šŸ“‘ Daftar Isi

iPhone Ultra hanya rilis di satu pasar saat peluncuran

iPhone Ultra Hanya Rilis di AS, Produksi Bermasalah

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • iPhone Ultra hanya akan dirilis di AS pada tahap awal, disusul China dan beberapa pasar utama lainnya
  • Apple tidak akan mengumumkan harga iPhone Ultra pada acara September 2026
  • Masalah produksi pada engsel dan layar lipat menjadi penyebab utama penundaan
  • Produksi massal mundur dari Juni ke Agustus, berpotensi tertunda dua bulan lagi
  • Harga iPhone Ultra diprediksi AUD 700 lebih mahal dari Samsung Galaxy Z Fold8
  • Australia tidak termasuk pasar gelombang pertama peluncuran iPhone Ultra

Telset.id – Apple dikabarkan akan memperkenalkan iPhone Ultra pada acara September 2026, namun perangkat lipat pertama Apple tersebut tidak akan langsung dirilis bersamaan dengan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Laporan terbaru dari Australia menyebutkan bahwa iPhone Ultra hanya akan tersedia di Amerika Serikat terlebih dahulu, diikuti oleh sejumlah pasar utama lainnya termasuk China.

Kabar ini tentu menjadi pukulan bagi penggemar Apple di berbagai negara yang sudah menantikan kehadiran ponsel lipat pertama dari perusahaan Cupertino tersebut. iPhone Ultra yang selama ini menjadi salah satu iPhone Ultra yang paling dinantikan, kini harus menunggu lebih lama untuk bisa hadir di pasar global.

Menurut laporan tersebut, Apple tidak akan mengumumkan harga iPhone Ultra pada acara September mendatang. Perusahaan hanya akan menampilkan perangkatnya tanpa memberikan detail harga. Hal ini berbeda dengan praktik umum Apple yang biasanya langsung mengumumkan harga saat peluncuran perangkat baru.

Masalah Produksi Jadi Penyebab Utama

Laporan hari ini menyebutkan bahwa masalah produksi menjadi penyebab utama situasi ini. Pemasok Apple dilaporkan menghadapi ā€œlebih banyak masalah dari yang diperkirakanā€ selama pengujian verifikasi produksi, dengan engsel dan layar lipat menjadi titik utama permasalahan.

Produksi massal awalnya dijadwalkan dimulai pada Juni, kemudian mundur ke Agustus, dan kini tanggalnya dilaporkan kembali diundur. Bahkan pada akhir Juli, Foxconn masih melakukan ā€œpenyesuaianā€ pada rencana produksi massalnya. Beberapa ā€œorang dalamā€ yang tidak disebutkan namanya kini mengklaim bahwa ā€œvalidasi teknikā€ dapat menyebabkan penundaan dua bulan lagi.

Masalah produksi ini juga berdampak pada strategi peluncuran. Dengan keterbatasan kapasitas produksi, Apple tampaknya memilih untuk fokus pada pasar utama terlebih dahulu. Australia, misalnya, tidak termasuk dalam daftar negara yang akan mendapatkan iPhone Ultra pada gelombang pertama.

Menariknya, laporan ini juga mengklaim bahwa harga iPhone Ultra untuk Australia akan ā€œhinggaā€ AUD 700 lebih tinggi dibandingkan Samsung Galaxy Z Fold8 yang saat ini dijual di sana dengan harga AUD 2.999. Dengan demikian, iPhone Ultra bisa dibanderol sekitar AUD 3.699.

Meskipun demikian, laporan ini perlu disikapi dengan hati-hati. Penulis laporan tersebut merujuk pada iPhone Ultra sebagai iPhone Fold, yang sebenarnya tidak masalah. Namun, mereka tampaknya berasumsi bahwa Apple akan meluncurkan iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, iPhone Ultra, dan iPhone Fold pada 8 September. Padahal, iPhone Ultra adalah perangkat lipat itu sendiri, sebagaimana telah diperjelas oleh berbagai rumor terbaru.

iPhone Ultra now said to be confined to one market at launch

Penundaan peluncuran iPhone Ultra ini sejalan dengan kabar sebelumnya mengenai mundurnya jadwal rilis beberapa produk Apple. Meskipun iPhone 18 dikabarkan tetap akan hadir sesuai jadwal, masalah produksi pada komponen lipat menjadi tantangan tersendiri bagi Apple.

Bagi pengguna yang sudah menantikan iPhone Ultra, kabar ini tentu mengecewakan. Namun, Apple tampaknya lebih memilih untuk memastikan kualitas produk sebelum melakukan peluncuran secara luas. Strategi ini sebenarnya cukup masuk akal mengingat kompleksitas teknologi layar lipat yang masih relatif baru bagi Apple.

Sementara itu, iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max tetap dijadwalkan untuk diumumkan pada acara yang sama di bulan September. Kedua perangkat ini diperkirakan akan hadir dengan berbagai peningkatan, termasuk peningkatan RAM yang signifikan dibandingkan pendahulunya.

Dengan situasi ini, Apple tampaknya akan menghadapi tantangan besar dalam memenuhi permintaan pasar terhadap iPhone Ultra. Ponsel lipat pertama Apple ini memang diharapkan menjadi pesaing serius bagi Samsung di segmen perangkat lipat, namun masalah produksi yang berkepanjangan bisa menghambat ambisi tersebut.

Para analis dan pengamat industri akan terus memantau perkembangan produksi iPhone Ultra ini. Apakah Apple mampu mengatasi masalah produksi tepat waktu atau kembali mengalami penundaan, masih menjadi pertanyaan besar yang belum terjawab.

Yang jelas, pengumuman resmi pada acara September mendatang akan menjadi momen penting untuk melihat bagaimana Apple menyikapi situasi ini. Apakah mereka akan tetap memamerkan iPhone Ultra meskipun belum siap produksi massal, atau justru menunda pengumuman secara keseluruhan.

Bagi konsumen di Indonesia, kabar ini berarti harus bersabar lebih lama untuk bisa mendapatkan iPhone Ultra. Meskipun belum ada informasi resmi mengenai ketersediaan di pasar Indonesia, pola peluncuran Apple biasanya menjadikan Indonesia sebagai pasar gelombang kedua atau ketiga.

Satu hal yang pasti, persaingan di segmen ponsel lipat akan semakin menarik dengan kehadiran iPhone Ultra. Meskipun harus menunggu lebih lama, kehadiran Apple di segmen ini dipastikan akan mengubah dinamika pasar ponsel lipat secara signifikan.

Dengan segala tantangan produksi yang dihadapi, publik tetap menantikan bagaimana Apple akan mengeksekusi peluncuran iPhone Ultra ini. Keputusan untuk hanya merilis di AS terlebih dahulu menunjukkan bahwa Apple lebih memprioritaskan kualitas dan kesiapan produksi dibandingkan kecepatan ekspansi pasar.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.