Telset.id – Kabar buruk bagi para gamer dan PC builder yang masih menunda upgrade kartu grafis. Nvidia dikabarkan kembali menyiapkan kenaikan harga GPU hingga 20-30 persen, dan kali ini dampaknya disebut akan jauh lebih luas dari sekadar model flagship. Laporan dari Taiwan’s Economic Daily News menyebutkan, perusahaan yang berbasis di Santa Clara itu berencana menaikkan harga jual GPU mereka untuk ketiga kalinya sepanjang 2026.
Jika laporan tersebut akurat, konsumen yang selama ini menunggu harga kembali normal harus bersiap menghadapi kenyataan pahit. Kenaikan harga ini disebut tidak terbatas pada kartu grafis premium saja, melainkan akan menjangkau seluruh lini produk konsumen Nvidia, mulai dari model kelas menengah hingga kelas atas.
## Kenaikan Harga GPU Menyentuh Semua Lini
Laporan yang beredar menyebutkan bahwa penyesuaian harga ini akan berdampak pada kartu grafis berbasis memori GDDR7 yang lebih baru. Namun yang lebih mengkhawatirkan, model lama berbasis GDDR6 pun disebut tidak akan luput dari kenaikan harga. Artinya, para gamer yang mencari kartu grafis dengan budget terbatas bisa jadi harus merogoh kocek lebih dalam dari perkiraan.
Situasi ini tentu menjadi pukulan telak bagi mereka yang berharap harga GPU segera kembali normal setelah tahun yang penuh gejolak. Sepanjang tahun ini, kartu grafis memang sudah semakin sulit didapat dan harganya terus merangkak naik di berbagai wilayah.
Beberapa mitra papan utama (board partners) Nvidia bahkan sudah mulai menaikkan harga lebih awal di sejumlah kawasan. Di China, produsen seperti MSI dan Colorful telah menaikkan harga GPU seri RTX 50 hingga 20 persen. Harga ritel di pasaran pun sudah jauh melampaui harga yang disarankan Nvidia.
Sebagai gambaran, GeForce RTX 5090 diluncurkan dengan harga $1.999, namun beberapa versi sudah dijual hingga $4.500 di pasaran. Sementara itu, RTX 5060 Ti juga mengalami kenaikan signifikan di atas harga peluncurannya di sejumlah pasar, membuat upgrade dengan harga terjangkau semakin sulit ditemukan.

## AI Boom Jadi Biang Keladi
Tekanan harga yang terjadi saat ini tidak lepas dari peran kecerdasan buatan atau AI. Komponen memori seperti DRAM menjadi semakin mahal seiring dengan masifnya investasi perusahaan cloud dan perusahaan teknologi dalam infrastruktur AI. Investasi besar-besaran di server AI dan pusat data membutuhkan memori serta perangkat keras berperforma tinggi dalam jumlah sangat besar, sehingga produsen kesulitan memenuhi permintaan.
Tekanan ini kemudian merambat ke seluruh rantai pasokan. Ketika komponen semakin sulit didapat, biaya produksi naik, dan kenaikan tersebut pada akhirnya dibebankan kepada konsumen.
Nvidia sendiri merupakan salah satu penerima manfaat terbesar dari ledakan AI, dengan bisnis pusat data yang terus berkembang pesat. Perusahaan juga telah berinvestasi besar-besaran pada perangkat keras generasi berikutnya. Proyek infrastruktur AI berskala besar yang baru-baru ini diumumkan bersama mitra seperti SK Group menunjukkan bahwa permintaan perangkat keras AI tidak akan melambat dalam waktu dekat.

Bagi siapa pun yang berharap harga GPU akan kembali normal, kemungkinan besar harus menunggu lebih lama dari perkiraan. Nvidia sendiri belum secara resmi mengumumkan perubahan harga apa pun, sehingga kenaikan yang dilaporkan masih belum terkonfirmasi. Namun jika laporan tersebut terbukti akurat, menunggu harga yang lebih baik untuk kartu grafis berikutnya bisa menjadi semakin sulit.
Baca Juga:
Kenaikan harga yang berulang ini menandakan bahwa pasar GPU sedang berada dalam fase yang sangat tidak stabil. Bagi konsumen yang memang membutuhkan kartu grafis baru untuk kebutuhan kerja atau produktivitas, keputusan untuk membeli sekarang atau menunggu menjadi semakin rumit. Namun dengan tren kenaikan yang terus berlanjut, menunda pembelian mungkin bukan lagi pilihan yang bijak.
Sementara itu, para pengamat industri menilai bahwa situasi ini tidak akan berubah dalam waktu dekat selama permintaan perangkat keras AI terus meningkat. Selama pusat data dan server AI terus dibangun di seluruh dunia, tekanan pada pasokan komponen akan tetap berlanjut, dan harga GPU konsumen akan terus terpengaruh.
Bagi para gamer di Indonesia, situasi ini berarti harus lebih cermat dalam merencanakan anggaran untuk upgrade PC. Harga GPU yang sudah tinggi di pasar domestik berpotensi semakin melambung jika kenaikan global ini benar-benar terjadi. Memantau perkembangan harga dan membandingkan penawaran dari berbagai toko menjadi langkah bijak sebelum memutuskan membeli.
Yang jelas, pasar GPU sedang berada dalam masa yang penuh ketidakpastian. Dengan laporan kenaikan harga yang terus bermunculan, konsumen harus siap menghadapi kemungkinan bahwa membeli kartu grafis baru akan semakin menguras kantong. Semua pihak kini menunggu konfirmasi resmi dari Nvidia mengenai rencana kenaikan harga tersebut.





Komentar
Belum ada komentar.