbangkan kualitas dan performa dibanding DDI in-house
  • Samsung sebelumnya membatalkan rencana pakai panel OLED BOE karena masalah kualitas
  • Google Pixel 11 dan iPhone 18 juga diperkirakan akan naik harga akibat krisis DRAM
  • Diversifikasi pemasok komponen bisa menjadi tren baru di industri smartphone

Telset.id – Samsung dikabarkan akan mengganti komponen penting pada Galaxy S27 varian standar dan Plus untuk menekan biaya produksi di tengah krisis DRAM global yang terus berlanjut. Langkah ini menjadi strategi baru divisi MX Samsung dalam menghadapi tekanan harga komponen yang terus meningkat.

Menurut laporan dari publikasi Korea Selatan ZDNet, Samsung berencana mengganti Display Driver IC (DDI) buatan sendiri dengan pemasok pihak ketiga untuk Galaxy S27 dan S27 Plus. DDI adalah komponen kecil namun krusial yang bertugas sebagai perantara antara prosesor smartphone dan panel layar, mengatur detail seperti warna dan kecerahan.

Selama ini, Samsung menggunakan DDI in-house dari divisi System LSI untuk lini Galaxy S dan Z. Namun, untuk seri Galaxy S27 mendatang, hanya model Ultra dan model Pro baru yang akan tetap menggunakan DDI dari System LSI. Keputusan ini diambil semata-mata untuk menghemat biaya.

Krisis DRAM yang dipicu oleh tingginya permintaan chip memori untuk kecerdasan buatan (AI) menjadi penyebab utama. Harga DRAM, HBM, dan NAND melonjak karena permintaan jauh melampaui pasokan. Kondisi ini menekan margin keuntungan produsen smartphone, termasuk Samsung.

Divisi MX Samsung saat ini tengah mengevaluasi beberapa pemasok potensial, termasuk Anapass, DB Global Chip, Wonik D2I dari Korea Selatan, dan Novatek dari Taiwan. Sebelum mengambil keputusan akhir, kualitas dan performa DDI pihak ketiga akan dibandingkan dengan DDI in-house Samsung.

Keputusan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan penggemar Samsung mengenai kualitas layar Galaxy S27. Namun, laporan tersebut menekankan bahwa Samsung akan tetap mengutamakan kualitas. Hal ini diperkuat oleh keputusan Samsung sebelumnya yang membatalkan rencana penggunaan panel OLED dari BOE untuk Galaxy S terbaru karena masalah kualitas.

Samsung tidak sendirian dalam menghadapi tekanan biaya ini. Google Pixel 11 series dikabarkan akan lebih mahal sekitar $100 per modelnya. Sementara itu, CEO Apple Tim Cook juga menyatakan tidak bisa lagi menunda kenaikan harga, yang mengindikasikan iPhone 18 series akan dibanderol lebih tinggi dari pendahulunya.

Bagi konsumen, langkah Samsung ini bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, penggunaan komponen pihak ketiga berpotensi menurunkan biaya produksi yang bisa diteruskan ke harga jual. Di sisi lain, ada kekhawatiran tentang konsistensi kualitas layar yang selama ini menjadi salah satu keunggulan utama lini Galaxy S.

Meskipun demikian, para pengamat industri menilai langkah diversifikasi pemasok ini adalah strategi yang wajar di tengah ketidakpastian pasar komponen. Samsung perlu menjaga keseimbangan antara biaya produksi dan kualitas produk agar tetap kompetitif.

Galaxy S27 series diperkirakan akan hadir dengan empat model: Galaxy S27 dasar, S27 Plus, S27 Ultra, dan model baru S27 Pro. Keputusan final mengenai pemasok DDI kemungkinan baru akan diumumkan mendekati waktu produksi massal.

Bagi pengguna setia Samsung, penting untuk menunggu informasi resmi dari perusahaan sebelum menarik kesimpulan. Samsung memiliki rekam jejak yang baik dalam hal kualitas layar, dan keputusan ini kemungkinan besar tidak akan mengorbankan standar tersebut.

Di sisi lain, tekanan biaya yang dialami Samsung juga dirasakan oleh produsen lain. Hal ini menunjukkan bahwa industri smartphone secara keseluruhan sedang menghadapi tantangan yang sama, dan konsumen mungkin harus bersiap dengan harga yang lebih tinggi di masa depan.

Samsung juga terus berinovasi di lini produk lain. Beberapa waktu lalu, perusahaan meluncurkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy di Z Fold 8, menunjukkan komitmen mereka terhadap performa tinggi. Selain itu, ada kabar tentang Galaxy Z TriFold 2 yang ditunda demi fokus pada ponsel sliding.

Di segmen wearable, Samsung Galaxy Watch 9 dan Ultra 2 kabarnya akan membawa baterai besar dan chip Qualcomm. Sementara itu, di pasar PC, Samsung juga menyiapkan SSD PCIe 4.0 murah tanpa DRAM dengan kecepatan tinggi, serta berkolaborasi dengan Google untuk standar SSD baru untuk pusat data AI.

Keputusan Samsung untuk mengganti komponen DDI pada Galaxy S27 adalah langkah strategis yang menunjukkan betapa besarnya dampak krisis DRAM terhadap industri smartphone. Meskipun ada kekhawatiran, perusahaan tampaknya akan tetap memprioritaskan kualitas produk akhir.

Para pengamat menyarankan agar konsumen menunggu ulasan dan pengujian independen sebelum memutuskan untuk membeli Galaxy S27 series. Performa layar tetap harus menjadi pertimbangan utama, terutama bagi pengguna yang sangat memperhatikan kualitas tampilan.

Dengan segala pertimbangan, langkah Samsung ini bisa menjadi contoh bagaimana produsen besar beradaptasi dengan kondisi pasar yang sulit tanpa harus mengorbankan terlalu banyak kualitas. Yang terpenting, konsumen tetap mendapatkan produk terbaik dengan harga yang wajar.

Ke depannya, kita mungkin akan melihat lebih banyak produsen yang melakukan hal serupa. Diversifikasi pemasok komponen bisa menjadi tren baru di industri smartphone, terutama jika tekanan biaya terus berlanjut.

Bagi Samsung, menjaga reputasi kualitas layar Galaxy S series adalah prioritas utama. Oleh karena itu, keputusan akhir mengenai pemasok DDI akan sangat krusial dan akan diawasi ketat oleh para penggemar dan analis industri.

Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya dari kabar ini. Semoga Samsung bisa mengambil keputusan terbaik yang menguntungkan semua pihak, terutama konsumen setianya.

Artikel ini ditulis berdasarkan laporan dari PhoneArena dan ZDNet Korea.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.