πŸ“‘ Daftar Isi

Pencuri mengganti GPU RTX 5080 dengan RTX 3060 di hotel esports China

Pencuri di China Ganti GPU RTX 5080 dengan RTX 3060 di Hotel Esports

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Dua pencuri di China mengganti GPU RTX 5080 dan RTX 5070 dengan RTX 3060 di hotel esports
  • Aksi terungkap setelah pemadaman listrik pada 18 Juli dan ditemukannya bekas goresan pada casing PC
  • Polisi menangkap tersangka di distrik komputer Guangbutun melalui data registrasi hotel
  • Total kerugian mencapai 80.000 Yuan atau hampir $12.000
  • Para tersangka mengaku sudah melakukan aksi serupa empat kali sebelumnya
  • RTX 5080 curian dijual dengan harga sekitar $700 dari harga normal $1.400

Telset.id – Aksi pencurian GPU ekstrem terjadi di sebuah hotel esports di China, di mana dua pelaku secara diam-diam mengganti kartu grafis RTX 5080 dan RTX 5070 di kamar sewaan dengan GPU kelas bawah RTX 3060. Para pelaku baru tertangkap beberapa hari kemudian setelah manajemen hotel menemukan tanda-tanda kerusakan pada casing PC di kamar yang telah mereka tinggalkan.

Hotel esports atau gaming hotel memang umum ditemukan di sejumlah negara Asia. Konsepnya seperti zona gaming pribadi yang nyaman, di mana pengunjung bisa bermain dengan PC berkualitas tinggi langsung di dalam kamar. Para pencuri ini sengaja memilih kamar yang dilengkapi rig dengan RTX 5080 dan 5070 karena memiliki nilai jual kembali paling tinggi di pasar loak.

Mereka check-in ke kamar dengan menyamar sebagai gamer biasa, layaknya pelanggan lain. Begitu berada di dalam kamar, mereka membuka casing PC, mengeluarkan GPU kelas atas, lalu memasukkan GPU kelas bawah seperti RTX 3060, dan menutup kembali casing tersebut. Karena varian GPU terlihat serupa dari luar, manajemen hotel tidak pernah curiga.

GPU thieves swapping RTX 5080s for RTX 3060s in gaming hotels

Sistem PC tetap berjalan normal dan tidak ada keluhan dari pelanggan berikutnya, sehingga tidak ada alasan untuk memeriksa lebih dekat. Yang akhirnya membongkar aksi mereka adalah pemadaman listrik mendadak pada 18 Juli. Saat sedang menjalankan aksinya, lampu padam dan mereka menghubungi resepsionis untuk pindah kamar.

Setelah pelaku pindah, seorang teknisi listrik melihat bekas goresan pada casing PC di kamar lama mereka. Ketika manajemen membuka casing tersebut dan menemukan dua RTX 3060 menggantikan dua RTX 5080, mereka langsung menyadari bahwa hotel telah dirampok.

Penangkapan di Distrik Komputer Guangbutun

Hanya dua hari kemudian, polisi setempat menangkap para tersangka di distrik komputer Guangbutun setelah melacak mereka melalui data registrasi hotel. Hasil penyelidikan mengungkap bahwa mereka biasa memesan hotel dengan sistem terbaik dan menjarah GPU untuk dijual dengan harga setengah dari nilai aslinya demi keuntungan cepat.

Sebuah RTX 5080 baru saat ini dijual sekitar $1.400, sementara RTX 3060 dijual sekitar $400. Para pencuri menjual RTX 5080 hasil curian dengan harga sekitar $700. Para tersangka bahkan mengaku sudah melakukan aksi serupa empat kali sebelumnya.

Total kerugian yang dilaporkan dari aksi penukaran GPU ini mencapai 80.000 Yuan, atau hampir $12.000. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan kasus pencurian RAM senilai $2.000 di hotel esports Shihezi City bulan lalu, namun hampir sama dengan kasus pencurian amatir di Korea awal tahun ini.

GPU thieves swapping RTX 5080s for RTX 3060s in gaming hotels

Kasus ini menjadi pengingat bahwa keamanan perangkat keras di tempat umum seperti hotel esports masih rentan. Manajemen hotel perlu meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan berkala terhadap kondisi perangkat, terutama untuk kamar dengan spesifikasi tinggi. Sementara itu, pasar barang bekas GPU juga perlu waspada terhadap kemungkinan barang curian yang dijual dengan harga jauh di bawah pasaran.

Insiden ini juga menunjukkan betapa tingginya nilai GPU kelas atas di pasar gelap. Dengan selisih harga yang signifikan antara RTX 5080 dan RTX 3060, para pelaku tergoda untuk mengambil risiko demi keuntungan finansial yang besar. Pihak berwenang di China terus meningkatkan pengawasan terhadap kasus-kasus pencurian perangkat keras serupa.

Bagi pengguna GPU bekas, kasus ini menjadi pelajaran penting untuk selalu memeriksa kondisi fisik dan riwayat kartu grafis sebelum membeli. Membeli GPU dengan harga terlalu murah dari pasaran bisa menjadi indikasi barang curian. Pastikan untuk membeli dari penjual terpercaya dan meminta bukti pembelian yang sah.

Kepolisian setempat berhasil menangkap para pelaku dengan cepat berkat kerjasama antara manajemen hotel dan aparat penegak hukum. Data registrasi hotel menjadi kunci utama dalam pelacakan para tersangka. Kasus ini juga menjadi peringatan bagi hotel esports lain di China untuk lebih memperketat sistem keamanan mereka.

Fenomena pencurian GPU di hotel esports ini bukanlah yang pertama terjadi. Sebelumnya, kasus serupa juga pernah dilaporkan di berbagai kota di China. Namun, kasus ini menjadi salah satu yang terbesar dalam hal nilai kerugian karena menyasar GPU kelas atas yang harganya sangat mahal.

Dengan semakin mahalnya harga komponen PC kelas atas, risiko pencurian perangkat keras juga semakin meningkat. Hotel esports yang menyediakan perangkat mahal perlu mempertimbangkan langkah-langkah pengamanan tambahan seperti kamera pengawas di area server, segel anti-rusak pada casing PC, dan pemeriksaan rutin terhadap kondisi perangkat.

Para pelaku kini menghadapi konsekuensi hukum atas perbuatan mereka. Kasus ini juga menjadi sorotan media dan komunitas gaming internasional, mengingat modus pencurian yang cukup cerdik namun akhirnya terbongkar karena sebuah kejadian tak terduga berupa pemadaman listrik.

Ke depannya, diharapkan kasus seperti ini tidak terulang kembali. Peningkatan keamanan di hotel esports dan kewaspadaan konsumen terhadap barang bekas akan membantu mengurangi risiko pencurian perangkat keras. Bagi para gamer yang sering menggunakan layanan hotel esports, penting juga untuk melaporkan jika menemukan kejanggalan pada perangkat yang digunakan.

[CONTENT_END]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.