📑 Daftar Isi

Lima laptop Googlebook dari Acer, Asus, Dell, HP, dan Lenovo dengan layar sentuh OLED dan Glowbar

Googlebook Resmi Dibuka, 5 Laptop Android Mulai US$899

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️6 menit membaca
Bagikan:
  • Google buka pre-order Googlebook, laptop Android dari Acer, Asus, Dell, HP, dan Lenovo
  • Harga mulai US$899 hingga US$1.299, tersedia di toko 4 Oktober di AS
  • Setiap unit disertai Google AI Pro 12 bulan dan penyimpanan cloud 5TB
  • Integrasi Android ponsel via Continue On, Cast My Apps, dan Files
  • Gemini hadir dengan Magic Pointer, Rambler, dan Create My Widget
  • Pembaruan Googlebook OS dijanjikan hingga 10 tahun

Telset.id – Google resmi membuka pre-order Googlebook, kategori laptop baru yang menjalankan Googlebook OS dan menyasar pengguna Android yang menginginkan pengalaman premium setara MacBook. Lima model perdana hadir dari Acer, Asus, Dell, HP, dan Lenovo dengan harga mulai US$899 hingga US$1.299, dan perangkat mulai tersedia di toko pada 4 Oktober di Amerika Serikat serta 5 Oktober di Kanada, Inggris, Irlandia, Prancis, Jerman, dan Australia.

Langkah ini menandai kali pertama Google menyatukan ekosistem Android ke dalam bentuk laptop secara utuh. Alih-alih memindahkan aplikasi Android ke ChromeOS, Google membawa keunggulan ChromeOS ke Android. Pendekatan itu menjadi dasar lahirnya Googlebook OS, sistem operasi yang dibangun dari Android dengan tambahan kemampuan multitasking, multi-window, boot cepat, dan pembaruan perangkat lunak yang mudah.

Presiden Android Ecosystem Google, Sameer Samat, menegaskan bahwa prioritas utama proyek ini adalah pengguna Android. “Pertama dan terpenting, kami ingin pengguna Android merasa ada laptop untuk mereka yang sama premium, sama indah, dan sama performanya dengan ponsel kelas atas yang mereka miliki,” ujarnya. Google juga menjanjikan pembaruan fitur dan pembaruan perangkat lunak hingga 10 tahun untuk Googlebook OS.

Lima Model Googlebook dan Spesifikasinya

Setiap Googlebook memiliki karakter berbeda meski sama-sama mengusung layar sentuh responsif, trackpad besar, dan keyboard backlit. Material premium seperti aluminium, magnesium alloy, dan carbon fiber digunakan di kelima perangkat. Berikut rincian masing-masing model berdasarkan informasi yang dihimpun:

  • Acer Googlebook 14 — satu-satunya convertible 2-in-1 di gelombang pertama, dengan baterai hingga 16 jam. Harga awalnya US$899, namun Acer menyebut angka itu sebagai “harga peluncuran awal yang tersedia untuk waktu terbatas” dan berencana mengevaluasi ulang harga berdasarkan pasokan komponen. Spesifikasi: prosesor Intel Core Ultra 5 atau Core Ultra 7, RAM 16GB, penyimpanan 256 atau 512GB, layar sentuh OLED 2.8K 14 inci, ketebalan 13,9mm, bobot 1,13kg, port Thunderbolt 4, dua USB-C, dan jack headphone, plus sensor sidik jari.
  • Asus Googlebook 14 — model paling ringan dengan bobot 1,0kg, chassis abu-abu kebiruan metalik, dan salah satu dari dua model yang memiliki port HDMI. Harga mulai US$1.299. Spesifikasi: Intel Core Ultra 5 atau Core Ultra 7 Series 3, RAM 16 atau 32GB, penyimpanan 256 atau 512GB, layar sentuh OLED 3K 14 inci, ketebalan 14,0mm, dua USB-C, dua USB-A, HDMI, jack headphone, dan sensor sidik jari.
  • Dell XPS Googlebook — model tertipis dengan ketebalan 12,7mm dan bobot 1,0kg, mengusung warna light gold “shimmer” serta glowbar Google. Harga mulai US$1.199. Spesifikasi: prosesor Qualcomm Snapdragon X Elite, RAM 16 atau 32GB, penyimpanan 512GB, layar sentuh 2.5K 13,4 inci, dua port USB-C, dan sensor sidik jari.
  • HP Googlebook 14 — satu-satunya yang menggabungkan pengenalan wajah dan pembaca sidik jari, serta kapasitas penyimpanan tertinggi hingga 1TB. Harga mulai US$1.299. Spesifikasi: Qualcomm Snapdragon X Elite, RAM 16 atau 32GB, penyimpanan 256GB, 512GB, atau 1TB, layar sentuh OLED 2.8K 14 inci, ketebalan 14mm, bobot 1,24kg, dua USB-C, dan jack headphone.
  • Lenovo Googlebook 15 — memiliki layar terbesar 15,3 inci dengan chassis putih berlapis satin, serta satu-satunya yang menyertakan mouse AI dengan glowbar senada. Harga mulai US$1.299. Spesifikasi: Intel Core Ultra 5 Series 3, RAM 16GB, penyimpanan 256 atau 512GB, layar sentuh OLED 2.8K, ketebalan 15,95mm, bobot 1,28kg, dua USB-C, satu USB-A, HDMI, jack headphone, serta pengenalan wajah dan sidik jari.

