πŸ“‘ Daftar Isi

Acer memprediksi harga PC naik 5 hingga 20 persen sebelum akhirnya turun setelah 2027

Acer Prediksi Harga PC Naik 5-20 Persen, Turun Setelah 2027

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Acer prediksi harga PC naik 5-20 persen hingga akhir tahun ini
  • Harga diperkirakan mendatar pada paruh pertama 2027, lalu turun
  • Hanya DDR5 kelas atas dan CPU niche seperti Nvidia N1/N1X yang langka
  • Chen nilai pasokan memori dan SSD sudah melimpah
  • Acer, HP, dan Asus mulai pakai chip CXMT
  • SSD, PCB, dan fiberglass motherboard juga naik harga

Telset.id – Acer memperkirakan harga komponen PC akan mulai berbalik arah pada paruh kedua tahun depan, setelah bertahun-tahun mengalami kenaikan akibat gelombang AI. Prediksi ini disampaikan langsung oleh chairperson dan CEO Acer, Jason Chen, di tengah tekanan harga yang masih membebani pasar komputer saat ini.

Chen menyatakan bahwa harga PC akan tetap naik antara 5% hingga 20% menuju akhir tahun ini, kemudian mendatar pada paruh pertama 2027, sebelum akhirnya menurun. Pernyataan ini menjadi sinyal penting bagi konsumen yang selama ini menunggu harga perangkat komputasi kembali normal setelah lonjakan berkepanjangan.

Menurut Chen, saat ini hanya komponen DDR5 kelas atas seperti LPDDR5X-9600 dan CPU niche seperti chip Nvidia N1 dan N1X yang mengalami kelangkaan pasokan. Karena harga dari pemasok tertinggal beberapa bulan dari harga konsumen, dampak kenaikan maupun penurunan harga baru akan terasa belakangan di tingkat ritel.

Persediaan Memori dan SSD Dinilai Sudah Cukup

Chen tidak sependapat dengan pandangan sejumlah pelaku industri yang memprediksi krisis memori akan berlangsung lebih lama. Ia menilai bahwa pemasok memori besar secara alami ingin menjaga margin tetap tinggi selama mungkin, sehingga terus menyebarkan pesan bahwa harga tidak akan turun hingga tahun 20-sekian.

Ia berargumen bahwa pasokan memori dan SSD sebenarnya sudah melimpah, sementara kelangkaan CPU yang disebut-sebut kini hanya terbatas pada model tertentu. Chen juga menyoroti peran produsen memori asal China yang menghasilkan alternatif lebih murah dan berpotensi mengganggu pasar.

Acer, bersama HP dan Asus, dikabarkan telah mulai menggunakan chip CXMT pada sebagian produknya. Sementara itu, beberapa model Lenovo yang dijual di Jerman ditemukan menggunakan SSD YMTC. Langkah ini menunjukkan bahwa produsen PC mulai mencari sumber komponen alternatif untuk menekan biaya di tengah situasi pasokan yang ketat.

CXMT

Meski demikian, Chen mengakui bahwa kenaikan harga kini menjadi tren tersendiri. Ia menyebut SSD, PCB, dan kain fiberglass yang digunakan pada motherboard juga mengalami kenaikan harga masing-masing. Menurutnya, banyak pihak yang datang dan menyampaikan keinginan untuk menaikkan harga, bahkan untuk komponen yang menurutnya tidak seharusnya ikut naik.

Pernyataan Chen ini muncul di tengah dinamika pasar komponen PC yang berubah cepat. Sejumlah produsen terus menyesuaikan lini produk mereka, termasuk menghadirkan perangkat baru seperti Acer Swift Blade 14 yang menyasar segmen pengguna mobile.

Latar Belakang Lonjakan Harga Komponen

Ledakan AI telah memicu kelangkaan berbagai komponen PC, dimulai dari GPU pada akhir 2022, sebelum meluas ke chip memori pada akhir 2025. Kondisi ini membuat harga memori melonjak 500% dalam 12 bulan, meskipun kenaikan tersebut tampaknya mulai mereda seiring konsumen menolak menanggung kenaikan lebih lanjut.

Beberapa perusahaan memori seperti SK hynix memprediksi kelangkaan akan semakin parah tahun depan dan harga baru akan mulai normal pada 2030. Bahkan, chief Adata menyebut kelangkaan DRAM akan berlangsung hingga 10 tahun lagi.

Prediksi tersebut dinilai masuk akal, terutama karena permintaan HBM dari hyperscaler AI tetap kuat dan berbagai pabrik chip memori yang sedang dibangun diperkirakan baru beroperasi pada 2030-an. Namun, Chen menolak pandangan ini dan menegaskan bahwa pasokan yang ada saat ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Di sisi lain, Acer terus memperluas portofolio produknya di berbagai segmen. Perusahaan baru-baru ini merilis perangkat seperti laptop teringan 799 gram serta sejumlah model desktop ringkas yang menyasar kebutuhan komputasi modern.

Secara keseluruhan, nada pernyataan Chen tergolong kabar baik jika produsen komputer akhirnya dapat menurunkan harga setelah bertahun-tahun menghadapi kelangkaan dan komponen mahal. Namun, ia tetap menekankan bahwa kenaikan harga saat ini sudah menjadi tren yang tidak bisa diabaikan begitu saja.

Bagi pasar Indonesia, pernyataan ini menjadi acuan penting dalam memperkirakan pergerakan harga PC dan laptop dalam beberapa tahun ke depan. Konsumen yang berencana membeli perangkat baru perlu mempertimbangkan bahwa harga masih berpotensi naik hingga akhir tahun ini sebelum akhirnya mendatar pada 2027.

Sejumlah vendor juga terus menghadirkan inovasi produk di tengah situasi harga yang menantang. Acer, misalnya, memperkenalkan perangkat seperti Predator Atlas 7 yang menyasar segmen gaming dan pengguna dengan kebutuhan performa tinggi.

Dengan dinamika ini, pasar komponen PC berada di titik yang menarik. Di satu sisi, produsen memori memprediksi kelangkaan panjang hingga 2030. Di sisi lain, pelaku industri seperti Acer menilai pasokan sudah memadai dan harga akan segera berbalik arah. Yang jelas, konsumen masih harus bersabar sebelum benar-benar merasakan penurunan harga yang signifikan.

[ META_DESCRIPTION ]
Acer memprediksi harga PC naik 5-20 persen hingga akhir tahun ini, mendatar pada 2027, lalu turun. Simak penjelasan CEO Acer soal harga komponen.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.