📑 Daftar Isi

Detail chipset iQOO Neo11 Ultra dan Z11s yang diumumkan sebelum peluncuran

iQOO Neo11 Ultra Pakai Chipset Dimensity 9500M Kustom, Z11s Dapat Dimensity 7500

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • iQOO Neo11 Ultra menggunakan chipset kustom Dimensity 9500M dengan arsitektur CPU all-big-core dan proses 3nm
  • Chipset Dimensity 9500M dikembangkan khusus untuk Neo11 Ultra dengan dukungan mesin Monster Hyper-Core
  • iQOO Z11s menggunakan MediaTek Dimensity 7500
  • Neo11 Ultra akan menjalankan OriginOS 6 dengan rating IP68 dan IP69
  • Layar AMOLED Neo11 Ultra menggunakan material F2 dengan kecerahan puncak 2.000 nits
  • Neo11 Ultra memiliki baterai 9.100mAh, sementara Z11s dibekali baterai 10.000mAh
  • Kedua perangkat dijadwalkan rilis di China pada 18 Agustus

Telset.id – iQOO resmi mengumumkan chipset yang akan menjadi otak dari dua smartphone terbarunya, Neo11 Ultra dan Z11s, menjelang peluncuran resmi di China pada 18 Agustus. iQOO Neo11 Ultra akan ditenagai oleh chipset kustom Dimensity 9500M, sementara iQOO Z11s akan menggunakan MediaTek Dimensity 7500.

Kabar ini menjadi informasi penting bagi pengguna yang menantikan performa terbaru dari lini iQOO. Sebelumnya, perusahaan telah membagikan detail desain dan spesifikasi baterai dari kedua ponsel tersebut. Kini, konfirmasi soal dapur pacu melengkapi gambaran lengkap tentang apa yang akan ditawarkan kedua perangkat ini.

Chipset kustom Dimensity 9500M pada iQOO Neo11 Ultra menjadi sorotan utama. iQOO menyebut chipset ini memiliki arsitektur CPU all-big-core yang dibangun dengan proses 3nm. Yang menarik, chipset ini dikembangkan secara khusus untuk smartphone yang akan datang, menandakan adanya kolaborasi erat antara iQOO dan MediaTek.

iQOO mengklaim bahwa chipset kustom ini akan memberikan “performa kelas atas dan efisiensi daya” berkat dukungan mesin Monster Hyper-Core. Klaim ini tentu menarik untuk diuji, mengingat arsitektur all-big-core biasanya dirancang untuk memberikan kinerja puncak yang lebih tinggi dibandingkan konfigurasi standar.

Sementara itu, untuk iQOO Z11s, perusahaan mengonfirmasi bahwa perangkat ini akan menggunakan MediaTek Dimensity 7500. Chipset ini diposisikan untuk kelas menengah dan diharapkan mampu memberikan keseimbangan antara performa dan konsumsi daya.

Selain chipset, iQOO juga telah mengonfirmasi beberapa fitur lain dari Neo11 Ultra. Ponsel ini akan berjalan dengan OriginOS 6 dan memiliki rating IP68 dan IP69. Rating IP69 merupakan standar ketahanan tertinggi terhadap debu dan air, termasuk ketahanan terhadap semburan air bertekanan tinggi dan suhu tinggi, yang jarang ditemukan pada smartphone.

Neo11 Ultra juga akan dilengkapi dengan layar AMOLED yang menggunakan material luminescent F2. Layar ini diklaim mampu mencapai kecerahan puncak hingga 2.000 nits dalam kondisi full-screen. Angka ini menunjukkan bahwa layar Neo11 Ultra akan sangat terang dan mudah dibaca bahkan di bawah sinar matahari langsung.

Dari sisi daya, iQOO Neo11 Ultra akan dibekali baterai berkapasitas 9.100mAh. Sementara itu, iQOO Z11s justru hadir dengan baterai yang lebih besar, yakni 10.000mAh. Kapasitas baterai sebesar ini menempatkan kedua perangkat tersebut dalam kategori smartphone dengan daya tahan luar biasa.

Strategi Chipset Kustom iQOO

Langkah iQOO untuk mengembangkan chipset kustom bersama MediaTek menunjukkan ambisi perusahaan dalam menghadirkan perangkat dengan performa yang terdiferensiasi. Dengan arsitektur all-big-core, Dimensity 9500M dirancang untuk memaksimalkan kinerja dalam berbagai skenario penggunaan, mulai dari gaming hingga multitasking berat.

Kombinasi proses 3nm dan mesin Monster Hyper-Core disebut menjadi kunci efisiensi daya. Proses fabrikasi yang lebih kecil biasanya berarti konsumsi daya yang lebih rendah, sementara mesin khusus dapat mengoptimalkan alokasi sumber daya secara dinamis.

Pengumuman ini juga memberikan gambaran tentang bagaimana iQOO memposisikan lini Neo11 Ultra. Dengan chipset flagship kustom, layar berteknologi terbaru, rating IP69, dan baterai besar, perangkat ini jelas ditargetkan untuk pasar premium.

Sementara itu, kehadiran Dimensity 7500 pada Z11s menunjukkan bahwa iQOO tetap serius di segmen menengah. Chipset ini merupakan penerus dari Dimensity 7300 yang banyak digunakan pada perangkat kelas menengah dan menawarkan peningkatan performa yang signifikan.

Baterai 10.000mAh pada Z11s menjadi nilai jual utama yang membedakannya dari kompetitor di kelas yang sama. Kapasitas sebesar ini jarang ditemukan dan akan menjadi daya tarik bagi pengguna yang mengutamakan daya tahan.

Kedua perangkat ini dijadwalkan meluncur secara resmi di China pada 18 Agustus. Peluncuran ini akan menjadi momen penting untuk melihat bagaimana performa nyata dari chipset kustom Dimensity 9500M dan Dimensity 7500 dalam penggunaan sehari-hari.

Bagi pengguna di Indonesia, kabar ini menarik untuk diikuti. iQOO telah memiliki basis pengguna yang cukup besar di Tanah Air dan peluncuran perangkat baru biasanya disambut antusias. iQOO Z11 India yang baru saja dirilis menunjukkan bahwa perusahaan aktif menghadirkan produk terbaru di berbagai pasar.

Menarik juga untuk membandingkan spesifikasi yang diumumkan dengan bocoran iQOO 16T yang sempat beredar. Meskipun keduanya adalah lini yang berbeda, bocoran tersebut menunjukkan arah pengembangan iQOO dalam hal kamera dan sistem pendingin.

Dengan semua spesifikasi yang telah diumumkan, publik kini tinggal menunggu harga resmi dan ketersediaan global dari kedua perangkat ini. iQOO diharapkan memberikan informasi lebih lanjut pada acara peluncuran nanti. Varian Dimensity 7500 Turbo yang digunakan di pasar India juga menjadi pembanding menarik untuk melihat bagaimana iQOO mengelola lini produknya di berbagai wilayah.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.