Perlu dicatat, keterangan harga di beberapa sumber berbeda-beda. Tom’s Guide mencantumkan Dell XPS Googlebook mulai US$999 dan Lenovo Googlebook 15 mulai US$1.099, sementara The Verge menyebut keduanya mulai US$1.199 dan US$1.299. Semua Googlebook juga disertai 12 bulan Google AI Pro dengan penyimpanan cloud 5TB, plus uji coba tiga bulan untuk YouTube Premium, Adobe Photoshop, dan CapCut.

Baca Juga:

Integrasi Android dan Gemini di Dalamnya

Daya tarik utama Googlebook adalah integrasi mulus dengan ponsel Android. Saat pertama kali dinyalakan, pengguna akan melihat pop-up di ponsel Android dan diminta melakukan autentikasi biometrik. Setelah itu, Googlebook mengatur dirinya sendiri, memindahkan aplikasi, kata sandi autofill, pengaturan, jaringan Wi-Fi, dan pesan dengan enkripsi end-to-end.

Fitur Continue On memungkinkan pengguna melanjutkan email atau proyek yang dimulai di ponsel langsung dari taskbar desktop. Sementara Cast My Apps membuat aplikasi ponsel dapat dialirkan dan dioperasikan dalam jendela desktop tanpa mengganggu alur kerja. Foto dan unduhan dari ponsel juga otomatis muncul di menu file laptop melalui pembaruan aplikasi Files.

Di sisi kecerdasan buatan, Google menyematkan Gemini langsung ke sistem operasi. Magic Pointer memungkinkan pengguna menggerakkan kursor di atas konten untuk memanggil Gemini, lalu meminta ringkasan teks, terjemahan bahasa asing, atau merapikan kalender. Rambler berfungsi sebagai alat speech-to-text yang membersihkan kata pengisi dan memformat catatan menjadi header, checklist, serta takeaways. Ada pula Create My Widget untuk membuat widget desktop kustom lewat perintah bahasa alami, dan Quick Insert Key sebagai tombol fisik untuk memunculkan emoji, item clipboard, atau file terbaru.

Glowbar kembali dihadirkan di bagian luar lid. Strip LED berwarna ini menampilkan animasi saat booting, menunjukkan sisa daya baterai, dan menyala saat pengguna berinteraksi dengan Gemini. Google juga membuka API bagi pengembang untuk memanfaatkan Glowbar.

Untuk aplikasi, Googlebook mendukung Google Play Store dengan label khusus bagi aplikasi yang sudah dioptimalkan untuk desktop, termasuk WhatsApp, CapCut, Photoshop Lightroom, dan Netflix. Netflix disebut mendukung HDR penuh dan pemutaran offline, sesuatu yang menurut Google tidak dimiliki platform lain. Pengguna juga bisa langsung membuka aplikasi seperti Uber Eats untuk mengecek status pesanan tanpa perlu memasangnya ulang.

Bagi pengguna tingkat lanjut, Google menyematkan hypervisor pKVM bersertifikasi keamanan Level 5 yang menjalankan lingkungan Linux terisolasi dengan akses terminal penuh. Lingkungan ini dapat menjalankan perkakas seperti Claude Code atau Antigravity CLI, serta platform pengembangan agen Antigravity untuk membangun, menguji, dan menerapkan agen AI secara lokal. Gamer mendapat akses judul mobile native plus langganan GeForce Now selama satu tahun untuk streaming game PC AAA.

Kepala hardware dan devices Google, Rick Osterloh, menyebut keputusan menggarap proyek ini sebagai “langkah fokus pamungkas” bagi Google. Ia menilai laptop tetap menjadi faktor bentuk yang resonan. “Saya rasa laptop adalah salah satu faktor bentuk yang resonan. Ini kategori mapan yang sangat berguna untuk produktivitas dan aplikasi, dan akan sangat sulit menggantikannya,” katanya. Proyek yang awalnya bernama Project Aluminium ini dikerjakan serius sejak sekitar dua tahun lalu, meski sebagian idenya sudah lama beredar.

Google tidak menutup kemungkinan menghadirkan Googlebook dalam faktor bentuk lain dan harga lebih rendah di masa depan. Osterloh menyebut lima perangkat perdana hanyalah yang sudah siap saat ini, dan sejumlah mitra lain disebut antre untuk menyusul, berpotensi termasuk tim Pixel Google sendiri.

Namun tantangan terbesarnya adalah meyakinkan pengguna. Chromebook, meski sukses di sektor pendidikan, tidak pernah benar-benar menjadi komputer pribadi pilihan utama. Google dan para mitranya kini harus membuktikan bahwa Googlebook bukan sekadar Chromebook berharga mahal. Dengan harga yang bersaing langsung dengan MacBook Air dan deretan laptop Windows, keputusan pembelian akan sangat bergantung pada seberapa besar pengguna Android menghargai integrasi ponsel-laptop yang ditawarkan.

Bagi pasar Indonesia, belum ada keterangan resmi mengenai jadwal ketersediaan maupun harga lokal Googlebook. Informasi yang tersedia sejauh ini hanya mencakup daftar negara peluncuran gelombang pertama pada Oktober mendatang.

Perkembangan ini juga menarik dicermati di tengah dinamika industri teknologi yang tengah ramai diperbincangkan, mulai dari terobosan panel surya hingga kebisingan data center yang menjadi sorotan publik.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.