Telset.id â Tren teknologi bergerak mundur ke era 2000-an. Gen Z, yang lahir di ambang milenium, kini ramai-ramai memburu iPod bekas, mendorong kebangkitan kembali pemutar musik legendaris Apple yang sudah lama tidak diproduksi.
Apple terakhir kali merilis iPod pada 2019, yaitu versi final iPod Touch. Kehadiran iPhone telah menelan pasar iPod, membuat perangkat yang dulu menjadi andalan pendapatan Apple itu perlahan hilang. Namun, data dari Axios pada Februari 2026 menunjukkan bahwa pencarian di eBay untuk iPod Classic dan iPod Nano melonjak masing-masing 25% dan 20%. Menariknya, sebanyak 32% responden dalam survei informal oleh Emily White adalah Gen Z, menjadikan mereka kelompok pembeli terbesar.
Fenomena ini menunjukkan pergeseran yang ironis. iPod dulu menjadi simbol homogenitas budayaâikon keren yang identik dengan earphone putih. Kini, perangkat yang sama justru menjadi simbol pemberontakan retro, sebuah penolakan terhadap iPhone terbaru dan dominasi teknologi modern.
Lelah dengan Teknologi Modern
Dorongan utama di balik tren ini adalah kelelahan terhadap kondisi teknologi saat ini. Gen Z, yang tidak sempat merasakan era awal PC dan internet, hanya menyaksikan penurunan privasi digital dan apa yang disebut sebagai âenshittificationââproses di mana produk dan platform yang dulu berguna terus memburuk.
Survei Emily White mengungkap bahwa Gen Z termotivasi oleh keinginan untuk meminimalkan gangguan, mendengarkan musik dengan lebih sengaja, dan memiliki kontrol penuh atas koleksi musik mereka. Gangguan notifikasi ponsel saat menikmati album, serta risiko layanan streaming seperti Spotify yang bisa tiba-tiba ditutup, menjadi kekhawatiran nyata. Dalam banyak hal, pengguna iPod masa kini bisa dianalogikan dengan kolektor vinyl di era digital awalâmereka yang memilih memiliki dan mengontrol musiknya secara fisik.
Namun, iPod bukanlah pilihan ideal bagi audiophile sejati. Perangkat modern seperti pemutar audio digital (DAP) dari Sony, Fiio, dan HiBy menawarkan dukungan untuk format audio resolusi tinggi dan layanan streaming Hi-Fi seperti Apple Music, Tidal, dan Qobuz. iPod lawas, meski terawat, tidak mendukung format audio resolusi tinggi dan komponen internalnya bisa mengalami degradasi yang memengaruhi kualitas suara.

Selain itu, menyelaraskan (syncing) iPod bukan lagi perkara mudah. iTunes sudah tidak didukung, sehingga pemilik iPod harus menggunakan perangkat lunak independen. Ada elemen DIY yang memakan waktu dalam kepemilikan iPod kontemporer.
Harga iPod Classic bekas di eBay mencapai USD 300. Angka yang cukup besar mengingat perangkat tersebut tidak mendukung konektivitas Bluetooth atau audio resolusi tinggi. Bagi yang mencari pengalaman mendengarkan musik yang lebih baik, ada alternatif yang lebih terjangkau dan modern.
Alternatif Modern untuk Pengalaman Audio
Bagi yang menginginkan pengalaman mendengarkan musik yang lebih baik tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam, ada opsi menarik dari HiBy dan Fiio. HiBy Digital M500 X Hatsune Miku, misalnya, dijual seharga USD 320. Perangkat bertema karakter virtual pop ini dilengkapi fitur audio enthusiast dan tombol fisik di samping yang mengingatkan pada pemutar kaset gaya Walkman.
Bagi yang ingin lebih hemat, Fiio SnowKky Echo Mini hadir dengan harga hanya USD 60. Meskipun melewatkan beberapa fitur enthusiast, perangkat yang terinspirasi Walkman ini menawarkan nilai yang luar biasa. Sementara itu, Fiio JadeAudio JM21 seharga USD 180 mengesankan komunitas Hi-Fi dengan menyertakan output TRS 4.4mm seimbang di samping jack headphone 3.5mm klasik.
Kebangkitan iPod menunjukkan bahwa kelelahan konektivitas dan keinginan untuk memiliki kontrol lebih atas pengalaman digital adalah fenomena nyata. Meski demikian, konsumen di tahun 2026 memiliki lebih banyak pilihan daripada sekadar memburu perangkat lawas. Teknik Camera Movement dan fitur-fitur modern lainnya tetap bisa dinikmati tanpa harus mengorbankan kualitas audio.

Implikasinya jelas: pasar perangkat audio personal sedang bergeser. Konsumen, terutama Gen Z, mulai memprioritaskan pengalaman yang lebih fokus dan personal dibandingkan sekadar mengikuti arus teknologi terbaru. Produsen seperti HiBy dan Fiio telah menangkap sinyal ini dengan menghadirkan perangkat yang menggabungkan estetika retro dengan fungsionalitas modern.





Komentar
Belum ada komentar.